11/29/2009


Semalam aku mendapat sms dari eFahmi, yang memberitahukan akan diputarnya film bagus banget di Metro TV jam 21.30 WIB. Filmnya berjudul "Le Grande Voyage", sebuah film buatan Perancis, yang judulnya (jika diterjemahkan) adalah "Perjalanan Akbar".


Film ini bercerita tentang seorang ayah (The Father) dan anak (Reda) dalam perjalanan menuju Mekkah dalam rangka menuntaskan keinginan si ayah untuk berhaji, yang dijadikan si ayah sebagai perjalanan yg mesti dia tuntaskan. Yang menjadi kendala adalah gap yang terdapat di antara mereka.

Dan seperti film2 Perancis lainnya, plotnya mungkin tidak cocok bagi kebanyakan dari kita yang sudah kadung dicekoki film2 Hollywood. Namun justru di situlah keunikan film Perancis (dan Eropa lainnya?). Tidak banyak aksi2 menghebohkan, namun dari dialog yang terjadi kita bisa menangkap rincian film ini dan mesti berpikir apa yg sebenarnya film ini ingin ceritakan.

Uniknya, si ayah ingin berhaji melalui jalan darat. Ada sebuah penggalan dialog yang cukup menarik dalam film ini.

Reda: Why didn't you fly to Mecca? It's a lot simpler.
The Father: When the waters of the ocean rise to the heavens, they lose their bitterness to become pure again...

Reda: What?
The Father: The ocean waters evaporate as they rise to the clouds. And as they evaporate they become fresh. That's why it's better to go on your pilgrimage on foot than on horseback, better on horseback than by car, better by car than by boat, better by boat than by plane.

Beuh...dalam banget deh makna dari dialog di atas!

Jika anda tertarik mengikuti ceritanya, bisa dibaca di sini.

Moral story:
- berhaji membutuhkan pengorbanan harta, bahkan jiwa
- gap ayah dan anak mestinya tidak boleh terjadi

Posted on Sunday, November 29, 2009 by M Fahmi Aulia

2 comments

11/22/2009


Gara2 blog bang Aip yang sering aku kunjungi, aku temukan sebuah karya anak bangsa yang cukup nyinyir, menyindir, apatis, dan apapun itu namanya. Yang jelas karya tersebut adalah bukti kedekatan si pencipta dengan lingkungannya, meski bumbu nyinyir begitu terasa.

Komik Rada Lucu, demikian hasil karya Eko tersebut. Disebut rada lucu karena, seperti aku tulis di atas, bumbu nyinyir dan sinisme begitu terasa pada karyanya. Bahkan kesan sadis tidak segan ditorehkan dan (bisa) membuat dahi dan kening pembaca bertanya-tanya. *errrr...mungkin ini sih bayanganku saja sih*

Toh, meski aku bilang lebih 'sangar' dari Sukribo, komik buatan Eko ini cukup asyik dibaca dan (barangkali) juga dikecam (karena kesadisannya).

Anda bisa membaca komiknya di sini (buku 1) dan sini (buku 2). Jika tidak bisa diakses, bisa dicoba di sini (buku 1) dan sini (buku 2).

Hasil karya lainnya dari Eko adalah mural berikut:


**update: mural ini sekarang sudah dihapus.bahkan tembok2nya dipagari,mungkin agar tidak bisa digambari lagi.**

Maap ya bang Aip, saya comot foto2 dan pake tautannya tanpa ijin.

Moral story:
- komik tidak mesti bercerita kesenangan. kepedihan dan sindiran tajam juga bisa dilakukan melalui komik
- menyindir dengan komik bisa dijadikan alternatif media, karena bisa bertutur dg tajam dan 'menyakitkan'

Posted on Sunday, November 22, 2009 by M Fahmi Aulia

2 comments

11/18/2009


Tahukah anda, bahwa daerah Condet dikenal sebagai daerah yang dihuni banyak orang (keturunan) Arab? Aku sendiri tidak tahu sejarahnya kenapa bisa begitu banyak orang (keturunan) Arab bermukim di situ. Temanku ada yg merekomendasikan nasi kebuli di Condet sebagai yg terenak. Penasaran, aku bertekad untuk menjelajah daerah Condet dan mencari warung/rumah makan yang menjual nasi kebuli.

Tinggal susuri saja jalan Condet, anda akan temukan tempat makan bernama Sewun. Lokasinya ada di sebelah kanan anda (jika anda menyusuri jalan Condet seperti yg aku sarankan). Perjalanannya kira-kira 15 menit. Lumayan lah!

Sekilas tempat makan Sewun ini tidak terlalu bersih, tapi sebenarnya tidak terlalu buruk untuk ukuran tempat makan di pinggiran jalan. Penataan meja cukup baik serta suasananya tidak terlalu kaku karena tidak ada jarak antara tamu dengan si penjual.

Tidak terlalu lama untuk menunggu pesanan dating. Dan 1 porsi nasi kebuli di sini memang berbeda jika dibandingkan dengan nasi kebuli di tempat lain. Perbedaan yang cukup kentara adalah adanya sayuran berupa campuran nanas, wortel, kacang panjang yang terasa segar dan sedikit asam.

Sayangnya daging sapi yg disajikan. Ada 2 macam daging yang disajikan, yakni yang pedas dan tidak pedas. Daging yg pedas sangat cocok untuk menjadi teman nasi kebuli ini, bikin lidah bergoyang, hehe.

Hanya saja nasi kebulinya terasa keras, mungkin digorengnya terlalu kering saat proses membuat nasi kebuli. Walhasil aku mesti beberapa kali minum agar nasinya mudah ditelan.

Moral story:
- nasi kebuli sangat identik dengan kawasan Timur Tengah
- daging yg paling cocok untuk 'menemani' nasi kebuli adalah daging kambing

Foto-foto lain ada di sini.

Posted on Wednesday, November 18, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

11/16/2009


Mega Sinetron terbaru yang sedang putar tayang di Indonesia.
- Siapa yang kecipratan dana talangan Bank Century?
- Kenapa mesti istilah Cicak-Buaya?
- Sahkah sumpah dg "Lillahi Ta'ala"?
- Mengapa berat badan Rani naik hingga 6kg?
- Bagaimana peran Anggodo dan Anggoro sesungguhnya?

Nantikan jawabannya pada tayangan tersebut!

Moral story:
- sinetron di Indonesia ga ada matinya!
- kebenaran dan kejahatan akan hidup berdampingan sampai kiamat tiba
- pemilik blog tidak bertanggung jawab dg foto di atas

Posted on Monday, November 16, 2009 by M Fahmi Aulia

1 comment

11/15/2009


Sebelumnya, aku minta maaf jika judul artikel ini membuat sebal banyak orang, karena memelesetkan slogan yg dipakai para pejuang kemerdekaan dahulu. Namun, aku tidak berniat melecehkan jasa mereka, melainkan karena kata2nya memang 'pas' untuk menggambarkan apa yg akan aku ceritakan ini.

Sudah hampir 6 bulan terakhir ini, terjadi perubahan yg cukup signifikan pada bentuk tubuhku. Yakkkk...kondisi perutku sekarang kian maju (membuncit) sementara pantatku rasa2nya semakin mundur juga. Penyebabnya selain karena kebanyakan wisata kuliner, aku sendiri sedang jarang berenang lagi, olahraga 'wajib' yg selama ini aku lakukan di akhir minggu.

Akibatnya cukup fatal. Banyak celanaku yg menjadi korban, karena mereka semua sudah tidak sanggup menahan lajunya perutku.

Puasa Ramadhan kemarin, alhamdulillah, sedikit banyak menolongku dan menyelamatkan setidaknya 3 celanaku, yg nyaris aku singkirkan karena ukuran mereka tidak cocog lagi buatku.

Beberapa waktu lalu, kantorku sempat hendak mengadakan olahraga bersama. Tapi karena satu dan lain hal, akhirnya keinginan olahraga bersama itu tidak kesampaian.

Saat ini, aku memperbanyak olahraga jalan, terutama jika di kantor. Setiap 10 menit-an, aku sempatkan diri jalan-jalan. Tentunya tidak sembarang jalan2, mesti yg bermanfaat agar tidak merugikan kantor juga. Berenang juga sempat aku jalani lagi, meski mungkin tidak intens dulu, karena pengalaman terakhir berenang kemarin, ternyata KOLAM RENANGNYA BELUM DIKURAS! *langsung saja aku mandi super bersih dah!*

Sekarang aku sedang berusaha agar kebuncitan perutku tidak melebihi kebuncitan perut istriku (Wify) yg sedang hamil.

