10/30/2009


Seperti janjiku tempo hari, kali ini aku hendak membahas seseorang yg bernama Pidi Baiq.

Aku mengenal sosok Pidi Baiq ini dari bosku di kantor lama. Dengan setengah keheranan dia bilang gini,"Hah...ga kenal Pidi Baiq?" saat aku bertanya siapa sosok yg dia maksud. Bete daripada diperlakukan seperti itu, akhirnya aku membaca buku yg dia sebut, Drunken Monster.

Dan asyeemmmm...aku dan Wify langsung tertawa ngakak di tengah malam ketika membaca buku itu! Bahkan kami sampai merasa buku karangan Pidi Baiq ini memang untuk orang2 'gila'!! Bagaimana tidak, jika membaca tiap 1-2 halaman kami selalu berhenti membaca untuk 'menghabiskan' jatah tertawa kami karena kekocakan yang muncul (dan diceritakan) dari Pidi Baiq!

Kisah gilanya saat pergi ke Ciater bersama teman2 sekantornya benar2 ide yg super gila! Bahkan aku yg seringkali dianggap 'gila' oleh teman2ku, dengan rasa hormat aku angkat topi (entah topi sapa) untuk kegilaan yg dilakukan oleh Pidi Baiq.

Sebenarnya tidaklah mengherankan jika melihat latar belakang Pidi Baiq yg lulusan Seni Rupa ITB. Sejak kuliah dulu, aku seringkali merasa kagum dg sikap 'bebas' temen2 dari Seni Rupa. Seakan-akan mereka hidup itu benar2 tanpa aturan yg membelenggu. Dan ini tecermin dari polah Pidi Baiq di buku ini. Tidak heran kami sampai terbahak-bahak.

Tak berapa lama kemudian, kami dapati buku keduanya, Drunken Molen. Tidak jauh berbeda dengan buku pertamanya, di Drunken Molen ini Pidi Baiq kembali menyajikan kisah hidupnya yg membuat kami terbahak-bahak, bahkan sampai keluar air mata. Bagaimana tidak, Pidi Baiq mampu 'menyihir' orang2 di sekitarnya dg tingkah polanya.

Cerita yg paling kami sukai di buku kedua ini adalah bagaimana dompet Pidi Baiq yg berubah isinya, dari uang menjadi daun berlembar-lembar. Tentu saja kejadian ini membuat orang2 di sekitarnya menjadi kebingungan dan terheran-heran jika tidak ingin dikatakan geger dan heboh. Tak salah jika aku begitu gandrung dan tak bosan2nya membaca bagian ini.

Buku ketiganya terbit dengan judul Drunken Mama. Di buku keempat ini, seorang tukang pijit yang menjadi langganan istri Pidi Baiq yg menjadi pemeran utama. Dan bukan Pidi Baiq namanya jika bisa diam dan tenang. Keusilannya dalam berbuat jail kepada "sang Mama" membuat kami senyum2 dikulum.

Bukunya yg terbaru adalah buku keempat, berjudul Drunken Marmut. Kali ini hewan marmut yg dijadikan tokoh utama. Kelucuan demi kelucuan diceritakan oleh Pidi Baiq, yakni pengalaman dirinya dan keluarganya, termasuk kedua anaknya, Timur dan Bebe.

Jangan salah sangka, meski cerita2 Pidi Baiq begitu konyol, namun jika direnungkan dengan dalam, ternyata cerita2 tersebut punya makna yang tidak bida dianggap enteng. Di balik cerita konyol Pidi Baiq, terdapat hikmah dan contoh bagaimana seharusnya seseorang (apalagi seorang muslim) bisa bergaul dengan segala kalangan. Lalu bagaimana mengajak orang ke arah kebajikan dengan cara yg santun. Bahkan, Pidi Baiq tak sungkan untuk menjadi tukang ojek, tukang beca, sopir angkot, sampai ke tukang jual serabi sebagai upaya memberi contoh dan mendidik anak2nya, agar tidak berlaku tinggi hati dan meremehkan orang lain.

Dan aku berkesempatan bertemu dan berfoto dengan Pidi Baiq, di sebuah acara di toko buku daerah Cipete. Meski didera kelelahan, usai bercerita dan ngabodor selama 1,5 jam, toh Pidi Baiq tidak menolak ketika aku meminta berfoto bersama (yg berakibat orang2 lain juga ingin berfoto bersama dirinya).

Dengan foto ini, aku berhasil balas dendam ke bosku, bahkan hingga 2kali. Ketika aku sedang di toko buku, aku telp dia. Dan dia langsung ngomel2 ketika tahu aku cerita aku dan Wify sedang datang ke acara Pidi Baiq. Ngomel2 berikutnya ketika aku perlihatkan fotoku bersama Pidi Baiq (seperti yg terlihat di atas). Wakakak...pembalasan itu lebih kejam...daripada tidak membalas!!

Bahkan ketika bos bilang bahwa dia sudah kontak2an dg Pidi Baiq, aku balas dg bilang,"Ah, yg penting foto2...kalo cuma lewat internet, apa asiknya?"

