12/28/2010


Artikel ini bukan berarti orientasi seksual saya berubah. Ga...ga ada hubungan sama sekali. Adalah hal yg wajar jika sebagai orang ganteng, saya juga mengakui kegantengan orang lain. *haiyah, ditimpuk*

Selama beberapa hari belakangan ini, sebuah stasiun televisi menyiarkan film2 James Bond, dari yg jaman kuda gigit besi hingga kuda main twitter. Dari situ, saya sempat memperhatikan para aktor yg membintangi karakter James Bond ini. Tak dinyana, Eddy Fahmi juga ngeplurk hal yg saya pikirkan.

Dari sekian banyak aktor yg menjadi James Bond, saya melihat 2 orang yg cocok sebagai James Bond. Pertama adalah Pierce Brosnan, kedua Roger Moore / Sean Connery.

Saya pernah baca, Sean Connery dianggap James Bond paling keren sepanjang masa. Namun jika saya lihat film2 JB yg dibintanginya, kok kerennya masih kalah oleh PB yak? Dari cara bertarungnya dan pdkt ke lawan mainnya (cewe), PB terasa lebih flamboyan dan bener2 playboy. SC saya anggap lebih dingin dan lebih cocok utk jadi JB yg beraksi dg pistol, bukan utk pdkt dg cewe dan berkelahi.

PB sebenarnya sudah sejak lama diincar utk menjadi JB. Sayangnya, kontraknya utk menjadi pemain tv seri "Remington Steele" membuat banyak fans-nya mesti bersabar menunggu sekian lama, sebelum akhirnya dia memulai debutnya di film "Golden Eye".

Sayangnya, PB tidak banyak membintangi film JB. Dari sini, saya baca PB hanya membintangi 4 film JB. Sayang sekali, padahal saya masih berharap bisa menonton PB membintangi sedikitnya 5-10 film JB.


Anda sendiri pilih siapa sebagai aktor favorit pemeran JB?

Foto dari sini dan sini.

Moral story:
- James Bond sebenarnya tokoh fiktif
- mengakui kegantengan orang lain bukan berarti saya kalah gantengnya, hahaha
- aktor lain mah lewaaatttt, xixixi..

Posted on Tuesday, December 28, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

12/26/2010


Kekalahan 0-3 dari Malaysia yg baru berlalu menyisakan kelegaan kepada diri saya dan Wify.

Lho, kok lega? Situ pengkhianat bangsa yak? Tidak nasionalis yak?

Oh, jangan salah paham dulu, dude. Kelegaan kami lebih banyak karena dengan kekalahan ini, diharapkan kita bisa belajar banyak hal:

Pemujaan Yang Berlebihan.
Duh, apakah anda2 melihat begitu besar pemujaan yg diberikan kepada timnas kemarin? Sebelum berangkat, jutaan pujaan diberikan, seakan-akan timnas sudah menjadi juara. Akibatnya, saya yakin, mental para pemain timnas agak terbuai. Efeknya? Jelas...jumawa padahal belum apa2.

Eksploitasi Timnas.
Yang lebih parahnya lagi, timnas kita harus menghadiri perayaan2 dan upacara2 ga penting. Mulai dari istighosah, kunjungan ke rumah Ical, dst dst. Cape boowww...waktu luang itu mestinya digunakan untuk istirahat lah. Ngapain juga mesti menghadiri acara2 seperti itu?! Lebih parahnya lagi, saya sempat membaca bahwa kemarin malam (malam Minggu) Menpora mengajak makan malam timnas. Untungnya Riedl menolak mentah-mentah!

Para Pejabat, Introspeksilah Kalian!
Ok, poin ini mungkin terasa naif dan (terasa sekali) musykil dilakukan! Saya tidak banyak komentar deh untuk hal ini.

Perbaiki Mental Pemain Timnas!
Insiden penyorotan laser oleh para penonton Malaysia jelas bukan tindakan sportif. Tapi, justru celah non teknis ini yg diincar oleh mereka. Dan ternyata hal ini berhasil. Konsentrasi buyar dan mental melempem, mengakibatkan permainan menjadi kacau balau.

So, masih ingin menang? Perbaiki dulu hal2 di atas.

Bagi saya, timnas tetaplah harus disemangati dan dipuja. Perjuangan mereka utk mencapai babak final sudah merupakan sebuah prestasi. Dan tentu saja, untuk pengurusnya, terserah kalian, mau dicaci boleh, mau disunat boleh, mau digorok juga boleh, wekekke..

Jangan salah, yg menembakkan laser adalah GAYUS! Wakaka...

Moral story:
- timnas sudah berjuang maks, tapi mental masih minimal
- timnas dipuja setinggi langit oleh rakyat Indonesia, dibanting oleh pemain Malaysia di stadion

Posted on Sunday, December 26, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

12/19/2010


Ya ya ya...aku terlambat menonton salah satu film bagus di tahun ini. Toh akhirnya kemarin berhasil juga berburu dvd bajakan yg original *eh* sehingga aku bisa menonton film ini (dan selanjutnya menulis artikel ini).

Film Wall Street 2 ini sedikit banyak berhubungan dengan WS 1, terutama karena tokoh utamanya masih sama, yakni Gordon Gekko, seorang pialang saham yg begitu rakus dengan uang hingga akhirnya terperangkap jebakan musuhnya dan menghabiskan sekian lama di penjara. Michael Douglas, menurutku, masih berhasil memerankan Gekko yg mempunyai sekian banyak topeng (tergantung dari orang2 yg dia temui dan hadapi).

Cerita ttg bursa saham memang selalu menyenangkan, terutama ketika terjadi rush yg akhirnya akan berujung pada kekalahan dan kehancuran orang2 yg rakus ataupun orang2 yg tidak punya perhitungan. Rush juga pernah kita alami pada tahun 1998, ketika dollar mendadak membubung tinggi dan harga2 kian tak terjangkau dalam waktu sekejap. Lantai dan bursa saham mendadak jeblok serta mengakibatkan banyak orang mendadak miskin.

Ok, kembali ke film WS 2.

Di sisi lain, Jake Moore adalah seorang anak muda yg (terkadang) begitu naif dan percaya kehidupan di bursa saham akan berjalan lurus2 saja. Hingga akhirnya gurunya, si Zabel, bunuh diri gara2 krisis yg melanda perusahaannya. Di samping itu, pertemuannya dengan Gekko, diawali di sebuah seminar dg pembicara Gekko sendiri, membuatnya banyak berpikir mengenai siapa pelaku yg menghancurkan perusahaan tempat dia bekerja sekaligus membuat gurunya bunuh diri.

Secara keseluruhan film WS 2 ini ok. Namun keberadaan Shia LaBeouf masih tidak bisa dipisahkan dari imejnya di film action Transformer. Menurutku, Charlie Seen-lah yg masih pantas mendampingi Douglas.

Aku beri nilai 7 untuk film ini. Terutama karena akhir cerita yg bisa ditebak, HUH!

Foto dari sini.

Moral story:
- jadi orang jgn serakah
- keserakahan org bisa terlihat dari transaksinya di bursa saham

Posted on Sunday, December 19, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

12/15/2010



Terkenal itu menyenangkan, demikian pemikiran sebagian besar orang. Banyak cara yg dilakukan untuk menjadi terkenal. Mulai dari cara yg baik-baik, hingga cara yg nyleneh dan ga masuk akal (bagi sebagian besar orang 'normal' dan waras pikirannya).

Sayangnya, bahasa Indonesia tidak membedakan kata terkenal ini, tidak seperti bahasa Inggris yg membedakan terkenal menjadi famous dan notorious. Jika famous merujuk kepada terkenal karena hal2 yg baik (misalnya JK Rowling yg famous karena buku2 Harry Potternya) maka notorious disematkan kepada orang2 yg terkenal karena kelakuan miringnya. Aku ga perlu beri contoh, sudah terlalu banyak juga contohnya kok, haha.

Pencarian (konon) ajang dan bakat bisa menjadi cara utk famous...dan notorious di saat yg bersamaan. Misalnya ratu kecantikan sedunia. Begitu seorang perempuan mendapat gelar ini, kontan famous akan disematkan ke dia. Namun jika kemudian ada skandal, misalnya foto bugil atau video porno milinya muncul, maka notorious akan menggantikan si famous.

Di Arab sendiri aku pernah dengar cerita dari Bapakku, utk menjadi terkenal sangatlah mudah. 'Cukup' kencingi sumur air zam-zam, maka ybs akan terkenal! Hahaha...aku sih bayangkan, pelakunya tidak saja terkenal di Arab, tapi juga di seluruh dunia. Repotnya, notorious yg akan disematkan...dan dia akan dikejar2 dan (bukan tidak mungkin) akan dihabisi oleh orang2 Islam radikal, apalagi dari kelompok 3 huruf itu, hehe.

Nah, 2-3 hari belakangan ini, aku banyak mendapat berita mengenai protes penggunaan lambang negara (Burung Garuda) di kaos pemain sepakbola. Baru pagi ini aku dapat berita yg lengkapnya di sini.

Terus terang, aku tidak terlalu peduli dg gugatan ini. Namun, menarik disimak adalah pendapat Roy Suryo, yg mengatakan penggugat kaos Timnas mau terkenal.

Aku kutip saja ucapan Roy Suryo ini, agar aku tidak dianggap salah interpretasi, hahah.
Satu hal lagi, kata Roy, dia mendengar sejarawan Asvi Warman Adam menyatakan lambang Garuda sudah dipakai di kaos Timnas sejak tahun 1956. Bahkan, lambang Garuda yang dipakai sangat besar, memenuhi dada.

"Kalau David mau menggugat, kenapa tidak menggugat saja sejak dulu? Mengapa baru sekarang? Ini jelas orang ini mencari popularitas, mencari momen saja," katanya.

Nyengir saja deh aku baca berita 'heboh' ini.

Menurut anda, David ini pantas disematkan famous atau notorious?

Foto dari sini.

Moral story:
- terkenal itu gampang, yg susah itu terkenal dg cara yg baik dan punya output yg baik
- bahasa Indonesia kurang cukup responsif utk masalah terkenal ini
- gugat lambang negara sbg salah satu cara utk terkenal
- David Tobing ternyata cukup terkenal. baca aksi2nya di sini.

Posted on Wednesday, December 15, 2010 by M Fahmi Aulia

5 comments

12/12/2010


Adalah hal yg menjengkelkan ketika kita mesti berkonflik di kantor. Terlebih jika pemicunya bukan dari sisi kita, tapi karena ada ketidaksukaan atau kedengkian dari orang lain yg merasa terancam oleh keberadaan kita. Terancamnya bermacam-macam, entah karena gajinya lebih kecil atau karena dia kalah exist atau kalah pinter.

Untuk menghadapinya, sebenarnya bisa bermacam-macam, tergantung dari tingkat konfliknya. Beberapa orang biasanya cenderung menghindar dari konflik yg berakibat dirinya akan makin terinjak-injak dan si 'musuh' akan semakin jumawa.

Percaya atau tidak, konflik antar staf perempuan itu ternyata lebih 'menyebalkan' (setidaknya dari sudut pandangku) daripada konflik antar sesama laki2. Bagiku, jika ada konflik yg aku alami, biasanya aku lihat dulu penyebabnya. Jika memang diriku yg salah, it's ok. Aku akan minta maaf dan berusaha tidak mengulanginya lagi. Tapi jika penyebabnya bukan dari diriku, lalu aku kena getahnya...apalagi setelahnya tidak ada pernyataan maaf atau apapun dari pihak yg menyerangku, hahaha...waspadalah...waspadalah...PEMBALASAN ITU AKAN LEBIH KEJAM DARIPADA TIDAK DIBALAS, ahhaha..

Hey...jangan lantas menuduhku tidak gentleman dg sikapku! Tapi lihat dulu siapa yg memulai kekisruhan itu! Buat apa aku mesti memaksakan diri utk bersikap gentleman jika pihak sana juga tidak ada niat utk bersikap gentleman? Buang2 waktu dan energiku saja bersikap seperti itu!

Lalu, jgn salah lho...konflik antar lelaki juga bisa dipicu karena kedengkian! Adalah repot jika sudah mesti berhadapan dg orang dengki, karena apapun yg kita lakukan, meskipun niat kita baik, akan selalu dianggap salah di mata dia! Aku pernah bertemu dg org2 seperti ini. Solusinya? Jauhi saja org2 yg seperti itu. Mereka itu mirip dengan dementor di Harry Potter, yg doyan menghisap kebahagiaan orang lain dan membuat ybs menjadi kehilangan keceriaan dan harapan.

Toh, segimanapun parahnya konflik antar lelaki, aku belum pernah sampai menantang mereka utk duel! Hahahah...jangan salah ya...kalo aku sudah sedemikian kesal, aku bisa saja tantang mereka utk selesaikan secara jantan. Kalo mereka ndak nanggapi, yaa ketauan bahwa mereka bukanlah tipe lelaki jantan...alias lelaki ayam sayuuurr...hahahah.