Foto dari sini.

Moral story:
- banyak duduk tidak sehat untuk badan
- perut buncit ternyata bisa berdampak pada pantat yang kian mundur
- 'sialnya' aku sudah masuk kelompok overweight, meski pada level bawah
- meski perut sudah buncit, aku tidak berminat mendaftar ke suku perut buncit

Posted on Sunday, November 15, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

11/11/2009


Sebenarnya aku sudah sering mencoba banyak sekali nasi gudeg di Jakarta. Akan tetapi tempat makan nasi gudeg bu Hani ini terasa istimewa, karena tempat makan ini pernah dikunjungi oleh Bondan, sang penyebar virus Mak Nyus. Hal ini yang membuat aku penasaran untuk mengunjunginya, apalagi jaraknya tidak terlalu jauh dengan rumah.

Akhirnya aku berhasil untuk mengunjungi rumah makan ini. Ga sampai 10 menit perjalanan, sampailah di tujuan.

Suasananya cukup bersih meski sangat sederhana. Aku lalu memesan 1 porsi nasi gudeg komplit, berupa 1 potong ayam, 1 telur, sayur nangka, dan krecek serta sambal yang sangat mantap! Sempat kaget juga ketika aku tahu dan rasa sambalnya tidak manis dan berwarna merah seperti sambal jawa pada umumnya, tapi cukup pedas dan berwarna hijau seperti sambal hijau di rumah makan Padang. Toh, hal ini tidak mengurangi kenikmatan makanku.

Namun yang paling membuat lidahku bergoyang tidak lain dan tidak bukan adalah tahu bacem dan tempe bacemnya. Rasa tahu dan tempe bacem ini begitu memikat dan berbeda dengan tahu&tempe bacem yg pernah aku makan di tempat makan nasi gudeg lain. Aroma dan nuansa jawanya begitu kental.

Yang agak menyebalkan adalah ayam tidak cukup matang dimasak nampaknya. Terlihat ada bagian2 ayam berwarna kemerahan, yang aku yakin dikarenakan kurang matang memasak, bukan karena bumbu. Ini membuat nafsu makanku sedikit berkurang.

Untuk telor pindangnya sendiri cukup enak. Aku begitu menikmati bagian kuning telurnya, karena bumbunya begitu meresap di bagian kuning telurnya.

Yang membedakan dengan gudeg yogya lainnya, di rumah makan ini gudegnya mempunyai bumbu (kuah). Kreceknya sendiri cukup ok dan tidak sulit dinikmati dan dikunyah. Sayangnya ati-ampela-nya kurang ok. Terlalu kecil.

Moral story:
- nasi gudeg tiap rumah makan berbeda rasanya, tapi masing2 punya keistimewaan
- tahu bacem dan tempe bacem mak nyuuuusss...!!

Foto-foto lain ada di sini.

Posted on Wednesday, November 11, 2009 by M Fahmi Aulia

1 comment

11/10/2009


Hari Senin kemarin, aku mengalami kejadian yang membuatku deg2an. Penyebabnya, Wify mengalami pendarahan, padahal ybs sedang hamil! Jika pendarahan saat haid, ya itu wajar namanya.

Jadi, menurut Wify, usai buang air kecil, saat membersihkan bagian sensitifnya, mendadak keluar darah dalam jumlah yg cukup banyak. Tidak sebanyak darah haid memang, toh membuat khawatir juga karena keluarnya dalam jangka waktu lebih dari 2 jam.

Walhasil kami lumayan deg2an juga, terlebih sang jabang bayi ini merupakan perjuangan 3 tahun. Alhamdulillah-nya, aku tidak khawatir dan tidak panik. Merupakan modal yg cukup bagus bagi (calon) bapak, agar sang istri tidak makin deg2an dan kian panik.

Akhirnya aku pulang dari kantor. Aku melihat botol mineral sudah diisi dengan benda berbentuk gumpalan yg semula berselimutkan darah segar, yg keluar saat Wify membersihkan bagian sensitifnya. Warna airnya sudah cukup 'tercemar' sehingga mirip dengan minuman bersoda. Aku sempat guyon,"Eh, hati2 jgn salah ambil minuman, ntar malah ini yg diminum!"sillyhalah..