Moral story:
- Pidi Baiq bisa dibilang mengajarkan kebaikan di cerita2 konyolnyah
- jangan tertipu dg penampilan Pidi Baiq. sekali tertipu...anda mesti tanggung sendiri akibatnyah!!
- buku2 Pidi Baiq ini sangat cocok untuk melepas stres. tapi jgn stres kalo ga ngerti cerita2nya...itu berarti anda mesti lebih banyak lagi belajar ttg kebijakan

Posted on Friday, October 30, 2009 by M Fahmi Aulia

1 comment

10/28/2009


Mumpung aku lagi terdampar di bandara, gara2 keberangkatan singa udara ditunda, aku sempatin saja untuk menulis artikel ini. Mayan lah..ada gunanya juga jadwal ngaret ini,xixixi.

Seperti artikelku kemarin, saat di Surabaya aku sempat berwisata kuliner. Di Dapur Desa dan di Malioboro. Heh, sumprit...ga salah nich, masa di Surabaya ada Malioboro jugak? Ah, ternyata itu hanyalah nama rumah makan saja kok. *lebay*

Aku bertemu dengan eFahmi, seorang teman di plurk dan blog. Setelah 1 tahun kenal di dunia maya, akhirnya bertemu juga di dunia nyata yak?! Semula aku juga hendak bertemu dengan Fenty Fahmi, temen plurk dan blog juga, namun menurut eFahmi, Fenty sedang sibuk mengerjakan thesis, sehingga tidak bisa bertemu. Ah..sayang sekali...padahal jika 3 Fahmi ini sudah berkumpul, niscaya akan menggegerkan dunia persilatan...errr...salah yak?xixixi...

eFahmi mengajak aku dan teman kantor untuk wisata kuliner. Berhubung sudah jam 9an, akhirnya eFahmi memutuskan untuk mengajak kami makan di salah satu tempat makan bebek goreng favorit di Surabaya, yaaa itu...yg namanya Malioboro.

Apesnya, bebek gorengnya ternyata habis..so akhirnya kami bertiga memesan ayam bakar. Aku memesan ayam presto bakar madu wijen, eFahmi ayam bumbu telor asin, dan Chris bumbu sambal panggang. Silakan melihat foto2 di bawah ini untuk lebih rinci.ngiler


Dan inilah eFahmi!!


Moral story:
- ga ada bebek, ayam pun jadi!
- ayam madu wijennya muantaaaappp...!!!

Posted on Wednesday, October 28, 2009 by M Fahmi Aulia

5 comments

10/25/2009


Usai mengetahui Wify hamil, dari hasil test pack, maka kami segera mendatangi dokter kandungan langganan kami di RS Bunda, dr Taufik Jamaan. dr Taufik sudah menjadi langganan kami sejak kami merencanakan program hamil. Dengan demikian, dr Taufik sudah mengerti benar kondisi kami berdua.

So, kami segera menuju RS Bunda dan seperti biasa mengantri untuk mendapat panggilan. Pertama-tama dr Taufik mengucapkan selamat kepada kami, karena setelah perjuangan selama 3 tahun, akhirnya berhasil membuat test pack menampilkan 2 strip. Usai tanya jawab, dr Taufik akhirnya menyarankan Wify untuk melakukan cek laboratorium, untuk kepastian positif hamil.

Setelah melakukan tes, 1 hari kemudian Wify mencek hasil lab. Dikatakan bahwa hasil tes, berupa HCG menunjukkan angka 902 koma sekian sekian, padahal umur kandungan baru 3 minggu. Alhamdulillah, berarti memang Wify hamil. Kemudian Wify sempat googling mengenai HCG ini, dan ternyata nilai HCG yang tinggi ini (untuk umur kandungan yang masih muda) mempunyai 2 kemungkinan, yakni KEMBAR atau HAMIL ANGGUR.

Tentu saja kami berusaha berpikir positif, so, kami berkeyakinan Wify hamil kembar. Terutama pada saat2 tertentu, Wify merasakan 2 gerakan dari kiri dan kanan.

Dan hari Sabtu kemarin, kami sempat memeriksakan kembali dan melakukan cek USG. Hasilnya bisa terlihat pada foto di atas. Di sebelah kiri sudah tampak titik putih, seperti yg ditunjukkan tangan dr Taufik. Namun sayangnya dr Taufik lebih berkonsentrasi ke bagian kanan, dia tidak mencek ke bagian kiri.

Kami masih menduga bahwa eMBi, demikian kami berdua menyebut si jabang bayi, sebenarnya kembar. Karena saat pemeriksaan USG, Wify tidak sempat ke toilet dulu. Menurut informasi, sebelum dilakukan USG hendaknya menghabiskan isi kantung kemih (alias buang air kecil) agar hasil USG bisa lebih optimal.

Well, kami berdua sebenarnya tidak terlalu keberatan (ambil pusing) mengenai kembar atau tidak calon anak kami nanti. Jika memang diberi 1, ya tetap bersyukur. Namun, jika diberi 2, anggap saja mendapat 'bonus' setelah penantian sekian lama.

