9/23/2009


Pertama-tama, aku ucapkan selamat lebaran 1430 H, maaf lahir dan batin. Maaf juga karena aku sudah ndak update blog selama beberapa waktu, sehingga mengecewakan para pembaca.*halah, lebay*

Nah, artikel terbaru usai lebaran ini adalah review film Get Married 2. Kami menonton film ini sore ini. Buset dah, kami mendapatkan bangku terdepan saking penuhnya para penonton film GM 2 ini! Tapi apa boleh buat, daripada mesti mengantri lagi sekian lama, kami pilih untuk nekad menonton.

Tepat jam 14.05WIB, kami masuk ke bioskop. Wah, mayoritas penonton adalah ABG! Pada akhirnya, aku merasa terganggu sekali dengan para ABG ini, soalnya seringkali ketawa di saat adegan yg seharusnya ndak lucu! Pengen banget nggebukin ABG2 ndak jelas ini!

Ok...ok...cukup sudah ngomel2nya. Mari kita bahas film GM 2 ini!

Film GM 2 ini merupakan lanjutan dari film Get Married pertama. Meski demikian, terdapat pergantian pemain utamanya. Jika di GM 1, tokoh Rendy diperankan oleh Richard Kevin, maka di GM 2, tokoh ini diperankan oleh Nino Fernandez. Tokoh2 utama lainnya masih tetap sama, Nirina Zubir, Aming, Ringgo, dan Desta.

Di film GM 2 ini dikisahkan pernikahan Rendy dan Mae tidak berjalan dengan mulus. Selama 4 tahun pernikahan, mereka masih belum dikaruniai anak. Penyebabnya si Rendy yg diceritakan sering rapat sehingga si Mae menjadi istri yg jablay (jarang dibelai). Hal ini membuat ortu Mae (Jaja Miharja&Meriam Bellina) gelisah karena selain mereka sudah mendambakan kehadiran cucu (dari anak satu2nya), mereka kesal dg omongan tetangga.

Akibatnya Mae pulang ke rumah ortunya. Ketika Rendy menyusul dan ingin bareng ama Mae, si Jaja memperbolehkan dengan syarat RENDY MESTI BISA MENGHAMILI MAE!ngakak guling2

Nah, mulai dari sini adegan demi adegan lucu bergulir. Beberapa adegan lucu nampaknya tidak cocok untuk dikonsumsi anak di bawah umur, terutama adegan (lucu) tentang Mae dan Rendy yang hendak berhubungan suami istri!halah.. Ada juga adegan-adegan slapstik, yang garing-garing gitu deh. Tapi itu semua lumayan tetutupi dengan cerita yang menarik, meski di beberapa bagian nampak sekali ceritanya menggantung dan kedodoran, jika tidak ingin disebut (terlalu) memaksa.

Mae sendiri mengancam cerai karena memergoki Rendy sedang berdekatan dengan seorang perempuan, bahkan dalam suasana yang cenderung ke arah selingkuh. Rendy sendiri berusaha menjelaskan namun ortu Mae sudah terlanjur hilang feeling.

Lantas, bagaimana cerita selanjutnya? Bisakah Mae hamil? Apakah pernikahan keduanya bisa diselamatkan?

Well, menonton sendiri aja yak? Nilai 7,5 aku berikan untuk film ini. Cukup menghibur.

Moral story:
- pernikahan beda 'kasta'/golongan bisa mengakibatkan keributan dalam rumah tangga
- dibutuhkan kebijakan dan kesabaran dalam rumah tangga
- Hanung cukup teliti dan detail dalam memfilmkan kehidupan masyarakat kecil (pinggiran)

Posted on Wednesday, September 23, 2009 by M Fahmi Aulia

1 comment

9/16/2009


Aku dapatkan informasi ini dari teman kantor. Isinya adalah denda yang mesti dibayar jika kita melakukan kesalahan/melanggar peraturan lalu lintas.