Paling parah sebenarnya konflik/gesekan antar staf perempuan. Terutama jika staf senior melawan staf yg lebih junior. Benar2 menjengkelkan lah! Apalagi jika sampai ada penggalangan jama'ah utk membenci secara berjama'ah. Tentu saja si staf senior sebagai imamnya. Itu akan lebih merepotkan karena berarti si staf junior mesti melawan sekian banyak orang yg terpengaruh. Dan aku PALING BENCI dg orang2 yg menggalang dukungan utk memusuhi secara berjama'ah. Nampak sekali ybs SEBENARNYA GA ADA APA2NYA kalo sendirian.

Untuk mengatasi 'imam' seperti ini sebenarnya sepele saja. LABRAK SAJA LANGSUNG ybs! Tanya apa maunya! Aku jadi inget cerita Wify. Temannya ada yg sampe melempar barang ke orang yg memusuhinya, gara2 kejadian seperti yg aku ceritakan di atas. Efeknya manjur. Ybs sekarang ndak terlalu berani neko2 dan cari masalah lagi ke temannya Wify.

Anda sendiri punya solusi apa jika menghadapi konflik, apalagi jika tidak ada hubungan dg pekerjaan? Main lembut (santet misalnya, hahaha), mendiamkan saja, atau langsung 'main kayu'?

Gambar dari sini.

Moral story:
- nyaris tidak ada kantor yg tidak ada konflik
- konflik bisa dihindari jika kedua belah pihak dipertemukan dan saling tahu apa keinginan masing2
- jika bertemu dg trouble maker, si imam bermusuhan secara berjama'ah, 'toyor' saja langsung, palingan dia ngeper juga!

Posted on Sunday, December 12, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

11/24/2010



Dalam dunia kerja, seringkali kita bertemu dengan orang2 yg jabatannya lebih tinggi yg biasa disebut boss. Ada berbagai tipe boss dan aku harap tidak pernah bertemu dg boss seperti yg dimiliki oleh Kirani, yg telah sukses membukukan kisah hidupnya bersama si boss ke dalam buku "My Stupid Boss".

Job desc boss ya jelas lah, dia bertugas memberi makan anak buahnya, dengan cara mencari relasi2 yg mau menawarkan atau menyediakan proyek2 yg selanjutnya akan dikerjakan oleh anak buahnya. Boss tentu bertanggung jawab penuh terhadap masa depan perusahaannya, karena (mayoritas) boss adalah sekaligus sebagai owner (pemilik) perusahaan tersebut.

Boss juga mempunyai kewajiban untuk memutuskan hal2 yg dirasa penting. Kontrak kerjasama, mendelegasikan orang, tanda tangan pembayaran, adalah sebagian kewajiban yg mesti dilakukannya.

Sayangnya, tidak semua boss mempunyai tanggung jawab. Cukup banyak boss yg main lempar tanggung jawab yg berkesan dia cuci tangan terhadap hal2 yg seharusnya dia lakukan. Jika dia mendapat sebuah permasalahan yg mesti dia putuskan (setuju/tidak) tidak jarang dia 'oper' ke orang lain. Jika sesama boss sih tidak apa2, lha ini malah anak buahnya (yg terkadang tidak kompeten sama sekali) utk memutuskan hal penting tersebut.

Jika anda temui hal seperti yg aku tulis di atas, bisa dipastikan kondisi perusahaan tersebut tidaklah baik. Mengapa? Lha wong bossnya saja melemparkan tanggung jawab yg mesti dia emban, maka bisa diprediksikan anak buahnya/staf2nya juga bertindak hal yg sama. Well, mungkin tidak semua, tapi aku yakin mayoritas akan berbuat seperti itu. Nah, boss seperti inilah yg disebut bossy.

Salah seorang temanku malah mempunyai istilah yg lucu utk boss2 yg bertindak seperti itu. Dia bilang, boss2 tersebut mempunyai dan menguasai jurus Tai Chi.

Seperti kita ketahui, dasar dari tai chi adalah 'memantulkan' kembali semua serangan yg datang padanya. Dan aku hanya tertawa terbahak-bahak mendengarnya.

Sifat dan perilaku bossy tidak saja dimiliki oleh para boss. Kita juga bisa jumpai sifat ini di orang2 dg level di bawah boss. Walau bukan boss, bukan berarti mereka tidak bisa nyuruh2 dan lempar tanggung jawab. Bahkan bisa dibilang lebih bossy dari bossnya sendiri, hahaha.

Cerita temanku, atasan dia yg levelnya supervisor, mempunyai sifat bossy ini. Semua masalah yg dikeluhkan (termasuk permintaan2) client, dilempar semua ke anak buahnya tanpa ada filter dari dirinya. Pokoknya terima dan setujui! Padahal permintaan2 dan keluhan2 tersebut mestinya dianalisa dan dipikir dulu olehnya sebelum (yg dia setujui) dia serahkan ke anak buahnya.

Sementara, jika diminta hadir untuk rapat, dia dengan serta merta menolak utk hadir. Anak buahnya yg mesti ikut. Ataupun jika dia 'ingin' hadir, maka dia harus didampingi orang lain.

Orang2 seperti di atas, menurutku, akan sulit untuk diajak kerjasama dan membangun tim yg kokoh. Semuanya cari aman sendiri serta ingin enak sendiri. Istilahnya, magabut, makan gaji buta. Makin tinggi ilmu dan jurus tai chi yg dikuasai, makin magabut dia, ahahah.

Aku? Aku sendiri melihat tanggung jawab sebagai sebuah amanat (ya iya lah). Namun, ada kalanya kita memang tidak perlu terlalu berlebihan menanggung sebuah tanggung jawab. Secukupnya saja, sesuai dengan kemampuan dan porsi kita. Tidak perlu menjadi super hero dengan berlebihan memikul tanggung jawab, dan tidak perlu juga menjadi bossy (dan loser) dg menolak semua tanggung jawab.

Jika anda merasa sudah merasa bertanggung jawab tapi hasilnya tidak seperti yg anda harapkan, terutama karena semua tanggung jawab dipikulkan kepada anda, solusinya hanya satu. RESIGN!! Hahaha.

Sudah ah, nanti aku dianggap ngompori pula.

Gambar dari sini.

Moral story:
- dapat boss yg baik itu anugerah, dapat boss yg 'buruk' juga anugerah. setidaknya anda bisa bikin buku juga seperti Kerani, ahhaha.
- jika seorang boss tidak bisa bertanggung jawab utk keputusan2 yg penting, maka patut dipertanyakan kapabilitasnya sbg boss.
- anda tidak puas dg boss sekarang? ya pindah saja, gitu aja kok repot.

Posted on Wednesday, November 24, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

11/17/2010



Uploaded with ImageShack.us

Membaca postingan Eddy Fahmi, salah seorang temanku di plurk, aku terheran-heran saja membaca tawaran layanan yg dilakukan oleh Telkomsel. Sebenarnya tidak terlalu terheran-heran, karena aku sempat terpikir operator mana yg akan memanfaatkan momen 4L4y utk jualan.

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Telkomsel yg 'memberanikan' diri utk meluncurkan layanan ini. Aku sedikit kecewa kenapa Telkomsel yg meluncurkan layanan ini, bukan operator yg katanya funky dan membidik anak muda. *silakan tebak sendiri operator yg aku maksud, eheh*

Di plurk itu (dan belakangan di ranah twitter), banyak yg menyuarakan agar layanan ini dihentikan. Alasannya agar bahasa Indonesia 'terselamatkan' dari 'kehancuran' dan apapun itu namanya. Hingga saat ini, aku masih merasa sikap para 4L4y itu biasa2 saja, selama tidak memancing emosi.

Penulisan dan gaya bahasa 4L4y yg dirasa amburadul oleh banyak orang, menurutku tidak perlu dipersoalkan dan ditanggapi terlalu berlebihan. Menurutku, bahasa Indonesia masihlah dalam kondisi aman2 saja.

Beberapa alasan:
1. kaum 4L4y itu tidak akan menggunakan tulisan seperti itu di kehidupan 'resmi' mereka. Setidaknya, saat mereka sekolah dan berinteraksi dg guru atau dosen, tulisan yg digunakan masihlah tulisan normal kok. Tulisan m3R3k4 yg 4mBu24DuL itu biasanya mereka gunakan utk komunikasi 'non resmi'. Setidaknya itu yg aku ketahui. FB, Twitter, Plurk, menurutku merupakan komunikasi non resmi, sehingga (bagiku) sah2 saja mereka menggunakan gaya bahasa dan tulisan yg 't1D4k w4J4r'.

2. para 4L4y itu masih (sedang) berada di usia yg 'labil'. Pencarian jati diri kalo menurut para psikolog. Aku yakin kita semua pernah melalui masa2 seperti itu, hanya jamannya saja yg beda sehingga beda cara menjalaninya. Bagi generasi 80's, mereka banyak yg bertingkah seperti Lupus atau si Boy, tokoh idola di jaman itu. Di th 90's, Michael Jackson dan boys band membuat banyak abg yg meniru pola mereka. *mudah2an analoginya masih nyambung, ehhe*

Jadi, utk tahun 2005-2010 ini merupakan 'jamannya' kaum 4L4y. Biarkan saja mereka berekspresi. Toh nanti jika ada mode baru, mereka akan berganti juga kok. :-)

Justru yg menjadi tantangan adalah bagaimana caranya agar pengajaran Bahasa Indonesia menjadi menarik utk diikuti dan diterapkan? Jgn menyalahkan jaman/mode ah, ntar keliatan paranoidnya dan ketidakmampuannya deh!! :-p

Moral story:
- ga usah pusing dg kaum 4L4y
- bahasa Indonesia itu tetep cool kok!
- cuma generasi tua yg protes *xixixix...*

Posted on Wednesday, November 17, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

11/10/2010



Jika anda pindah kerja ke tempat baru atau sedang berada di tempat baru, apa yg anda cari pertama kali?

Aku sendiri mempunyai daftar apa2 yg aku cari di lingkungan baru:

1. Masjid
Sebenarnya yg pertama aku cari antara masjid dan tempat makan. Jika di lingkungan baru itu sudah terlihat (minimal) tempat makan di luar gedung, maka hal pertama yg aku cari adalah masjid/mushola.

Yaaa...meski saya bukan muslim yg lurus2 amat, keberadaan mushola/masjid cukup penting, biar gampang jika hendak sholat.

2. Tempat makan
Aku tidak menjadikan ini sebagai poin 1 karena jarang sekali aku berniat cari makan saat baru tiba di sebuah tempat baru. Pengalaman sebelumnya, aku sudah temui tempat makan secara langsung (saat tiba di tempat baru) jadi tidak perlu tanya2 lagi.

3. Toilet/WC
Ini sebenarnya bisa menjadi poin 1. Tapi tergantung juga. Biasanya di mushola sudah ada toilet/wc, jadi aku tempatkan di poin 3.

4. Pusat perbelanjaan
Nah, kalo ini disimpan di poin 4, yaaaa sukur2 lingk baru dekat dg pusat perbelanjaan jadi bisa jalan2 kalo boring/ada waktu luang, xixixi.

Anda sendiri, apa yg pertama kali anda cari di lingkungan/tempat baru?

Gambar dari sini.

Moral story:
- segera lakukan adaptasi/pengenalan lingkungan saat tiba di lingkungan baru
- poin2 di atas bisa diubah sesuai kebutuhan

Posted on Wednesday, November 10, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

11/04/2010

Dalam sebuah keluarga, terutama yg sudah dikaruniai anak, akan terdapat perbedaan cara panggil terhadap anggota keluarganya. Misalnya, suami istri yg baru menikah ada yg memanggil pasangannya dg "Mas", "Dik", "Adinda", "Sayang", bla 3x. Nah, setelah punya anak, berubah pula panggilannya, menjadi "Abi", "Ayah", "Papi", "Bunda", "Ibu", dst dst.

Ternyata panggilan ini mempunyai 'masa'nya, dalam artian tiap generasi mempunyai dan menyimpan kisah yg berbeda mengenai cara dan catatan panggilan ini. Panggilan yg mungkin sudah ada sejak jaman dulu kala antara lain "Ayah", "Papa", "Papi", "Bapak", "Mama", "Ibu", "Bunda", "Umi". Tentu saja ini belum termasuk dengan panggilan yang berlaku di daerah (sesuai dengan bahasa daerah setempat).

Belakangan ini aku perhatikan ternyata perkembangan nama panggilan (terutama terhadap ortu) kian beragam. Yaahhh...kalo mau dikait-kaitkan, lha wong jaman modern, wajar juga ada perubahan dalam panggilan. Meski masih saja ada yg tetap menggunakan istilah yang sudah ada. Yaaa...aku sih tidak melarang mereka. Suka2 mereka lah. Itu kan hak asasi.

Beberapa nama panggilan terhadap ortu yg aku dapatkan antara lain Yapi & Yami, Baba & Bubu, Pepeh & Bubu. Aku yakin anda tahu istilah Pipi & Mimi yg digunakan oleh salah satu (mantan) pasangan artis super duper terkenal ituh, hehe.

Aku dan Wify sendiri tentu saja sudah terpikir hal itu, maksudnya panggilan ortu oleh anak. Wify yg punya ide untuk panggilan bagi kami bertiga, dan aku cukup pasrah dan terima saja dengan ide2nya Wify, lah wong memang menarik dan lucu, jadi kenapa mesti diprotes?

Muncullah istilah Pibi, Bubi, dan Embi.

Embi sendiri muncul karena kami merasa kehadiran neng Mikaila ini adalah sebuah keajaiban (miracle). Bagaimana tidak disebut keajaiban, karena usai 3 tahun berikhtiar untuk menyembuhkan penyakit, ehhhh...alhamdulillah,tak dinyana dan tak disangka Mika muncul. So, Wify akhirnya memberi nama eMBi, dari Miracle Baby.

Sementara untuk Pibi dan Bubi sendiri berasal dari ide berikut. Pibi = Papa Bear (maklum, saat itu beratku sempat mencapai angka 72 kg, dan sering dibilang mirip beruang, ahhaha). Disebut pibi agar lebih mudah saja mengucapkannya. Bubi sendiri bisa berarti Bunda Bee (Wify adalah penggemar berat hal2 yg berbau lebah).

Akhirnya, ketiga nama inilah yg melekat di diri kami bertiga. Jikalau nanti eMBi/Mika punya adik, tentu saja akan punya nama panggilan sendiri. Sebaiknya berakhiran -bi juga (hanya saja, yg pasti bukanlah BABI, hahaha). Ah, ndak usah dulu mikir nama panggilan adiknya eMBi, lah wong nampaknya belum akan muncul dalam waktu dekat.

Moral story:
- nama panggilan ortu bervariasi, tergantung waktu dan daerah.
- setiap anak (dan orang) itu unik, maka sebisa mungkin buatlah sesuatu yg unik pula bagi mereka.
- buat dan gunakan panggilan ortu yg lucu dan akrab, agar anak merasa akrab dan tidak jauh dari ortu.

Posted on Thursday, November 04, 2010 by M Fahmi Aulia

5 comments

10/27/2010



Berawal dari plurknya si Werekitten di sini, aku tertarik untuk berbagi pengalaman dengan teman2, mengenai cara berburu tiket (pesawat) yang murah.

Nope...ini bukan promosi tiket yg sering dilakukan oleh beberapa airlines, justru ini adalah 'trik' dari para airlines utk mendapatkan penumpang yg loyal. Dengan trik ini, anda bisa mendapatkan tiket pesawat dengan harga yg cukup miring.

Jadi begini, harga tiket pesawat terbang itu pada dasarnya bervariasi. Ada beberapa parameter yg mempengaruhi harga tiket pesawat:
1. Rentang waktu pemesanan tiket menuju jadwal/hari keberangkatan. Maksudnya, jika anda hendak pergi tgl 4 November 2010, anda akan mendapat harga tiket yg berbeda jika anda memesan tgl 20 Oktober 2010 ataupun tgl 1 November 2010.

2. Event. Ini sih sudah pasti. Menjelang lebaran, natal, dan tahun baru, anda akan dapati harga tiket akan melonjak hebat, membuat mata anda melotot dan dompet menipis dg cepat, haha.

3. Kelas. Ini juga sudah pasti. Ekonomi dan bisnis jelas beda lah, lha wong kenyamanannya juga beda.

Nah, aku pernah diberitahu salah seorang kenalanku, bahwa sebenarnya tiket pesawat itu ada subsidi silang. Dan 'celah' inilah yg hendak kita incar!

Jadi, jika dalam 1 pesawat ada 40 tempat duduk, ada pembagian harga tiket. 20 tiket harga mahal (terutama ditujukan utk yg memesan di last minute, lihat poin 1, atau utk event2 tertentu, lihat poin 2), lalu 15 tiket harga 'standar' dan 5 tiket harga MURAH! Komposisinya tidak pasti, ini hanya gambaran kasar saja.

Berdasarkan pengalaman kenalanku itu, dia mendapatkan tiket murah (dengan definisi murah = harga bisa 20-30% lebih murah dari harga tiket standar) dengan cara:
1. memesan tiket 1 minggu sebelumnya

2. minta ke pihak airline utk mesan tiket murah. aku lupa istilahnya. oya, telpon pihak airlinenya sebaiknya pagi, sebelum jam 9. menurut kenalanku, siang dikit (sekitar jam 9), tiket murah ini sudah tidak ada.

Kenalanku itu memesan tiket Gar*da dengan tujuan Padang. Tiket normal sekitar 400 ribu, dia bisa dapat 300 ribu kurang (seingatku).

Anda mau coba? Semoga berhasil dan selamat jalan2!!

Moral story:
- bepergian dg pesawat itu menyenangkan. cepat sampai...meski harganya ya agak mahal.
- sebenarnya ada tiket2 murah yg ditawarkan oleh airlines, namun tidak diumumkan.
- cara di atas bukan jaminan berhasil. kenalanku mencobanya di tahun 2007, hehe.

Posted on Wednesday, October 27, 2010 by M Fahmi Aulia

5 comments

10/26/2010



Sudah beberapa hari ini aku menyukai sebuah lagu yg mempunyai irama/beat cukup 'kencang' sehingga (menurutku) lagu ini cocok untuk memompa dan menaikkan semangat (kerja). Selidik punya selidik, ternyata lagu ini dibawakan oleh Maylaffayza, salah satu artis yg cukup aku sukai, terutama penampilannya saat bermain biola.

Ubek2 youtube, dapat video clipnya. Dari sini aku dapatkan liriknya.

Enjoy!!




O..e..o.. o..e..o.. o..e..o..
O..e..o.. o..e..o.. o..e..o..

Hariku indah, hidupku cerah
Marilah kita nyanyikan o..e..o..
Hatiku jernih, tekadku bulat
Marilah kita sorakkan o..e..o..

Un dos tres
Marilah.. Sukaria
Teruslah.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tersenyum.. Sukaria
Tertawa.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria

O..e..o..

Hariku indah, hidupku cerah
Marilah kita nyanyikan o..e..o..
lyricsalls.blogspot.com
Hatiku jernih, tekadku bulat
Marilah kita sorakkan o..e..o..

Un dos tres
Marilah.. Sukaria
Teruslah.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tersenyum.. Sukaria
Tertawa.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tangismu.. Sukaria
Harumu.. Sukaria
Lepaskan.. Sukaria
Rasamu.. Sukaria
Saatnya.. Sukaria
Rasakan.. Sukaria
Harimu.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria

O..e..o.. o..e..o.. o..e..o..

One two three four
Sukaria, sukaria, sukaria, sukaria
Sukaria, sukaria, sukaria, sukaria
Sukaria, sukaria, sukaria, sukaria

Janjiku rayakan sukaria ini sekarang
Janjiku rayakan sukaria ini bersama-sama

Marilah.. Sukaria
Teruslah.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tersenyum.. Sukaria
Tertawa.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tangismu.. Sukaria
Harumu.. Sukaria
Lepaskan.. Sukaria
Rasamu.. Sukaria
Saatnya.. Sukaria
Rasakan.. Sukaria
Harimu.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria

Marilah.. Sukaria
Teruslah.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tersenyum.. Sukaria
Tertawa.. Sukaria
Rayakan.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria
Tangismu.. Sukaria
Harumu.. Sukaria
Lepaskan.. Sukaria
Rasamu.. Sukaria
Saatnya.. Sukaria
Rasakan.. Sukaria
Harimu.. Sukaria
Hidupmu.. Sukaria

Posted on Tuesday, October 26, 2010 by M Fahmi Aulia

1 comment

10/23/2010



Akhirnya aku tambahkan juga fitur ini. Iseng2 saja, untuk melengkapi template blog yg sudah mirip dg Facebook.

Tutorialnya bisa diambil dari sini. Cukup mudah untuk diimplementasikan kok. :-)

Gambar diambil dari sini.

Moral story:
- jangan tanggung2 jika hendak menambah fitur/aksesoris
- pastikan fitur tambahan tidak terlalu memberatkan

Posted on Saturday, October 23, 2010 by M Fahmi Aulia

2 comments



Sebuah kendaraan bermotor membutuhkan tune up, yakni sebuah proses 'pembenahan' dan penyetelan ulang komponen2 dan mesin2 di dalamnya. Tujuannya? Tentu saja untuk memperbaiki kondisi serta mendapatkan kinerja yg optimal. Dengan demikian, si pemilik kendaraan tentu akan semakin nyaman dalam menggunakan kendaraan bermotor.

Tune up bisa dilakukan oleh banyak pihak, bahkan oleh diri anda sendiri. Hanya saja, aku yakin tune up-nya tidak akan optimal, kecuali anda memenuhi 2 syarat berikut. Pertama, anda benar2 paham dengan mesin. Yang kedua, anda memiliki peralatan yang dibutuhkan untuk tune up.

Walhasil, aku yakin kebanyakan dari pembaca artikel ini setuju jika tune up dilakukan di bengkel. Di sana terdapat montir dan peralatan yang menunjang kegiatan ini.

Pilihan berikutnya, bengkel resmi atau tidak resmi? Bengkel resmi tentu akan menjadi pilihan pertama, JIKA PUNYA DUIT, hehehe. Alasannya jelas. Bengkel resmi mempunyai staf yg handal, peralatan yg lengkap (dan canggih) dan punya kinerja yg standar. Dengan demikian, bisa dipastikan kualitas kerja mereka bisa dipertanggungjawabkan. Bisa dikatakan bahwa bengkel resmi menyandang 'beban' merk. Logikanya, bengkel resmi ini tidak akan sembarangan dalam bekerja.

Akan tetapi jangan salah, bukan berarti bengkel tidak resmi kualitasnya jelek. Jika anda sempat berjalan-jalan di Jakarta di akhir pekan, cobalah lewat di daerah Warung Buncit. Anda akan melihat banyak bengkel (tidak resmi) yg begitu penuh dengan para pelanggan mereka.

So, dengan kata lain, resmi dan tidak resmi sebenarnya sebuah alternatif ataupun pilihan. Kualitas bukanlah jaminan.

Dan itu yg aku alami, kekecewaan usai menggunakan jasa sebuah bengkel resmi.

Cerita dimulai tgl 9 Oktober 2010 lalu. Kebetulan ada urusan di Bandung, maka aku sempatkan diri untuk mengunjungi sebuah bengkel resmi di daerah Pasteur. Tujuannya jelas, untuk mencek kondisi kendaraan, tune up. Selain itu, aku minta untuk dicek kondisi lampu belakang dan kondisi lampu depan.

Kendaraan masuk sekitar jam 11 lebih sedikit dan bisa diambil sekitar jam 3. Cukup lama menurutku, tapi it's ok, aku tidak mau ambil pusing. Toh aku jadi bisa melakukan beberapa kegiatan lainnya.

Sayangnya, saat aku ambil kendaraan, aku merasakan beberapa ketidakberesan. Ketidakberesan ini diperkuat pada saat aku dan keluarga (Wify dan Mikaila serta Nenek) kembali ke Jakarta, di antaranya:

- Kondisi mesin yg malah memburuk. Jika sebelumnya aku bisa memacu di angka 140 km/jam, maka usai 'tune up' (sengaja aku beri tanda kutip) malah kecepatannya mentok di angka 100 km/jam.

- Hal lain yg menjengkelkanku adalah mesin menjadi sering 'loss power'. Jadi, jika kita sedang di jalanan yg menanjak, meski sudah ambil ancang2, katakanlah mobil sedang dipacu pada kecepatan 80 km/jam, maka kecepatan mobil akan mendadak turun hingga 20 km/jam. Dan ini JELAS MEMBAHAYAKAN KESELAMATAN, baik si pengguna kendaraan maupun pengguna jalan yg lain!!! Akibatnya, aku seringkali mesti minggir ke kiri untuk memberi kesempatan mobil lain untuk menyusul. Yang menyedihkannya, truk gandeng pun bisa menyusul kami, saking pelannya kendaraan kami melaju!!

- Penyakit lain yg tiba2 muncul adalah mesin yg kurang responsif. Apabila aku sedang berhenti karena lampu merah, maka pada saat hijau, kendaraan akan menjadi 'bloon' dan telmi, karena meski aku sudah meng-gas, tapi jalannya begitu lambat. Mirip dg poin sebelum ini. Efeknya jelas, aku sering diklakson oleh para pengguna kendaraan di belakangku!

- Mesin yg tidak bisa diatur. Ada kalanya aku meng-gas, mesin cenderung pelan dan lambat bereaksi. Namun, terkadang saat aku tidak terlalu nge-gas, eh...si mesin 'loncat' ke depan dan menggerung2. Efeknya jelas, BOROS BENSIN!!

- Lampu kanan depan tidak diperhatikan. Walhasil, masih tetap mati!

Hari Minggu pagi, 10 Oktober 2010, aku menelpon lagi ke bengkel dan mendapat jawaban dari petugas piket agar membawa kendaraan di hari Senin utk diperiksa ulang. Tentu saja jawaban ini aku tolak mentah-mentah, mengingat Minggu sore kami mesti segera kembali ke Jakarta.

Dan sebagai konsekuensinya, selama seminggu, aku mesti tabah menghadapi sekian penyakit tersebut! Hingga akhirnya aku berkesempatan lagi datang ke Bandung tgl 16 Oktober 2010. Aku kembali ke bengkel tersebut, mengeluhkan hasil tune up yg tidak ok. Bukan tune up jika begini, tapi tune down! Heheh...

So, seorang staf kembali membawa kendaraanku untuk diperiksa. Seraya menunggu kendaraan diambil, aku kembali beraktivitas.

Di tengah aktivitasku, aku ditelpon oleh staf bengkel. Sebuah PERTANYAAN (aku sebut sebagai sebuah TUDUHAN) YG MENYAKITKAN DAN TIDAK BERDASAR dilontarkan oleh mereka. Dia bilang begini (lebih kurang, agak lupa detilnya),"Pak, apakah setelah dari bengkel kami, Bapak pernah mengubah setting kendaraan Bapak di bengkel lain? Karena kami lihat settingannya sudah berubah!"

SEBUAH BENTUK KEKURANGAJARAN DAN CARA UNTUK MENGHINDARI TANGGUNG JAWAB!!

Bagaimana tidak kurang ajar, aku sudah jawab bahwa aku TIDAK PERNAH MENGUBAH APAPUN usai dari bengkel mereka, staf tetap ngotot bahwa settingan mesin berubah! Nyaris aku emosi berat dg tuduhan ini! Aku jawab,"USAI DARI BENGKEL BAPAK, SAYA TIDAK PERNAH MENGUBAH APAPUN! LAGIPULA SAYA LEBIH SUKA PAKAI BENGKEL RESMI, BUAT APA SAYA MESTI MENGUBAH DI TEMPAT BUKAN RESMI?"

Singkat cerita, aku bisa mengambil kendaraan. Si staf mengatakan bahwa kendaraan sudah bisa mencapai kecepatan 140 km/jam. Aku tidak yakin hingga aku bisa mencobanya sendiri. Demikian juga dg pernyataan dia bahwa responsif mesin sudah membaik, tidak serta merta aku percaya. Si staf sempat menawarkan untuk mencuci kendaraan, namun aku tolak.

Saat aku cek kondisi kendaraan, ternyata kembali aku dibikin kecewa oleh kinerja bengkel ini.

- Sabuk pengaman penuh dengan oli.

- Karpet juga penuh dg jejak oli dari kaki (terlihat dari bentuk tapak kaki).

- Responsif mesin masih tidak normal, meski agak lebih baik dari minggu lalu.

- Lampu kanan depan tidak diganti karena TIDAK ADA BOHLAM LAMPU 100 WATT.

Yang mengesalkan, saat aku komplain lagi ttg hal ini, aku diminta datang lagi hari Senin (18 Oktober 2010) atau Sabtu depan (23 Oktober 2010/hari ini). Usai diskusi dengan Wify, aku putuskan untuk BERHENTI menggunakan jasa bengkel ini untuk memperbaiki kondisi kendaraanku. Biaya, tenaga dan waktu bolak balik Jakarta-Bandung malah terbuang lebih banyak sementara outputnya tidak sesuai dengan yg diharapkan.

Ah, intinya, layanan resmi ternyata mengecewakan!

Gambar dari sini dan bukan yg sebenarnya.

Moral story:
- bengkel resmi tidak menjamin hasil kerjanya bisa diandalkan

Posted on Saturday, October 23, 2010 by M Fahmi Aulia

3 comments

10/20/2010



Hari ini kita memasuki salah satu tanggal yg unik, yakni 20-10-2010, yg bisa dituliskan sebagai 20102010. Sebuah waktu yg sedemikian unik, sama seperti 10-10-10 yang konon membuat para penghulu kelabakan saking kebanjiran order, gara2 banyak calon pengantin yg meminta mereka datang utk meng-sah-kan pernikahan mereka.

Aku sendiri tertawa geli melihat begitu banyak orang yg terobsesi dg tanggalan unik seperti ini. Well, jika untuk mengenang momen, bolehlah dan masuk akal jika banyak orang berlomba untuk menikah di tanggal istimewa tersebut.

Seorang temanku memilih tanggal yg unik juga untuk pernikahannya. Dia dan istrinya menikah di tgl 11-10-09. Hahaha...lucu juga, tanggalannya hitung mundur. Semoga saja pernikahannya tetap maju, tidak lantas ikut2 mundur, hahaha.

Intinya, jika menggunakan tanggal2 unik untuk mengenang MOMEN PERNIKAHAN, aku tidak keberatan.

Hanya saja, saat aku membaca tweet Amril ini, aku terhenyak. Di sana tertulis
Besok, ada kawan siap melahirkan secara Caesar di angka unik 20-10-2010. Unik dan sbh cara mengingat yg monumental :)

Sejenak, aku merasa deja vu. Hal yg sama, NYARIS aku lakukan ke Mika. Di bulan Mei, akhir bulan, aku dan Wify sempat berpikir agar Wify melakukan operasi cesar di tgl 27 Mei. Alasannya agar ulang tahun Mika sama dengan ulang tahunku.

Namun, keinginan ini, alhamdulillah, kami batalkan. Penyebab utamanya adalah, melakukan operasi cesar dg pertimbangan tanggal adalah BENTUK EGOISME ORANG TUA dan KESOMBONGAN MANUSIA TERHADAP SANG PENCIPTA!

Bagaimana tidak?

Anak yg berada di dalam kandungan normal tentulah sudah mempunyai jadwal lahir yg telah disesuaikan dengan perkembangan badan (dan mental) si anak. Dengan melakukan operasi cesar, terutama jika BUKAN KONDISI DARURAT, sebenarnya si ortu telah menyetir kehidupan si anak.

Aku yakin salah 1 alasan klise si ortu karena ortu berniat baik, karena dg tgl istimewa tersebut, maka akan mudah diingat. Tapi di sisi lain, si ortu telah merampas (dengan sengaja walaupun tidak sadar) kebebasan si anak untuk menentukan waktu lahirnya sendiri.

Dengan semena-mena, karena egonya, si ortu menyuruh anaknya, yg seharusnya masih mengenyam kehangatan dunia rahim si ibu, untuk keluar secara paksa dan dihadapkan dengan kerasnya hidup di dunia.

Operasi cesar sebenarnya mempunyai kelemahan besar, yakni pertama, sulit keluarnya ASI si ibu. Kedua, waktu penyembuhan yg lebih lama.

Dengan demikian, ego ortu telah menyebabkan 2 kerugian kepada si bayi, yakni waktu lahir yg dipaksakan dan kian lamanya si bayi untuk bisa merasakan asi. Selain itu, egoisme ini juga menyebabkan si ibu menderita lebih lama.

So?

So, aku merasa prihatin dan kasihan dg ortu2 yg memaksakan anaknya lahir karena momen. Sayang sekali wahai orang tua yg tidak bijak, anak anda menjadi korban egoisme anda.

Aku tidak bisa bayangkan, bentuk egoisme apalagi yg akan dilakukan ortu2 tersebut kepada anaknya.

Gambar diambil dari sini.

Moral story:
- kita akan sering dapati tanggal2 yg unik.
- keunikan tanggal sebenarnya bergantung dari sisi kita mengisi hari tersebut.
- operasi cesar hendaknya tidak dilakukan sembarangan, kecuali benar2 nyawa bayi dan ibunya dipertaruhkan.
- ternyata banyak ortu yg egois, dengan memaksa anaknya lahir melalui operasi cesar pada tanggal2 yg unik.

Posted on Wednesday, October 20, 2010 by M Fahmi Aulia

2 comments

10/12/2010



Selama 2 hari ini, aku membaca berita bahwa nun di Taiwan sana, Indomie ternyata dilarang beredar. Alasan pemerintah Taiwan, Indomie mengandung bahan yg berbahaya, bahan pengawet yg terlarang, methyl p-hydroxybenzoate dan benzoic acid. Dua unsur itu hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik.

Ini sungguh mengherankan, karena sebenarnya Indomie sendiri sebenarnya sudah diekspor ke berbagai selama lebih dari 20 tahun. Bahkan jika anda pernah ke Belanda, Indomie merupakan salah satu makanan yg populer.

Dari bapak ini, aku dapatkan informasi bahwa sebenarnya kedua zat tersebut tidak berbahaya untuk makanan (silakan baca di sini).

Aku sendiri salah satu 'penggila' Indomie, terlebih lagi saat masih kuliah. Sehari bisa 3x makan Indomie, sekali makan bisa 2 bungkus dg 2 telor! Hahaha. Sejak menikah, Wify sudah ancang2 untuk mengerem kegilaanku dg Indomie ini, sehingga hanya boleh makan Indomie tiap 3 hari. Menurut Wify, zat lilin yg ada di Indomie baru bisa terurai setelah 3 hari.

Yo wis, biar hidup makin sehat, aku ikuti saran Wify. Ndak ada ruginya toh?

Ok, kembali ke masalah Indomie ini. Kadang aku berpikir, orang Indonesia itu super ajaib dan punya daya hidupnya (survive) yg begitu tinggi. Bagaimana tidak? Di saat negara2 lain ribut dg kondisi dan komposisi makanan yg tidak sehat, alhamdulillah, orang2 Indonesia adem ayem saja. Tidak terlalu ribet dan panik. Barangkali ini memang anugerah dari-Nya.

Padahal jika ingat cerita teman2 dan adik2ku yg sempat mengenyam pendidikan/tinggal di luar negeri, biasanya pada saat mereka kembali ke Indonesia lalu makan masakan Indonesia (apalagi yg di pinggir jalan), dijamin berbagai penyakit akan menyerbu mereka. Aku ingat, ada kenalan yg 3-4 tahun di Belgia (atau Swiss ya?) lalu saat pulang ke Bandung beli batagor. Dan ybs sukses mencret selama 1 minggu.

Sempat beredar isu, bahwa isu ini sengaja ditiupkan untuk menurunkan nilai saham Indofood. Pada saat nilai saham turun, akan diserbu dan diborong oleh orang2 tertentu.

Ckckckc...persaingan bisnis memang kejam!!

Oya, omong2, bagaimana dg seseorang yg menggunakan jingle Indomie utk kampanye kemarin ya? Apakah ybs juga berbahaya? Xixixi...

Ah, sudahlah, lebih baik makan Indomie rasa mie goreng saja, favoritku. Errr...wait...ternyata Wify melarang, karena baru kemarin aku makan. Haiyaahhh... nasib...nasib...

Moral story:
- Indomie itu wenaaakkk...
- Nampaknya ada yg hendak memancing di air keruh
- Apa rasa Indomie kesukaan anda?
- Jika Indomie berbahaya, tdk perlu kuatir. Masih ada Sarimi, Mie Sedap, Sarimi, hahaha..

Gambar dari sini.

Posted on Tuesday, October 12, 2010 by M Fahmi Aulia

5 comments



Tak terasa, blog ini telah kosong selama beberapa waktu.
Kesibukan telah banyak kulalui, terutama 1-2 bulan terakhir.
Dan kini saatnya aku menunggu untuk masa depan yg lebih baik.

Foto dari sini.

Posted on Tuesday, October 12, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

9/19/2010



Blah, walau aku orangnya hi-tech *halah*, tapi ternyata mengalami kejadian ini, lupa password! Password yg aku lupa, untungnya, 'cuma' password aplikasi Kaspersky-ku. Jadi, aku pasang password di aplikasi Kaspersky yg aku install. Gunanya jelas, agar tidak sembarangan orang bisa mengubah konfigurasinya.

Nah, entah kenapa, sejak lisensinya out of date sekitar 1/2 bulan lalu, saat aku instal KIS 2011, passwordnya yg aku masukkan kok dianggap salah?! Padahal aku ingat banget, passwordnya yaaa itu2 saja dan ga diubah.

Untungnya, aku berhasil temukan solusinya di sini. Sekarang si Banzire sudah menggunakan KIS 2011.

Gambar dari sini.

Moral story:
- hati2 jika hendak meng-set password, kalo lupa bisa berabe
- untuk Kaspersky, sebaiknya tidak perlu set password2an, bikin ribet :p

Posted on Sunday, September 19, 2010 by M Fahmi Aulia

1 comment

9/18/2010



Anda-anda sekalian pasti pernah kan melakukan apa itu yg disebut menunggu? Pekerjaan yg super duper membosankan kan? Apalagi jika orangnya memang dikenal sbg tukang ngaret. Pengen banget menthung atau bahkan meninggalkan/membatalkan janjian. Well, sebenarnya tidak semua menunggu itu terkait dengan orang. Ada banyak hal yg terkait dg aktivitas menunggu.