Menelpon taksi burung biru, ternyata lama sekali datangnya. Padahal kondisi sudah cukup mengkhawatirkan. Untungnya sudah ngontak dokter kami, dokter Taufik. Setelah menunggu lebih dari 30 menit, akhirnya lewat juga taksi burung biru yg segera mengantarkan kami ke rumah sakit di kawasan Jatinegara.

Sejak menjelang pulang ke rumah, aku sudah kirim pesan via Plurk, dg pertimbangan paling gampang ngakses dan terlihat 'timeline'-nya. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, kami dihadang kemacetan. Wajar sih, namanya juga Jakarta. Namun dengan kondisi Wify yg usai mengalami pendarahan, toh hal ini membuat kami gemas juga dg kondisi kemacetan ini!

Ya sudah, sepanjang perjalanan, kami berdua berdoa dan aku sesekali mengupdate status. Wify sendiri sempat menelpon kembali rumah sakit, memastikan dokternya ada. Untungnya kami juga bisa daftar via phone. Dapat nomor 11!

Sesampainya di rumah sakit, ternyata DOKTERNYA BELUM DATANG!

Yaaa...apa boleh buat, terpaksa kami menunggu di lantai 4, dengan perasaan harap-harap cemas. Aku sendiri hanya bisa tercenung melihat kondisi Wify. Pokoknya dia minta makan apa, dibeliin deh! Untungnya Wify dan jabang bayi ga rewel. Beberapa cemilan masuk, termasuk cakue,hehe.

Alhamdulillah, akhirnya sang dokter datang juga. Entah bagaimana, kok kami mendapatkan giliran pertama untuk diperiksa.

Usai diskusi dan tanya jawab, akhirnya dilakukan pemeriksaan yang lebih detil terhadap Wify.

TERNYATA ADA POLIP DI DEKAT MULUT RAHIM!

Dokter Taufik sudah memastikan bahwa polip inilah yg menyebabkan pendarahan (cukup banyak) yg dialami Wify. Dugaan yg paling besar adalah hormon estrogen Wify meningkat tajam. Padahal semestinya hormon progesteron yang meningkat pada ibu-ibu hamil. Efeknya jelas, estrogen yg berlebih ini memicu tumbuhnya bagian tubuh yg tidak normal. Dalam kasus Wify, di bagian dekat mulut rahim tumbuh semacam daging (mirip kutil) yang berwarna kemerahan.

Jika si daging ini terkena gesekan, bisa dikarenakan jalan terlalu banyak (apalagi naik turun tangga) atau bahkan kecapekan karena kerja, maka dia akan mengeluarkan darah! Padahal, rasa2nya Wify tidak terlalu banyak aktivitas selama hamil (muda) ini, bahkan kerjanya pun lebih santai lho!

Dokter Taufik memberikan 2 solusi untuk kasus ini. Yg pertama, diikat si polipnya ini. Nantinya, karena diikat, jaringan polip ini akan lepas dari tubuh karena tidak mendapat pasokan makanan. Hanya saja, hal ini ada resikonya, yakni pernah dijumpai walau diikat ada darah yg keluar. Nah, darah yg keluar ini berpotensi masuk ke rahim dan membahayakan si jabang bayi. Kontan aku TOLAK opsi ini!

Pilihan kedua, menunggu waktu hingga umur kandungan 3 bulan. Pada saat umur kandungan sudah 3 bulan, pada umumnya si polip akan hilang dengan sendirinya. Adapun jika si polip ternyata membandel, maka dokter akan 'membakar' habis si polip ini. Dan ini lebih aman, terutama karena kondisi rahimnya Wify yg cenderung lemah.

So, akhirnya kami memilih solusi yg kedua. Usai mendapat sedikit wejangan dari dokter Taufik, yang menyatakan bahwa kondisi jabang bayi dan Wify sehat, kami akhirnya pulang.

Moral story:
- ibu2 yg hamil muda, sebaiknya jangan terlalu capek
- polip merupakan penyakit yg mesti dibasmi!
- waspadai polip, karena dia bisa tumbuh lagi meskipun sudah diobati/dihilangkan
- banyak penyebab munculnya polip. kebersihan menjaga bagian sensitif ternyata bukan jaminan polip tidak 'mampir'
- oya, postingan ini dipublish pada 11-10-09 08:07, xixixi...

Posted on Tuesday, November 10, 2009 by M Fahmi Aulia

2 comments