Aku mohon doanya dari anda-anda semuah, semoga sang (calon) bayi dan ibunya (Wify) selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Aamiin.

Oya, aku tambahkan tag baru, "Kehamilan", di blog ini. Semoga berguna

Moral story:
- saat kehamilan, hendaknya memeriksakan diri dengan teratur
- sebaiknya mempunyai dokter kandungan yang cukup mengenal diri kita
- anak kembar atau tidak, bukan masalah, yg penting sehat
- tapi dapat anak kembar, juga tidak menolak, hihihi..
- anak kembar bisa 'didapat' jika ADA KETURUNAN. untuk kasus kami, dari pihak keluarga Wify ada keturunan kembar sih

Posted on Sunday, October 25, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

10/24/2009


Beberapa hari lalu aku mendapat tugas untuk berkunjung ke salah satu perwakilan client yg terletak di Surabaya. Tanpa ba bi bu, aku terima tugas ini, selain karena ini memang tugas, toh tidak ada salahnya aku jalan2 toh?kedip2

Minggu sore, berangkatlah aku dan seorang rekan kerja ke Surabaya. Ga pake lama, 1 jam 10 menit, tibalah kami di Surabaya. Kedatangan kami ini lebih lambat dari yg diperkirakan, gara2 maskapai Lion Air sebagai biang keladinya, pesawatnya telat datang. Walhasil, seharusnya kami tiba jam 4, karena keberangkatan diundur 1 jam, walhasil kami baru tiba jam 5.30 sore! Plus mesti nunggu tas dan pesan taxi, kami berdua baru keluar dari bandara sekitar jam 7.

Oya, aku baru kali pertama ke bandara Juanda di Surabaya. Ada hal yg menarik di sini. Sebaiknya kita memesan taksi yang sudah disediakan oleh koperasi Angkatan Laut (jika tidak salah). Ada loket pendaftaran, lalu kita tinggal sebutkan tujuan kita. Nantinya si mbak akan memasukkan data tujuan, dan akhirnya mengeluarkan tiket berisi tujuan dan tarif yang mesti kita bayar.

Kata yg terlontar dari mulutku adalah "BUSET...MAHAL AMAT!" saat melihat tarif yg mesti aku bayar. Ternyata, di kemudian waktu, aku mendapat penjelasan bahwa sistem taxi di situ adalah mode RING. Jadi semodel dengan blok-blokan gitu deh. Dan ternyata, di perjalanan ke tujuan, emang cukup jauh tujuanku ini, sehingga tidak heran tarifnya memang cukup mahal.mata duitan

Usai cek in dan bersih2 badan, kami berjalan2 ke Tunjungan Plaza, yg letaknya tidak jauh dari hotel. Baru keluar dari hotel, ada bapak-bapak mendekat dan bertanya,"Mas, mau cari cewe?"halah.. Ebuset dah!! Langsung diignore ajah deh!

Di Tunjungan Plaza, kami berbelanja beberapa minuman dan makanan ringan. Sebelum akhirnya membeli paket makanan siap saji dan kembali ke hotel untuk menyantap semuah itu!

Usai melakukan tugas kami di client, kepala cabang menawari kami untuk mengunjungi jembatan Suramadu (Surabaya - Madura). Tanpa pikir panjang, kami langsung meng-iya-kan dan menerima tawaran sang bapak! Jembatan Suramadu! Jembatan keren itu!

Diantar oleh pak Chandra, kami diantar menuju TKP. Berikut ini adalah foto2 yang berhasil aku dapatkan.



Sayangnya kami tidak sempat turun dan berfoto di jembatan Suramadu. Selain memang tidak diperbolehkan, ternyata tidak banyak yg bisa kami foto selain warung-warung yang jualan makanan ringan dan sedikit cindera mata Madura.

Aku sendiri pengennya datang malam hari dan foto2 situasi di jembatan Suramadu, tapi ternyata menurut informasi, di malam hari ternyata lampu di jembatan dimatikan! Walhasil, jika datang di malam hari, hanya suasana gelap gulita (dan maling baut) yang kita temui.

Omong2 ttg jembatan Suramadu, aku masih selalu terkesan dengan ide dan realisasinya. Bagaimana tidak? Jembatan Suramadu ini mempertemukan 2 kebudayaan yg berbeda bagai langit dan bumi, antara Surabaya yg (cukup) metropolis dengan Madura yg masih kental agamanya. Aku sendiri belum tahu, apakah sudah ada gegar budaya yg melanda masyarakat Madura?

Untuk wisata kuliner, aku ceritakan kapan2 yak?

Oya, aku sempat berfoto di monumen Bambu Runcing, seperti yg terlihat pada foto di atas. Sebenarnya ingin berfoto juga di air mancur, tapi mayan jauh ke sananyah!

Moral story:
- tugas sambil jalan2 itu enak lho! daripada jalan2 tapi mesti tugas
- jembatan Suramadu memang kereeeennn!!!

Posted on Saturday, October 24, 2009 by M Fahmi Aulia

2 comments