Berikut ini aku tuliskan 10 kegiatan menunggu yg paling menyebalkan.

10. Menunggu angkutan umum.
Sudah bukan rahasia lagi, menunggu angkutan umum adalah salah satu kegiatan menunggu yg menyebalkan. Terutama jika hujan deras mengguyur, lalu kita ga bawa payung atau jas hujan. Sudah gitu, saat menunggu, eh, di sebelah kita ada yg ngajak kenalan, sok kenal sok dekat gitu. Ihhh...ndak banget deh! Belum lagi, kalo saat nunggu, eeehh...kesiram air dari jalanan, gara2 ada kendaraan yg lewat.

9. Menunggu week end.
Setiap hari Senin, orang2 sudah ga sabar utk menunggu week end. Utk itu, berbagai aktivitas dilakukan utk menunggu datangnya week end. Ada yg kerja dg semangat, ada yg malas2an. Yg paling kasian itu adalah yg saking sibuknya kerja lalu ga pernah merasa ada week end.

8. Menunggu gajian dan THR.
Nah, buat para kuli alias orang2 yg bekerja di perusahaan orang, menunggu waktu gajian dan THR bisa dikatakan saat2 yg menegangkan dan menyebalkan. Bagaimana tidak? Gajian tgl 25, eh tgl 26 sudah habis. Itu berarti dia mesti menunggu 30 hari lagi utk dapat duit. Sama saja dg THR, mesti nunggu setahun, utk dihabiskan dalam waktu sejam (atau malah kurang).

7. Menunggu sidang akhir.
Bagi para mahasiswa, entah itu S1, S2, atau S3, menunggu sidang akhir adalah saat2 yg menyebalkan. Deg2an, nervous, kalang kabut adalah sebagian hal yg akan dialami oleh mereka. Bahkan ada yg sampai sidang S3-nya ga kelar2, entah apa yg ditunggu kalo ini sih, ehehhe.

6. Menunggu pengumuman UMPTN/masuk perguruan tinggi yg diinginkan.
Usai UMPTN,SPMB, atau apapun itu namanya, dijamin banyak siswa2 (lulusan) SMA atau sederajat yg deg2an menunggu kabar, apakah mereka diterima di tempat yg mereka inginkan? Atau malah harus mengulang lagi tahun depan?

5. Menunggu adzan magrib.
Nah, kalo ini hanya terjadi saat Ramadhan. Semua orang mendadak jadi ga sabar menanti kedatangan adzan magrib. Termasuk aku, ahhaha.

4. Menunggu kelahiran anak.
Bagi yg sudah berkeluarga, walaupun sudah punya anak 1/2 lusin, proses menunggu kelahiran sang anak bisa dikatakan merupakan aktivitas yg deg2an sekaligus menyebalkan dan menegangkan (eh, redundan, gpp lah). Apalagi jika si bapak tidak boleh masuk. Dia bakal H2C (harap harap cemas) menanti suara bayi terdengar dari dalam ruangan bersalin. Menyebalkan juga akan dialami saat menunggu proses bukaan (dari bukaan 1 ke bukaan 10).

3. Menunggu diterima atau ditolak cinta.
Buat para cowo2 (atau bahkan juga cewe) yg telah menyatakan cintanya kepada yg dicintainya, menunggu pernyataan diterima atau ditolak adalah hal yg bisa dikatakan menyiksa. Lha gimana ga menyiksa, ybs bisa saja 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, atau malah ga pernah kasih batas waktu mau kapan kasih jawaban. Kalo sudah stres gara2 nunggu, mungkin bisa melamar ke RSJ setempat.

2. Menunggu panggilan interview (termasuk diterima atau tidak)
Sebenarnya ini mirip2 dg no 6. Bedanya kalo ada sekian tahap yg telah dilewati utk melamar pekerjaan, interview adalah hal terakhir yg mesti dilalui sebelum akhirnya (kemungkinan) bisa diterima kerja. Meski ada juga yg menjadikan tes kesehatan sbg tanda dia diterima.

1. Menunggu para saksi mengucapkan "sah".
Percaya atau tidak, aku merasa menunggu kata "SAH" terdengar adalah hal yg paling menyiksa. Bagaimana tidak? Karena jika tidak sah, otomatis si pria mesti mengulang ijab kabul...dan itu bisa makin grogi, hahaha.

Anda setuju? Atau ada usulan lain?

Gambar dari sini.

Moral story:
- menunggu itu menyebalkan
- jangan sampai karena menunggu itu menyebalkan, kita malah membikin 'lawan' kita yg menunggu dan kita tenang2 saja ngaret
- menunggu itu tidak selalu terkait dg janji
- oya, artikel ini BUKAN promo lagu2nya Rhoma Irama ataupun anaknya, Ridho Rhoma

Posted on Saturday, September 18, 2010 by M Fahmi Aulia

1 comment

9/17/2010

Hari ini, 17 September, menjadi hari istimewa buatku, istriku, dan tentu saja anakku, neng Mika. Bagi kami berdua, 17 September menjadi tonggak 4 tahun kami menyandang status baru dengan memasuki tingkat kehidupan baru. Sementara bagi Mika,tgl 17 menjadikan dia 1 bulan lebih tua sejak kelahirannya di tgl 17 Juni lalu.

Maaf istriku, aku ndak bisa kasih hadiah macam2. 'Cuma' Neng Mika dan limpahan kasih sayang (serta materi tentunya, xixixi) yg bisa aku berikan. Semoga kita berdua bisa mendidik,mengasuh dan membesarkan neng Mika hingga dia bisa menjadi pribadi yg berguna bagi masyarakat sekitar.

si Mas Ganteng, Pibi

Posted on Friday, September 17, 2010 by M Fahmi Aulia

2 comments

9/13/2010



Sebenarnya unek-unek sudah lama ingin aku tuliskan, tapi baru sekarang kesampaian.

Topiknya, seperti tertera di judulnya, terkait dengan para pengguna jalan tol, yg menurutku kian banyak yg tidak beretika (entah memang sengaja, pura-pura tidak tahu, atau bahkan masa bodoh) pada saat mereka sedang berada di jalan tol. Herannya, orang2 tidak beretika ini sebenarnya berasal dari golongan org yg mampu, setidaknya jika dilihat dari jenis kendaraan yg mereka kendarai, tapi sayangnya (menurutku) mereka tidak berpendidikan.

Setidaknya ada 2 (dua) etika menggunakan jalan tol yg sering dilanggar (tidak dihiraukan) oleh para (jika aku boleh sebut) 'pengacau' ini.

Yang pertama, larangan menggunakan bahu jalan. Aku sering kesal dan merasa was-was terhadap para pengacau yg melanggar aturan ini. Bagaimana tidak? Melanggar aturan ini berarti akan membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain (sesama pengguna jalan tol).

Sudah sering diingatkan bahwa bahu tol itu digunakan untuk DARURAT ataupun untuk BERHENTI (karena mogok/ban bocor/masalah lainnya). Dan anehnya, mendadak semua orang merasa dirinya dalam keadaan darurat, sehingga mereka dengan semena-mena waka waka e'eeee...ups, maaf, maksudku, mereka merasa berhak menggunakan bahu jalan itu untuk kepentingan pribadi mereka (baca: ngebut untuk lebih cepat mencapai tujuan mereka).

Tidak heran jika di jalan tol (terutama jalan tol dalam kota Jakarta) seringkali ada patroli yg tidak segan menangkap dan menilang para pelanggar ini. Akan tetapi, sayangnya, kita sudah tahu sama tahu. Banyak terjadi persekongkolan antara si pelanggar dan penindak (petugas). Walhasil, hal ini tidak efektif.

Mengapa menggunakan bahu jalan membahayakan diri sendiri dan orang lain? Satu ketika, aku pernah bersama temanku yg menyetir, menuju ke sebuah tempat (masih di dalam kota). Untuk mempersingkat waktu, kami menggunakan tol dalam kota Jakarta. Dan temanku ini nampaknya sedang tergesa-gesa, sehingga seringkali menggunakan bahu jalan (kiri) untuk menembus kemacetan.

Terus terang, aku cuma bisa berdehem, kesal dan berdoa saja dengan tindakan ini. Dan benar juga, satu waktu dia hendak gunakan bahu jalan, eh, mendadak aku melihat ada truk sedang berhenti di pinggir jalan (nampaknya sedang ada masalah). Spontan, aku berseru mengingatkan dia. Dampaknya, terjadilah 'bantingan' stir yg cukup mendadak, karena dia sebenarnya sudah separuh jalan untuk mengambil bahu jalan.

Tidak bisa aku bayangkan jika temanku tetap ngotot hendak mengambil bahu jalan, terutama karena tidak tahu. Bisa-bisa aku yg ada di sebelah kiri bisa menjadi korban akibat tindakan konyolnya!

Akhirnya aku yg menjadi lebih cerewet utk mewanti-wanti dia utk tidak menggunakan bahu jalan. Dampaknya tidak banyak, ybs masih suka menggunakan bahu jalan. Well, setidaknya aku sudah memperingatkan dia. Jika dia tetap bandel, yaaa silakan terima akibatnya. Hanya saja, aku tidak mau lagi menjadi (calon) korban kekonyolan dia dan kini lebih memilih duduk di kursi belakang dia.

Yang kedua, mengenai aturan penggunaan jalur. Sudah ditetapkan oleh pihak penyedia jasa jalan tol, bahwa jalur paling kiri digunakan oleh truk/bus, lalu sebelah kanannya utk kendaraan (pribadi) dg kecepatan rendah, dan 1-2 jalur di sebelah kanannya digunakan untuk menyusul.

'Begonya', seringkali kita temui orang2 dg laju kendaraan yg lambat (jika tidak ingin dikatakan super lemot) menggunakan jalur PALING KANAN untuk berkendara! Ok, jika kondisi jalan memang macet, aku pun bisa maklum. Namun, jika jalanan kosong, lalu mereka 'hanya' berkendara dg kecepatan 60 km/jam (max di 80 km/jam) lalu dengan santainya berjalan 'beringsut-ingsut' sementara orang2 ingin segera tancap gas, menurutku para pengacau ini benar2 dodol lah!

Kasus ini seringkali aku temui. Bahkan kaconya lagi, para pelanggar ini seringkali berlindung dg cara memasang atribut militer. Kesannya, orang MILITER BOLEH MELANGGAR, dg cara BERJALAN LAMBAT DI JALUR CEPAT.

Jika aku temui kondisi seperti ini, seringkali aku mengklakson mereka atau menyalakan lampu sign belok kanan, terkadang dengan kedipan lampu jauh. Tujuannya jelas, minta jalan agar aku bisa segera mendahului mereka.

Berdasarkan tata cara dan sopan santun lalu lintas di Indonesia, ehm, tindakanku di atas sudah tepat. Alias 'kulo nuwun'nya sudah tepat. Kasih dulu 'kedipan' lampu jauh. Jika masih ngeyel, gunakan lampu sign belok kanan. Masih ngotot? Ok, nyalakan klakson (seraya tetap nyala lampu sign kanannya).

Celakanya, jika kita berhadapan dengan orang2 SUPER DODOL, yg aku sendiri jadinya meragukan dan bertanya-tanya, orang2 seperti itu kok bisa (dibolehkan) mendapat SIM? Jawabannya sudah pasti, orang2 seperti itu biasanya memang 'nembak' utk mendapatkan SIM, alias sebenarnya mereka tidak kompeten untuk bersliweran di jalan raya (dengan menggunakan kendaraan bermotor). Lha wong aturannya saja mereka tidak tahu, tidak dipatuhi, bahkan tidak mau tahu, lantas 'gelar' apalagi yg layak mereka terima?

Tenang, ada solusinya utk hal di atas. Anda 'terpaksa' mesti menyalip kendaraan gemblung ini dari sebelah kiri. Well, memang tindakan ini berbahaya dan melanggar aturan. Pertama, jika ada mobil dari kiri belakang yg sedang ngebut dan terkejut melihat atraksi anda yg (mungkin) secara tiba2 mengambil jalurnya dia untuk menyalip kendaraan di depan kita. Kecelakaan jelas terjadi. Dan anda 'patut' dan 'wajar' disalahkan karena tindakan anda tersebut sebenarnya sudah melanggar aturan berkendara di jalan (terutama jalan tol) yakni menyalip dari sebelah kiri.

So, jika terjadi kecelakaan dan/atau hal2 yg tidak diinginkan, anda jelas bersalah.

Bagaimana jika bersabar? Wah, aku sendiri seringkali sudah menahan kesabaran sedemikian rupa, sehingga aku tidak sampai memaki dan melakukan tindakan yg tidak pantas terhadap orang2 bodoh itu.

Anda sendiri bagaimana mengatasi (setidaknya) 2 kasus di atas? Share di sini yak? :-)

Moral story:
- banyak pengguna jalan (tol) tidak memiliki aturan
- pengawasan yg lemah dan kongkalingkong dalam pembuatan SIM mengakibatkan banyak pengemudi tidak laik (dan berbahaya) bersliweran di jalan raya, mengancam keselamatan dirinya, penumpangnya, dan pengguna kendaraan lain
- dari sekian banyak pelanggar peraturan, urusan melanggar bahu jalan dan penggunaan jalur merupakan 2 hal yg paling aku benci

Posted on Monday, September 13, 2010 by M Fahmi Aulia

1 comment

9/07/2010

Tempo hari aku pernah menulis kejengkelanku ttg Foursquare (4sq). Tulisan tersebut menitikberatkan pada kotornya garis waktu (timeline) Twitterku akibat dipenuhi info2 yg tidak penting buatku. Padahal, aku follow seseorang dengan niat mendapatkan info2 yg bermanfaat.

Akhirnya aku temukan cara, meski belum cukup efektif. Setidaknya, solusi ini cukup berhasil di Tweetdeck, yakni dengan melakukan filtering. Semua kata yg ada unsur 4sq, aku 'filter' sehingga tidak muncul di timelineku. Lumayan, aku bisa membaca info2 (yg lebih) penting lainnya, hehehe. Sayangnya belum semua aplikasi Twitter ada fitur filtering ini. Uber Twitter dan Seesmic belum support, sehingga jika aku baca Twitter melalui BB, masih saja muncul pesan2 'sampah' itu.

Hal lain yg membuatku benci 4sq, adalah rebutan menjadi mayor (oh, plis dehhh). Ga penting banget! Jadi ingat waktu aku SD, selalu ada teman2 yg main klaim untuk tempat duduk. Dengan semena-mena, mereka mengusir teman2 yg sudah duduk di situ, karena mereka beranggapan tempat duduk itu adalah milik mereka. Bah..main klaim ga manfaat! Childish banget!

Selain itu, ajang pamer juga menjadi hal yg kubenci dari 4sq. Ok, kamu2 sekalian sudah pernah ke sana (satu tempat). So what? Bangga?

Ok, berikutnya adalah berburu badge. Mirip2 dengan di Plurk, kita bisa dapatkan badge tertentu jika kita berhasil 'break' sebuah aturan. Seru? Menurutku sih tidak. Jika dibandingkan dengan badge yg ada di selendang Pramuka (hayoo masih ada yg inget ga?), jelas beda banget bedanya lah.

Poin berikutnya, hmmm...pengguna 4sq bisa menjadi target kejahatan. Let's say, seorang penjahat yg melengkapi dirinya dengan gadget dan kemampuan serta pengetahuan di jejaring sosial. Dia bisa menarget dan mempelajari perilaku calon korbannya dari kebiasaan si calon korban (salah satunya) di 4sq. Dia tahu rumahnya, kapan pergi, sedang di mana, dst dst. Dengan mempelajari hal ini, plus menghitung rentang waktu yg diperlukan utk beraksi, heyyy....tidak perlu Albert Einstein utk menyadari bahwa pengguna 4sq adalah sasaran empuk.

So, hingga saat ini aku TIDAK menggunakan 4sq sebagai mainanku, meski aku sudah menjadi user 4sq. Sekedar ingin tahu saja, tapi belum ada manfaat buatku.

Moral story:
- buat para pengguna 4sq, ga perlu sewot dg artikel ini
- selama tidak bermanfaat, aku tidak berminat
- pengguna 4sq bisa menjadi korban kejahatan

Posted on Tuesday, September 07, 2010 by M Fahmi Aulia

5 comments

8/27/2010



Menjelang lebaran, orang2 sudah ramai membicarakan THR (Tunjangan Hari Raya). Sudah menjadi kewajiban bagi para perusahaan yg berlokasi di Indonesia utk memberikan THR, karena sudah ada peraturannya (bisa diambil di sini).

Yang menjadi pertanyaan, berapa besar THR yg 'mestinya' kita terima? Aku kutip dari peraturan tersebut, tertulis:

Pasal 3

(1) Besarnya THR sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) ditetapkan sebagai berikut:
a. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar 1 (satu) bulan upah.
b. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja 3 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja, yakni dengan perhitungan:

(masa kerja/12) * 1 bulan upah

(2) Upah satu bulan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah uapah pokok ditambah tunjangan-tunjangan tetap.


Dengan demikian, jika si A punya gaji THP (Take Home Pay) sebesar Rp 5 juta, dengan rincian gaji pokok Rp 3,5 juta, lalu tunjangan2 kesehatan, transportasi, dan lain2 sebesar Rp 1,5juta, maka THR dia juga sebesar Rp 5 juta...BUKAN sebesar Rp 3,5 juta!

Lalu, ada hal yg menarik. Staf yg berhenti sebelum hari raya juga mendapat THR lho!

Pasal 6

(1) Pekerja yang putus hubungan kerjanya terhitung sejak 30 (tiga puluh) hari sebelum jatuh tempo Hari Raya Keagamaan berhak atas THR.


Sementara itu, bagi perusahaan yg TIDAK BISA MEMBAYAR THR sesuai dengan ketentuan pemerintah ini, diatur di pasal berikut:

Pasal 7

(1) Pengusaha yang karena kondisi perusahaannya tidak mampu mebayar THR dapat mengajukan permohonan penyimpangan mengenai besarnya jumlah THR kepada Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan.

(2) Pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud ayat (1) harus diajukan paling lambat 2 bulan sebelum Hari Raya Keagamaan yang terdekat.

(3) Direktur Jenderal Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan menetapkan besarnya jumlah THR, setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaaan keuangan perusahaan.

Pasal 8

(1) Bagi pengusaha yang melanggar ketentuan pasal 2 ayat (1) dan pasal 4 ayat (2), diancam dengan hukuman sesuai dengan ketentuan pasal 17 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja.

(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pelanggaran.


Jadi, bagaimana THR yg anda terima?

Moral story:
- THR adalah hak staf
- THR sudah diatur pemerintah
- Tidak bisa bayar THR sesuai aturan? Silakan perusahaan melobi kepada pihak/instansi terkait
- Karyawan yg resign bisa dapat THR

Posted on Friday, August 27, 2010 by M Fahmi Aulia

1 comment

8/23/2010




Tadi siang, aku mengunjungi Plaza Senayan. Nope, bukan untuk jalan2, apalagi belanja. Target utamanya adalah kantor sebuah perusahaan IT yg cukup besar dan ternama. Tujuannya, untuk membahas beberapa masalah di sebuah project yg never ending story, seperti plesetan nama perusahaan IT ini.

Usai rapat dan mendapatkan solusi (sementara, karena belum dicoba dan dites oleh anak buah), ternyata waktu sudah masuk Magrib. Keruan saja, aku pontang panting dari lantai 11 mencari tempat buka puasa. Untungnya, aku cukup kenal daerah Plaza Senayan, maklum...pernah ngetem di situ cukup lama.

Pilihan makanan akhirnya jatuh ke junk food ini. Pertimbangannya, ada paket lumayan murah. Ya sudah, aku dan teman kerja pesan 3 porsi.

Selama lebih kurang 12 tahun-an mengonsumsi junk food ini, sedikit banyak aku hapal urutan proses pembungkusan (karena kami hendak santap hidangan ini sambil kembali ke kantor). Urutannya: siapkan nampan, tanya pesanan, jika pesanan belum ada maka dia akan konfirm ke orang dapur utk sediakan. Selanjutnya, dia akan siapkan kentang, ambil pesanan, siapkan minuman.

Setelah itu, jika pesanan dibungkus, dia akan masukkan burger lalu kentang goreng ke dalam bungkus kertas. Berikutnya dia akan plastikin gelas minuman. Selanjutnya diserahkan ke pembeli.

Nah, aku melihat si staf McD itu mengambil bungkus kertas. Lalu aku bicara sesuatu dengan teman kerja, sehingga tidak sempat memperhatikan dg baik. Saat aku lihat kembali, si staf sedang memasukkan kentang goreng ke bungkus kertas.

So, tidak salah kan jika aku menganggap pesananku sudah lengkap?

Aku segera bergegas mengambil kantong plastik dan mengajak temanku pergi, menuju mushola di lantai 3, menuaikan sholat Magrib. Eh, saat hendak pulang barulah temanku cerita bahwa BURGERNYA KETINGGALAN!

What tje fuk!?

Walhasil, selama perjalanan ke Tebet, kami hanya makan kentang goreng dan minum. Sebuah 'cemilan' mahal seharga Rp 16.500 (termasuk pajak). Tapi ya sudahlah, kami relakan saja, daripada musti muter balik.

Hanya saja, kepikiran olehku, mesti jika ada kasus seperti ini, aku bisa claim burgerku yg ketinggalan di cabang McD yg lain. Well, tentu saja mesti ada bukti yg cukup kuat. Setidaknya, jika bisa claim seperti ini, orang2 akan lebih appreciate. Well, just my gocap.

Moral story:
- jangan lengah saat menunggu pesanan datang
- ternyata staf bisa saja melakukan SOP yg tidak biasanya
- pelanggan selalu dirugikan, jika di Indonesia

Posted on Monday, August 23, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

8/12/2010



Sebuah tindakan curang dilakukan oleh sebuah operator (tidak akan aku sebutkan, takutnya nanti pihak ybs segera melakukan 'perbaikan' dan menuntutku karena tulisan ini bersifat fitnah). Tindakan curang yg aku maksud terkait dengan RBT (ring backtone), sebuah layanan yg bisa 'dinikmati' oleh org yg menelpon, sehingga yg terdengar adalah bunyi musik (atau lainnya), seraya menunggu telponnya diangkat.

Kecurangan dilakukan dg memanfaatkan efek psikologis. Benar2 tricky menurutku. Cerdas...tapi merugikan orang.

Jadi pola kerjanya begini.

Katakan si A hendak menelpon si B. Si B ini sudah terpasang RBT X. Saat si A menelpon si B, otomatis RBT X ini akan bekerja. Efek psikologis bekerja saat si A mendengar isi RBT-nya.

"Jika anda ingin segera berbicara, maka tekanlah bintang bla bla bla"

Anda melihat efek psikologis yg aku maksud? Yak..yg aku maksud adalah keinginan orang utk SEGERA BICARA, maka dia segera menekan kode tertentu. Padahal, sebenarnya si operator akan MENGKOPIKAN RBT X tersebut ke si A, segera setelah si A menekan kode tersebut!

Dan seperti biasa, RBT2 tersebut biayanya lumayan lah, Rp 7000an/bulan. Parahnya, RBT X ini sudah laiknya sebuah virus. Dengan memanfaatkan efek psikologis, banyak org/pelanggan yg tertipu dan termakan trik ini.

Kebayang deh kayanya (dan terkutuknya) si operator...dan si penyedia konten!

Moral story:
- hati2 jika menelpon dan mendengar RBT
- jangan mudah main pencet
- Menkominfo mestinya mengurus hal2 seperti ini, yg jelas2 merugikan rakyat!

Posted on Thursday, August 12, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

7/27/2010



Kejadiannya seminggu yg lalu, jadi mungkin agak basi.

Jadi, seminggu lalu adalah ulang bulan eMBi. Dan jika merujuk kepada banyak referensi, saat umur bayi 1 bulan, dia MESTI mendapat imunisasi awal. Teorinya sih sebelum 1 bulan juga sudah boleh.

Nah, menjelang imunisasi ini, eMBi mendadak bermasalah pernafasannya. Grak groookkk...demikian bunyi nafasnya. Dan jika aku perhatikan, kok kaya orang yg paru2nya terisi cairan. Maka, kami dengan mantap membawa eMBi ke rumah sakit anak utk mendapatkan perawatan.

Pergilah kami menuju RS Hermina di Jatinegara. Pilihan yg relatif baik, selain karena Wify sempat cek kandungan di sana, RS Hermina (nampaknya) mempunyai standar di semua cabangnya. Dokter Taufik Jamaan, dokter favorit kami saat ikhtiar dan proses kehamilan, juga bekerja di sini.

Faktor lain, kami mendengar dokter Diah cukup baik. Kami cek, jadwalnya jam 1an.

Ternyata dokter Diah berhalangan dan terlambat cukup lama. Lebih kurang jam 3 baru sampai. Usai dipanggil dan masuk ke ruang periksa, dimulailah dialog antara dokter anak dan orang tua.

Intinya, sang kodok, eh, maksudku sang dokter terkejut karena eMBi sama sekali belum menerima imunisasi. Namun, sebelum melakukan imunisasi, aku mengatakan bahwa nafas eMBi agak aneh sehingga minta diperiksa lebih dahulu.

Usai diperiksa, dokter mengatakan bahwa ada UPIL yg mengganggu jalan nafas eMBi. Dengan sedikit kekerasan terhadap anak balita, sang dokter berhasil mencungkil upil dari lubang hidung kanan dan kiri.

Terjawab sudah mengapa nafas eMBi begitu berat. Ternyata, UPILNYA GUEDE BANGED!! Hampir 1/2 lubang hidung tertutup. Dan berlendir pula...yaikss.