Well, setidaknya kita mesti lebih hati2 dan waspada dalam berkendara,daripada duit segitu gede hilang.mata duitan

Moral story:
- pemerintah kian tegas menerapkan aturan berlalu lintas
- sayangnya masih banyak pengguna lalu lintas yg melanggar
- aturan memang dibuat untuk dilanggar kan? xixiix...dzigh

Posted on Wednesday, September 16, 2009 by M Fahmi Aulia

4 comments

9/09/2009

Jika anda menyangka bahwa artikel ini aku buat gara2 tanggal 'ajaib' di hari ini, yakni 09-09-09, jelas sangkaan anda salah. Kesalahan ini wajar, karena begitu banyak orang ingin menyambut tgl 09-09-09 seakan-akan hari ini adalah hari yg istimewa, padahal hari ini adalah hari yg biasa saja.

Jadi, jgn lebay deh yak? Mana menganggap hari ini mempunyai tgl yg istimewa, kombinasi yg aneh, bla bla...ih, ga penting banget deh! xixixi...

Lantas, kenapa aku posting di hari ini?

Yg pertama, yaaaa karena jelas ada yg aku sampaikan di blog ini, makanya aku posting. Yang kedua, kemanusiaan yg adil dan beradab...eh...salah. Yaaa pokoknya gitu deh.

Intinya, 9 September 2009 ini aku peringati sebagai 5 tahun aku 'migrasi' dari Bandung ke Jakarta. Yak! 5 tahun lalu, seorang lelaki dengan tekad yg kuat serta semangat yg membara, memberanikan diri untuk menyingsingkan baju menyongsong tantangan baru di ibukota, yg konon disebut-sebut, belantara dan kejam kepada kaum pendatang.

Selama 5 tahun penuh perjuangan itu, alhamdulillah, si lelaki tampan itu akhirnya sedikit demi sedikit berhasil mengatasi satu per satu rintangan dan hambatan yg dilaluinya. Termasuk bertemu dan (akhirnya) menyingkirkan orang2 yg hadir dalam hidupnya hanya sebagai onak dan duri. *ceilee...bahasanya cooyyy...xixixi...*

Dan kini, 5 tahun berlalu dengan hasil seorang lelaki yg kian keren dan (ehm) berwibawa serta ditemani seorang istri yg selalu menemani dalam suka dan duka. Dengan kehidupan yg semakin berwarna dan kekayaan yang melimpah ruah, tak salah 5 tahun terakhir membuat si lelaki itu merasakan dirinya sudah mencapai surga dunia, lahir dan batin.

Ok..segini dulu artikelnya. Terima kasih sudah meluangkan waktu membacanya.

Moral story:
- berjuang di ibukota tidaklah sulit, yg penting punya kemauan dan tekad baja
- artikel ini tidak banyak emoticon dan gambar, sedang malas lah. situ yg baca, bayangin sendiri ajah yak?
- setelah 5 tahun di sini, si lelaki itu kian bisa merasakan mana orang baik dan orang (berniat) jahat. situ baik? sini aku temani dan tolong. situ jahat? makan aja sendiri kejahatanmu!

Posted on Wednesday, September 09, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

9/06/2009


Sebenarnya buku ini sudah lama aku beli. Bulan April aku beli buku ini, tapi baru aku buat resensinya sekarang. Harap maklum, namanya juga orang sibuk, apalagi usai dapat kerja baru yg menyita konsentrasiku, akibatnya terlupakan deh resensinya. *ah..lesyaannn...melet*

Nah, membaca buku ini bisa membuat kita digolongkan sebagai orang yg sakit jiwa. Apa penyebabnya? Cerita2 di dalamnya, benar2 SUPER (MAAF) GOBLOG BANGEETTT!! Bikin ngakak dan sakit perut, terutama kalo 'duel' antara si chaos dg bossnya.ngakak Bagaimana tidak sakit perut gara2 ngakak terus jika membaca kelakuan si boss yg cenderung 'sakit jiwa' ini.

Aku juga jadi teringat dengan pengalamanku bertemu dengan orang2 yg (mengaku) dirinya boss. Sedikit banyak tingkah pola mereka mirip dengan si boss di buku ini. Dan sama saja, aku seringkali malah 'mempermainkan' dan 'menikmati' pola 'boss2' tersebut. Yaaa lumayan lah, buat hiburan. Lagian, aku ga perlu merasa bersalah, karena kelakuan mereka sendiri yg membuat mereka 'pantas' diperlakukan seperti itu.ayolaahh...

Yang jelas, buku ini layak dibaca terutama di bulan Ramadhan ini, buat ngisi waktu menjelang buka puasa.