Saat pencongkelan, eMBi menangis tersedu-sedu. Wajar lah...namanya juga 'kaget' hidungnya dimasuki benda aneh. Lalu eMBi melihat ke arahku, seakan-akan berkata "Pibi...hidungku sakiiitt..." Hiks, ga tega melihat ekspresinya, aku segera usap2 kepalanya, terus gendong eMBi. Hahah..terakhir aku menghibur bayi sekitar 22 tahun lalu, saat mengasuh adikku yg bungsu.

Sambil tersedu-sedu, eMBi menangis di gendongan. Aku sibuk menghiburnya. Wah, kalo melihat dan ingat lagi tatapan matanya yg sendu dan memelas, aku jadi terharu dan ga tega-an.

Usai dibersihkan hidungnya, obrolan dengan dokter dilanjutnya. Setelah menceramahi kami ttg imunisasi, dokter memutuskan akan memberikan imunisasi polio dan BCG ke eMBi.

So, kembali eMBi tiduran di kasur...dan kembali menangis saat kakinya dipegang oleh suster. Walhasil, aku jadi tidak bisa membedakan tangisan dia gara2 disuntik atau kakinya dipegang. Selama ini sih, kakinya memang bergerak bebas, dan dia akan jengkel jika kakinya 'dikekang'.

Imunisasi polio dilakukan secara oral, sementara utk BCG, dilakukan dg suntikan.

Alhamdulillah, kondisi eMBi sehat wal afiat.

Oya, sebulan setelah dilahirkan, eMBi memiliki berat 3,9 kg dan panjang 51 cm. Berarti nambah 0,9 kg dan 2 cm dalam waktu 1 bulan.

Moral story:
- imunisasi itu perlu utk pencegahan penyakit
- anak mesti dilindungi tanpa perlu 'menyalahkan' orang lain

Posted on Tuesday, July 27, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

7/17/2010



Hari ini, 17 Juli 2010, eMBi merayakan ulang bulan yg pertama. Alhamdulillah, eMBi kian sehat, meski belum sempat dibawa ke dokter anak untuk diperiksa dan mendapat imunisasi untuk pertama kali.

Sebulan ini, eMBi sudah bisa banyak hal:

  • - tidur miring.
  • - tidak rewel jika buang air (kencing & pup). jika dia kencing & pup, dia cuma tereak 1-2x, lalu anteng menunggu Pibi/Bubi-nya mengganti celana/popoknya yg basah/dipenuhi tinja. dia hanya akan rewel jika dirinya mulai tidak nyaman gara2 Pibi/Bubi-nya ga cepet2 ganti celana/popok.
  • - sok nimbrung jika ada orang ngobrol. pokoknya mesti dilibatkan. jika dicuekin, dia akan marah.
  • - tukang ngomel. jika dia digodain (terutama oleh Bubinya), dia akan ngomel2. ngomel2nya akan lebih sering muncul, jika dia tidak cepat disusuin, padahal sudah kehausan.
  • - genit. jika dipanggil "cantik...cantik..." mulai deh senyum2 dan ngedip2. contohnya seperti foto di atas ini. ;-)
  • - ekspansi saat tidur. seringkali kami temui eMBi sudah bergeser sekian jauh dari posisi awal dia tidur.
Semoga eMBi kian sehat dan menjadi anak yg bisa dibanggakan orang tuanya serta bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Aamiin :-)

Posted on Saturday, July 17, 2010 by M Fahmi Aulia

3 comments

6/22/2010



Hari Rabu minggu lalu, tepatnya 16 Juni 2010 menjadi awal ketegangan. Dimulai dari sms2 dari Wify yg mengatakan bahwa perutnya mulai kontraksi lebih intens dan gila2an daripada biasanya. Semula aku masih bisa menenangkan diri, hingga akhirnya Wify mengatakan bahwa sudah muncul flek.

Well, jika merujuk pada teori2 dan pengalaman2, flek (terutama yg diikuti dg keluarnya darah) merupakan salah satu pertanda bahwa jabang bayi akan segera lahir. Tidak mau ambil resiko kehilangan momen yg berharga, jam 4 pagi aku sudah menembus kota Jakarta, mencari angkutan (travel) ke Bandung.

Alhamdulillah, ada jasa xTrans yg akhirnya jam 5 mengantarku pulang ke Bandung.

Sebagai upaya pengalihan issue, eh, rasa khawatir, sepanjang Jkt-Bandung aku nge-tweet dengan hashtag #suamiriwil (trims utk @lantip atas usulannya hashtagnya. oya, untuk bisa melihat isi #suamiriwil, anda mesti follow dulu twitterku, xixixi). Dan cukup seru respon dari tweeps. Bahkan mas @fadjroel pun ikut membalas beberapa tweetku ini.

Akhirnya jam 7 aku tiba di Bandung. Dilanjut dengan angkot, aku akhirnya tiba di kediaman kami di Bandung Timur.

Wajah Wify agak kepayahan, karena ternyata jam 5 pagi tadi sudah sempat pergi ke klinik dan dinyatakan sudah bukaan 1. Namun karena masih bukaan awal, maka Wify diminta pulang dulu. Ketika Wify menyatakan niatnya untuk menginap di klinik, si suster menjawab,"Wah, maaf...ini klinik, bukan hotel, jadi ndak bisa booking." *jiah....*

So, akhirnya aku dan Wify jalan2 di sekitar komplek. Berjalan-jalan merupakan salah satu metoda untuk 'merangsang' perut agar bukaan lebih mudah dan tidak terasa nyeri. Total aku perkirakan, kami berjalan sejauh lebih dari 10 km. Pokoknya mah mondar mandir lah.

Usai jalan2, kami istirahat, meski tidak tenang karena seringkali perut Wify bergerak2 (kontraksi).

Jam 4 sore kami pergi lagi ke klinik utk cek. Kebetulan hari Rabu adalah jadwal untuk mencek kandungan.

Dokter Ani mencek kandungan Wify dan mengatakan bahwa sudah bukaan 3. Ini berarti Wify sudah mesti nginap. Urusan administrasi mesti dibereskan, dan seperti biasa, uang muka menjadi 'senjata ampuh' untuk bisa segera dirawat.

Akhirnya Wify masuk kamar. Sengaja kami pilih yg VIP dengan pertimbangan kondisi kamar dan jaminan layanan perawatan (meski sebenarnya ndak beda jauh katanya sih). So, mulai jam 1/2 7 malam, aku menemani Wify. Lumayan, piala dunia 2010 membuat suasana lebih ramai, daripada melihat berita berisi gosip dan isu ttg video2 ndak jelas itu. *eh, malah melantur*

Jam 1/2 10, seorang bidan masuk, mencek kondisi bukaan. Usai melakukan pemeriksaan, diketahui sudah masuk bukaan 4. Hmmm...1 bukaan ternyata 4 jam yak? Padahal teorinya sih 1 bukaan = 1 jam. Ya sudah, Wify berusaha mengurangi tingkat ke-stres-an. Aku juga membantu Wify mengurangi rasa stres dengan menjadi kontraksimeter, yakni alat utk meredam rasa sakit yg diderita Wify akibat kontraksi. Caranya gampang saja, aku tinggal ulurkan tangan kanan/kiri. Nanti Wify tinggal meremas dan menggenggam erat2 tangan, sehingga rasa sakit kontraksi bisa dialihkan. Mudah bukan? xixixi...

Masuk tengah malam, kontraksi kian kuat dan kian sering. Berulangkali aku terbangun karena Wify membutuhkan bantuan kontraksimeter-man, xixiix. Dan saat dicek jam 1/2 2, diketahui sudah bukaan 6.

Dan ternyata ini merupakan awal dari 'kian panjangnya' malam yg mesti kami lalui. Penyebabnya ya itu, rasa sakit kontraksi membuat kami berdua memang HARUS BAHU MEMBAHU dan SALING DUKUNG. Terasa sekali betapa kami berdua saling mencintai, menyayangi dan membutuhkan. Rasa sakit di tangan, akibat digenggam Wify, tidak lagi aku rasakan. Aku berusaha menenangkan Wify yg kadang sampai menangis saking ga kuatnya menahan sakit yg ditimbulkan oleh kontraksi.

Berulangkali kami mengusap2 perut Wify, minta agar eMBi lebih tenang. Syukurlah eMBi mengerti.

Usai sholat Subuh, ada lagi pemeriksaan. Saat itu diketahui bahwa sudah masuk bukaan 8. Bidan mengatakan bahwa pihak klinik akan mempersiapkan proses kelahiran dan mengontak dokternya.

So, aku dan Wify segera bergegas, bersiap untuk menyongsong kelahiran buah hati yg sudah ditunggu selama 3 tahun.

Akhirnya jam 6 tepat, Wify masuk ruang bersalin. Pada saat yg bersamaan, ada seorang ibu yg masuk dan sama2 siap melahirkan. Rupanya dia yg didahulukan, karena kondisinya yg lebih mengkhawatirkan (ybs diinfus dan nampak fisiknya jauh lebih kepayahan dari Wify).

Tidak sampai 5 menit, dokternya datang dan bersama timnya, mereka mengurus ibu sebelah.

Sempat ada teriakan dari si ibu sebelah, kayanya ada masalah atau apalah.

Aku dan Wify saling menenangkan dan menguatkan diri agar tidak panik. Seorang bidan berkata,"Wah, ibu hebat ya...meski sudah bukaan 8 tapi masih tenang." Kami hanya nyengir saja mendengar komentarnya. Bu bidan ndak tahu kondisi semalaman yg penuh derita dan kesakita yg dialami Wify.

Tapi ya sudahlah...berarti Wify memang hebat,heheh. Dokter Ani mencek kondisi kandungan dan mengatakan bahwa bukaannya sudah sempurna, bukaan 10. Hanya saja karena kondisi air ketubannya normal (tidak pecah ketuban), maka dokter Ani memutuskan untuk membocorkan gelembung ketuban tersebut. Dengan menggunakan sebuah logam, dokter Ani menusukkan logam tersebut dan mengalirlah air ketuban berwarna kuning.

Wah, aku agak2 khawatir juga dg tindakan si dokter ini. Kalo tiba2 kandungannya bermasalah bagaimana? Tapi, aku segera sadar bahwa sang dokter pasti sudah memperhitungkan segala hal. Jadi, aku percayakan saja padanya.

Usai membocorkan gelembung ketuban, Wify disuruh miring dulu, agar kontraksinya kian kuat sehingga mempermudah proses persalinan. Dokter Ani sendiri menuju ranjang sebelah utk mengurus si ibu sebelah.

Sekitar jam 6.15, akhirnya ibu sebelah berhasil melahirkan. Itu artinya giliran Wify segera tiba.

Persiapan segera dilakukan para bidan dan dokter. Beberapa alat utk membantu proses persalinan disiapkan. Saat menunggu proses kelahiran, Wify tampak kepayahan sekali, terutama saat dokter, bidan dan perawat masih mengurus ibu sebelah. Wify berusaha sekuat tenaga agar eMBi ga cepet2 brojol.

Aku mengingatkan latihan pernafasan yg sering Wify lakukan. Menghirup udara dalam2 dan menghembuskannya pelan2. Untunglah usaha ini berhasil.

Saat bersalin tiba...eng ing eeenggg....

Wify mulai diminta ngeden (proses buang air besar). Usai menghirup nafas dalam2, Wify mulai melakukan perjuangannya menjadi seorang ibu. Sekuat tenaga eMBi berusaha dikeluarkan dari tempat bersemayamnya selama 9 bulan lebih (hampir 40 minggu). Namun tidak semudah seperti yg dibilang banyak orang, apalagi untuk anak pertama.

Dokter Ani sendiri mengatakan bahwa eMBi sudah siap lahir, terlihat dari kepalanya yg sudah menyembul. Saat aku lihat ternyata memang betul, kepala eMBi sudah siap keluar...dan terlihat sekali rambutnya yg hitam. Maka aku segera semangati Wify agar segera mengeluarkan eMBi.

Proses mengeluarkan eMBi ternyata mengalami kendala karena ada kesalahan fatal yg dilakukan Wify. Wify malah mempraktikkan 'jurus' meredakan kontraksi, padahal semestinya Wify 'mengikuti' saja 'alur' kontraksi, karena dengan begitu akan mempermudah keluarnya eMBi.

Takut terjadi apa2, akhirnya dokter Ani menyuntik paha Wify dan menggunting bagian tertentu untuk mempermudah kelahiran.

Alhamdulillah, tindakan sang dokter ini membantu banyak. Akhirnya disertai dengan nafas panjang, pluuusssss....keluarlah eMBi dari rahim Wify.

Bagai anak panah yg lepas dari busurnya, eMBi mendarat di lembaran plastik yg telah disiapkan. Setelah 2 detik, mendadak...."OEEEEEKKKKK....." ditandai dengan tangisannya yg lumayan kencang (dibandingkan bayi sebelah), rupanya eMBi telah lahir dengan selamat. Alhamdulillah...kami berdua merasa terharu. Aku sempat abadikan momen2 eMBi lahir.

Aku merasa bersyukur cukup tahan untuk menemani Wify dan melihat detik2 kelahiran eMBi. Dan saat itulah aku merasa bahwa kita memang mesti banyak berbakti pada ibu kita yg telah melahirkan kita dengan susah payah.

Embi segera dibantu melancarkan pernafasan, dengan disedotnya cairan dari dalam mulutnya. Dan ini mengakibatkan kian nyaring tangisan eMBi, ahahha.

Welcome to the world, eMBi. Kami berdua sudah lama menantikan kehadiranmu. *peluk2 eMBi*

Tepat hari Kamis, 17 Juni 2010, jam 6.33 WIB, eMBi muncul di dunia yg fana ini. Dan itu mengakhiri proses penantian kami selama 24 jam yg cukup mendebarkan dan menegangkan.

Bersambung yak?

Moral story:
- suami sebaiknya mendampingi istri saat proses lahiran.
- suami harus tenang, jangan bikin panik istri yg sedang kesakitan.
- melihat proses kelahiran bayi adalah momen2 terindah yg pernah aku alami
- keagungan ALLOH SWT kian terlihat jelas pada saat melihat proses bersalin
- foto di atas diambil 10 menit usai kelahiran eMBi. nampak galak yak? kenyataannya, eMBi memang galak lho,hahaha...
- blog ini berubah status menjadi "Pibi adalah mas Fahmi v3.0"

Posted on Tuesday, June 22, 2010 by M Fahmi Aulia

3 comments

6/14/2010



Lagu ini benar2 membuat aku tidak berhenti 'bergoyang' karena ritmenya yg begitu enak untuk diikuti. Beberapa teman memelesetkan reffnya menjadi: "semena-mena..."

Berikut ini liriknya:

Waka Waka (This Time For Africa)
Shakira

You're a good soldier
Choosing your battles
Pick yourself up
And dust yourself off
Get back in the saddle
You're on the front line
Everyone's watching
You know it's serious
We're getting closer
This isn't over

The pressure's on; you feel it
But you got it all; believe it
When you fall, get up, oh oh
And if you fall, get up, eh eh
Tsamina mina zangalewa
Cause this is Africa
Tsamina mina eh eh
Waka waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
This time for Africa

Listen to your god; this is our motto
Your time to shine
Don't wait in line
Y vamos por todo
People are raising their expectations
Go on and feel it
This is your moment
No hesitation

Today's your day
I feel it
You paved the way,
Believe it
If you get down
Get up oh, oh
When you get down,
Get up eh, eh

Tsamina mina zangalewa
This time for Africa
Tsamina mina eh eh
Waka waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
Anawa aa
Tsamina mina eh eh
Waka waka eh eh
Tsamina mina zangalewa
This time for Africa

Posted on Monday, June 14, 2010 by M Fahmi Aulia

1 comment

5/20/2010

Segala sesuatu di dunia pasti ada permulaan (hal pertama). Dan kali ini, untuk pertama kalinya aku mengalami kecelakaan, bersepeda motor.

Oya, mesti aku ingatkan dahulu, kecelakaan ini terjadi bukanlah karena aku ber-BB atau ber-handphone seraya bermotor. Nope. Aku orangnya cukup strict dan cukup waras untuk tidak melakukan hal2 sebodoh itu. Dan, maaf, aku tidak bersimpati ataupun kasihan dengan orang2 yg celaka dikarenakan ulah (bodoh) mereka.

Kejadian kecelakaan kemarin ini sebenarnya sudah ada firasat sebelumnya.

Pertama, eMBi sejak pagi tidak mau diam. Adalah hal di luar kebiasaan eMBi utk bangun pagi (jam 6-7 pagi), apalagi aktif seperti itu. So, Wify sudah wanti2 kepadaku sejak aku hendak berangkat ke kantor agar berhati-hati. So, aku ngantor dengan kondisi lebih hati2. *setidaknya menurutku*

Kedua, kehati-hatianku ternyata masih belum cukup. Firasat kedua terjadi di jalan. Saat aku hendak ambil ke kanan, mobil sedan Toyota (aku tidak terlalu ngeh tipenya) mendorongku. Nope..bukan menabrak, tapi mendorong, karena bodynya menyentuh knalpot si Red Banzai. Sedikit terkejut, aku langsung menoleh ke belakang. Rencananya hendak 'bikin masalah', tapi aku batalkan. Lebih baik cepat2 berangkat ke kantor.

Ketiga, masih di jalan. Di belokan dekat STEKPI, sebuah motor keluar dan belok kiri. Entah kenapa, tiba2 si perempuan ini jatuh dan tertimpa motornya. Karena kejadiannya begitu cepat, aku hanya bisa melihatnya sekilas. Kecepatan Red Banzai di angka 50-60 km/jam membuatku agak 'kagok' untuk berhenti dan memberi pertolongan.

Keempat, saat perjalanan ke Pertamina. Entah kenapa, aku merasa mengantuk yg teramat sangat. Padahal semula segar bugar. Walhasil aku perbanyak dzikir dan istighfar, karena lalu lintas cukup ramai. Dan tahu sendiri kan, lalu lintas di Jakarta bisa dibilang cukup mengerikan karena menelan banyak korban jiwa.

Kelima, sore hari Wify menelponku, mengatakan eMBi masih (terlalu) aktif bergerak. Wify juga mengingatkan agar aku tetep banyak doa. Aku aamiinkan.

Lima firasat di atas sebenarnya sudah cukup untuk memberitahuku bahwa something wrong akan terjadi. Namun karena hingga sore hari tidak terjadi apa2, aku agak abai hal tersebut.

Pulang ngantor, aku bertemu teman2 di daerah Sudirman. Sepulangnya dari sana, kejadian ini berlangsung.

Cuaca Jakarta sedang gerimis, so aku lebih hati2 karena jalanan yg licin berpotensi menimbulkan kecelakaan karena ban yg slip.

Nah, saat hendak melewati gedung Patra Jasa, aku berniat menyalip sebuah mobil, maka aku ambil kanan dong sesuai aturan. Posisi aku dan mobil sedang berada di tengah jalan. Nah, saat aku menyalip, entah kenapa kok tiba2 pembatas jalan busway kok sudah muncul?! Padahal, perkiraanku pembatas jalan busway ini masih agak jauh.

Kejadian ini begitu mendadak sehingga aku tidak sempat untuk bereaksi. Pembatas jalan itu langsung saja aku hajar dan aku merasa diriku sedikit terbang (terpelanting?) sebelum akhirnya mendarat di jalur busway dan terseret selama beberapa saat.

Pada saat terpelanting dan akhirnya mendarat, ingatanku melayang ke Wify dan eMBi. Dan berusaha me-rileks-kan tubuhku, dalam artian jika memang jatuh dan keseret yaa ngikut saja...jangan melawan karena jika badan 'melawan' justru bisa menimbulkan cedera yg lebih parah.

Setelah berhenti terseret (dengan Red Banzai sedikit menimpa tubuhku) aku langsung mencek kondisi tubuhku. Tangan kanan...check. Kaki kanan...check. Kaki kiri...hmm...ketindih motor, tapi check. Tangan kiri...fine. Alhamdulillah, tidak terjadi patah tulang atau hal yg lebih buruk.

Posisiku masih sedikit telungkup, lalu aku berdiri seraya menahan nyeri di kaki kiri.

Beberapa orang datang menghampiri. Seingatku ada 3 pengendara sepeda motor berhenti. Lalu ada satpol PP (atau petugas jasa marga) ikut menghampiri.

"Pak...baik2 saja?"
"Ya...saya tidak apa2"

"Yakin bisa pulang?"
"Ya...bisa"

Aku ucapkan terima kasih kepada anda2 para penolongku, semoga ALLOH SWT membalas dg kebajikan yg berlipat ganda.aamiin.

Setelah beberapa kali coba start Red Banzai, akhirnya Red Banzai menyala dan aku melanjutkan perjalananku pulang.

Usai di rumah, aku cukup terkejut dan bersyukur bahwa tidak ada luka yg berarti di tubuhku. Hanya saja bagian kiri badan terasa agak ngilu dan sedikit kaku. Wajar mengingat kaki kiri agak tertindih Red Banzai. Celana panjangku sobek...dan setelah pengabdiannya selama 7 tahun (buset dah) akhirnya dia harus pensiun dg cara yg mengenaskan. *halah, lebay, xixixi*

Ketika aku cek kondisi Red Banzai, lagi2 aku bersyukur tidak terjadi hal yg terlalu parah. 'Hanya' lecet2 di beberapa tempat dan dudukan kaki kiri yg sedikit melenceng. Aku perbaiki stirnya....aku putar...dan voila, kembali normal.

Dan hari ini nampaknya aku mesti istirahat. Jika perlu nanti siang pijat, sekedar memastikan tidak ada urat2 yg keseleo. Pemeriksaan ke dokter (rontgen), hmm...mungkin belum terlalu perlu.

Mohon doanya, semoga kondisiku bisa normal lagi.aamiin :-)

Moral story:
- berlalu lintas di Jakarta cukup riskan. kita yg hati2 bisa tetap jadi korban
- jangan sepelekan firasat, hingga kembali ke rumah dengan selamat
- pembatas busway di Gatsu ini memang sudah menelan banyak korban lho!
- jangan lupa, tetap berdoa dan kenakan helm dg kualitas terbaik, untuk keselamatan anda

Posted on Thursday, May 20, 2010 by M Fahmi Aulia

3 comments

5/15/2010




Sudah beberapa bulan terakhir ini, akun twitterku kebanjiran pesan dari tweeps yg isinya memberitahukan lokasi mereka. Ini gegara aplikasi Foursquare, sebuah aplikasi yg mengajak para anggotanya untuk mendaftarkan lokasi mereka. Yang membuat aplikasi ini kian menarik adalah 'tawaran' badge dan fitur menjadi mayor (walikota) dari lokasi mereka.

Terus terang, aku rasa pesan2 ini cukup mengganggu timeline twitterku.

Aku sendiri tidak aktif bermain di foursquare. Selain aku merasa sudah terlalu banyak ikut aplikasi jejaring sosial, aku tidak ingin mengganggu timeline teman2ku di twitter dengan info2 yg menurutku 'tidak terlalu penting'.

Nampaknya memang sudah dibutuhkan fitur filtering di twitter, agar pesan2 dari 4square tidak perlu aku baca, xixixi...

Udpate: terlebih lagi aku merasa muak setelah membaca ada yg menjadikan WC kantornya sebagai venue/lokasi. Bah, ini sih sudah benar2 keterlaluan dan menjijikkan!

Gambar dari sini.

Moral story:
- aplikasi jejaring sosial (ajs) itu menarik, tapi jika terlalu banyak malah bikin pusing
- pesan lintas ajs kadang (dan cenderung) mengganggu
- maaf buat teman2 twitterku yg ikutan 4square, pesan2 kalian itu hanya lebih menyenangkan kalian daripada dirikuh!
- sebuah sindiran yg bagus ttg foursquare (ciri2 kecanduan 4square) bisa dibaca di sini

Posted on Saturday, May 15, 2010 by M Fahmi Aulia

No comments

5/03/2010



Lama tidak menulis artikel di blog ini ttg film, aku pikir ini adalah saat yg tepat.

Tidak banyak kata yg bisa aku ucapkan untuk mewakili film ini selain MARVELOUS...MANTAP...COOL...KEREN ABISSS...!!

Bagaimana tidak, jika di sekuel si manusia setrikaan (Iron Man) ini, begitu banyak aksi yg mengesankan dan benar2 memuaskan dahagaku ttg fantasi 'perang robot' (meski robotnya tidak lah harus berukuran besar). Seperti yg pernah aku tulis sebelumnya, Iron Man ini benar2 penggabungan Centurion dan Transformers, sehingga aksi laganya bisa dibayangkan begitu keren.

Di film keduanya ini, masih banyak hal yg membuatku terkagum-kagum, terutama dengan pakaian portable Iron Man-nya itu lhooo!! Belum lagi adegan kejar2an antara War Machine (dan pasukannya) dengan Iron Man, dengan tujuan menghancurkan Iron Man. Benar2 mantap!

Toh, tetap saja ada hal2 yg 'menjengkelkan' muncul di film ini:
- tidak ada laporan korban jiwa akibat pertarungan Iron Man & War Machine, melawan musuh2nya
- warisan si bapak, Howard, ke Anthony, yg kayanya maksa banget
- aksi Scarlett yg terlalu banyak (dan ga penting,xixixi)

Dan gegara itu pula, saya akhirnya 'terpaksa' membeli pernak pernik si manusia setrikaan ini, hahaha...

Bagaimanapun, film ini SANGAT LAYAK DITONTON!! Buruan ke bioskop yak?!

Moral story:
- film Iron Man 2 ini, menurut saya pribadi cukup bagus
- untuk aksi: 8,5. untuk cerita: 7

Posted on Monday, May 03, 2010 by M Fahmi Aulia

3 comments