Moral story:
- ada juga boss yg kelakuannya 'tolol'ngakak
- boss2 tolol kaya gitu emang asyiknya 'dipermainkan'

Posted on Sunday, September 06, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

9/03/2009


Beberapa waktu lalu aku sempat menulis beberapa artikel mengenai pembantu (artikel 1, artikel 2).

Nah, kali ini, aku juga hendak cerita ttg pembantu baru kami. Jadi, sejak awal Juli kemarin, kami berdua berunding untuk mencari pembantu baru. Penyebabnya banyak cucian (piring dan baju) yang kian menumpuk. Belum lagi kondisi rumah yang serasa tidak terurus, jarang dipel, kurang rapi. Hal ini terjadi karena kami berdua sedang cukup sibuk.

Apalagi kantornya Wify sedang dapat tender baru. Walhasil Wify juga mesti pulang cukup larut dan pergi lebih pagi dibandingkan biasanya. Belum lagi Wify lebih fokus untuk mengurus aku selaku suaminya, lha wong itu kewajibannya. Akibatnya, hal2 lain (yg di atas) sedikit terabaikan.

Toh, sedikit demi sedikit lama2 menjadi bukit, demikian menurut pepatah. Baju dan piring kotor yang 'sedikit', lama2 menjadi banyak juga. Dan jika sudah begini, maka akhir pekan menjadi hari yg sibuk bagi kami berdua untuk beres2. Efek sampingnya, kami berdua menjadi sulit untuk melakukan hobi2 dan kegiatan2 kami. Padahal dengan hobi dan kegiatan kami selama ini membuat hidup kami menjadi lebih hidup.

So, akhirnya kami mengambil seorang pembantu sejak awal Agustus ini.

Hasilnya, hmmm...lumayan lah. Walau datang tiap 2 hari sekali, setidaknya kondisi rumah sudah lebih baik. Wify bisa kembali ber-yoga ria dan menjalankan hobinya. Aku juga bisa beraktivitas (ada deeehhh...pengen tau ajaaa).

Alasan lain kami menggunakan pembantu yaaa karena kami ingin berbagi dengan orang lain. Daripada cuma ribut nyuruh orang sedekah tapi sendirinya ga ada praktiknya? Lebih baik kita beri sedekah orang tapi dengan cara yg baik, tidak langsung memberi 'mentahan' saja.

Lagipula, Rasululloh SAW juga punya khadam (pembantu). So, kami berdua mencontoh sunnah Rasul lhooo...!!siyul2

Moral story:
- punya pembantu itu menyenangkan, waktu jadi lebih banyaaaaaakkkk untuk diri sendiri
- biasanya orang2 kaya yg punya pembantu lho
- siapa bilang Rasululloh SAW ga pake pembantu? itu berarti Rasululloh SAW termasuk orang kayacool

Posted on Thursday, September 03, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

9/02/2009


Usai melakukan survey di client kantor, seperti biasa aku meng-sms pak Muh, staf kantor divisi transportasi, meminta dijemput. Usai menunggu sekitar 20 menit, tibalah pak Muh di TKP. Aku segera naik, soalnya badan udah lemes banget sekian lama di client, melakukan survey.

Surveynya sih gampang2 ajah, tapi karena ada dialog2 tambahan dg user, terutama untuk mengetahui permasalahan yg dihadapi, walhasil jadinya cukup lama.

Tidak berapa lama duduk di mobil, pak Muh mendadak bilang,"Eh, apaan nih goyang2?"

Aku pikir pak Muh sedang guyon, karena saat aku masuk mobil, sedang disetel house music, musik dugem. Jadi, aku sempat ngakak2.

Mendadak, aku merasa pusing. Lalu aku segera keluar mobil. Dan ternyata banyak orang yg keluar dan nunjuk2 ke atas. Reflek, aku ikut mendongak dan ternyata ada gandola di sebuah gedung yg cukup tinggi goyang2.

BAH, GEMPA RUPANYA!!!

Pantesan aku merasa pusing. Dan ternyata gempa masih berlangsung karena aku masih merasakan bumi tempat aku berpijak kok goyang2? Untungnya ga terlalu lama. Usai reda, kami berdua segera masuk mobil dan segera cabut dari gedung tersebut.

Menjelang keluar dari gedung, ada seorang cewe yg nyengir2. Kata pak Muh, cewe itu kena palang elektronik waktu dia lari karena gempa. Aduuhh..kaciaaann...xixixi...xixixi... *lho, ada orang celaka kok malah diketawain?dzigh*

Dan sepanjang perjalanan ke kantor, kami melihat banyak orang keluar dari gedung, mereka jelas takut tertimpa reruntuhan gedung. Foto2 lain bisa dilihat di sini.

Moral story:
- jika memungkinkan, saat terjadi gempa segera keluar dari gedung
- jika berada di lokasi tinggi dan tidak mungkin turun, segera berlindung ke bawah meja
- jangan sampai kejadian kaya gini, pas gempa malah lebih mikirin laptop ngakak
- dasar blogger, bukannya ribet ama gempa, malah cerita2 ttg gempa!ngakak guling2

Posted on Wednesday, September 02, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

9/01/2009


Beberapa waktu lalu, sebelum bulan puasa, aku dan Wify sempat melakukan wisata kuliner ala melayu di sebuah pusat perbelanjaan. Asal muasalnya kami baru nonton GI Joe, lalu mendadak perut kami berdua dengan kompaknya meminta pertanggung jawaban kepada kami untuk diisi.

Sempat kebingungan juga mencari tempat makan di pusat perbelanjaan itu, karena rasa2nya kami sudah mencoba semua tempat makan di situ.melet

Akhirnya kami tiba di sebuah tempat makan dg nuansa melayu. Saat kami lihat papan namanya, tertulis "Ah Mei". Hmm...rumah makan melayu kok namanya berbau Cina yak? Tapi...eitss...kami melihat ada cap sertifikat halal. Kami perhatikan lebih teliti, ternyata MUI sudah memberi label halal. Dan ketika kami perhatikan lebih teliti, ternyata pemilik rumah makan ini (nampaknya) dari Singapura.

Hmmmm...pengusaha Singapura nampaknya cukup 'cerdik' juga yak? Tahu bahwa 'cap halal' dari MUI merupakan jaminan, mereka langsung mendaftarkan makanan mereka sebelum mulai dijual. Dan taktik ini cukup ok juga. Setidaknya bagi kami, hal ini menenangkan.

So, kami segera masuk ke rumah makan ini. Sebuah menu kami terima. Hmmm...setelah sekitar 10 menit memilih, akhirnya aku memilih menu "Roti Prata Set Curry Chicken" dan minum "Teh Tarik Dingin". Sementara Wify memilih "Ah Mei Prawn Mee" dan "Teh Tarik Panas". Seraya menunggu pesanan kami datang, kami ngobrol sana sini.

Akhirnya pesanan kami datang juga. Masakan yg aku pesan adalah roti cane dan kari ayam. Hmmm...enak banget lho! Apalagi roti canenya masih agak2 panas plus ditambah ayam kari yg cukup pedas (dan panas). Akupun menyantap pesananku dengan lahap. Hap hap hap....enak kaaaannnn...??ngiler Aku pun menyelingi makan roti cane ini dengan minum teh tarik dingin. Sluuurrrpppp....mak nyuuussss....enak banget lho!ngiler Apalagi kalo dilihat saat bulan puasa seperti ini, bisa2 ngiler tuuuuhhh....ngiler

Aku melihat pesanan Wify, ternyata dia pesan mie udang. Hmmm...sempat aku cicipi juga pesanan Wify. Kalo menurutku sih biasa saja. Sebenarnya sama dengan mie rebus ditambah dengan udang sebanyak 3 ekor. Udangnya mayan gede juga sih. Sayangnya, bumbunya kurang terasa walhasil aku merasa makan indomie rebus, xixixi...xixixi...

Usai makan, aku rada shock juga. Tagihannya hampir 100 rebu untuk 2 porsi. Padahal, terus terang ga cukup puas makan roti canenya. Hiks...nangiiiisss... Aku sudah request ke Wify untuk membuat roti cane di lain waktu, hihiih...

Foto2 lain bisa dilihat di sini.

Moral story:
- roti cane sebenarnya berasal dari India. Namun banyak kita temukan di budaya melayu, termasuk aceh, riau.
- untungnya roti cane bukan berasal asli dari Indonesia. Jika asli dari Indonesia, aku yakin akan diklaim negara tetangga tukang klaim itu, xixixi...xixixi...

Posted on Tuesday, September 01, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments