4/29/2009


Sebagai sebuah restoran yang berlokasi satu gedung dengan sebuah hotel ternama dari Amerika Serikat, Syailendra mempunyai reputasi yang patut diacungi jempol. Hal ini adalah hal yang wajar karena restoran ini akan sering dikunjungi oleh para tamu hotel, yang notabene orang-orang cukup penting.

Menemukan lokasi Syailendra tidaklah sulit. Bahkan bisa dikatakan, sangat mudah! Anda tinggal sebut nama Plaza Mutiara atau Hotel Marriott, maka di situlah anda akan temukan restoran Syailendra. Lokasinya yang di Mega Kuningan, memudahkan kita untuk mencapainya, meski kemacetan jalan cukup lumayan di saat makan siang dan jam pulang kantor.

Jika berjalan kaki, maka dari saat memasuki Plaza Mutiara, anda akan diperiksa. Harap maklum, hotel ini pernah menjadi korban ledakan bom yang menelan korban cukup banyak. Usai pemeriksaan, anda tinggal memasuki gedung di depannya, lalu belok kiri. Maka anda akan temukan restoran Syailendra ini.

Ada 2 jenis tawaran makan yang tersedia di restoran ini. Yang pertama adalah ala buffet. Jadi dengan membayar nominal tertentu, kita makan sepuasnya. Yang kedua adalah makan sesuai pesanan kita dari menu (jika tidak salah, istilahnya a la cart). Aku ambil yang kedua, karena kalo makan ala buffet, kayanya biasa saja menu2nya. Karena pada umumnya, menu yang disajikan di buffet adalah menu-menu yang dibuat/dimasak secara massal. Jadi, aku masih berpikiran soal rasa, menu buffet cenderung biasa saja.

So, aku diberi 2 jenis menu, yakni menu makanan dan menu minuman. Sayangnya, aku tidak sempat mendokumentasikan menu minuman. Jadi berikut ini adalah menu-menu yang bisa anda pilih untuk disantap.


Aku pilih minuman, entah aku lupa namanya. Kemudian, usai membolak-balik menu, akhirnya aku putuskan untuk memesan 2 porsi makanan. Yang pertama, masakan Thailand, Tom Kha Gai. Lalu untuk masakan Indonesia, aku memilih Sup Buntut, sebagaimana jawaban dari salah seorang staf Syailendra ketika aku bertanya menu spesial Syailendra.

Seraya menunggu pesanan datang, seperti biasa, aku melakukan foto2 di sekitar tempat aku duduk. Dari hasil pengamatan, mayoritas customer adalah orang kantoran, entah itu makan siang atau juga barangkali sedang lobby bisnis. Jika melihat ‘level’ Syailendra (terutama harga2nya), para orang kantoran yang makan siang di sini pastinya mempunyai gaji yang cukup besar.


Aku perhatikan, untuk penyusunan meja makan, Syailendra sudah mempunyai standar. Anda bisa lihat pada gambar, standar penyimpanan dan penyajian perlengkapan makan sudah ditata sedemikian rupa. Standar Eropa/Amerika, setahuku sih. *halah, sok tahu banget, xixixi..* Di sebelah kiri ada 2 garpu, garpu besar dan kecil. Garpu besar biasanya digunakan untuk makan (utama), sementara garpu kecil biasanya untuk makan salad ataupun makanan lain (bukan utama). Sementara di bagian depan disediakan sendok dan garpu. Sedangkan di sebelah kanan ada 2 pisau, pasangan dari garpu di sebelah kiri.

Seperti biasa, minuman akan selalu hadir lebih dahulu. Aku sruput minuman ini. Wah, segar sekali minuman ini!ngiler

Tak berapa lama kemudian, datang roti, sebanyak 3 buah dan 3 jenis, plus dengan 2 mentega kecil. Roti yang disajikan berupa roti jahe(?), roti biasa, dan sejenis roti unyil. Aku santap ketiganya, ndak terlalu lama, soalnya ukurannya kecil. Untuk roti jahe, aku tidak makan sampai habis. Rasanya agak aneh di lidahku.

Seorang staf Syailendra datang dan membereskan 2 pisau di kanan dan 2 garpu di kiri. Kemudian dia menambahkan sendok kecil (sendok sup, setahuku). Hmmm...berarti si Tom ini modelnya sup, sehingga disediakan sendok kecil.

Cukup lama juga menunggu kedatangan si Tom ini. Dan akhirnya munculnya bersamaan dengan sup buntut. Waahhh…tampilan keduanya benar-benar menggugah selera. Terlebih lagi setelah menunggu kedatangan keduanya sekian lama.ngiler

Hmmm…adalah pilihan yg sulit antara si Tom dan si Buntut, yang hendak disantap lebih dahulu. Namun, akhirnya aku memutuskan untuk melahap si Buntut dahulu. Alasannya, jika si Buntut sudah dingin, rasanya tidak akan enak, terlalu banyak lemak. Selain itu, si Tom juga terasa panas banget. Jadi aku biarkan dahulu si Tom, sambil nunggu dia agak2 dingin.

Sajian sup buntutnya oke banget. Kita mulai dari nasinya, yang sayangnya disimpan di mangkok, bukan di piring. Hal ini membuat aku kesulitan untuk menyimpan tulang buntut di sebelah nasi. Walhasil aku simpan di piring tempat melinjo. Di sana baru aku pisahkan daging dari tulangnya.

Selanjutnya, aku tambahkan kuah sup buntut, dan aammmm….daging buntut+tomat+nasi aku suapkan ke mulut. Waahhh…uenak buanget lho! Dagingnya sangat empuk dan tidak keselip di sela2 gigi. Kuahnya juga ok, pas banget lah!ngiler Dagingnya aku lihat cukup ok, baik ukurannya maupun daging yang tersedia. Sengaja aku keluarkan dari mangkok, karena aku kesulitan untuk mengabadikan daging2 tersebut yang sedang 'berendam' di dalam kuah sup buntut.

Sayangnya, kentangnya kurang matang, jadi agak keras. Tidak terlalu mengganggu sebenarnya, tapi harapanku sebenarnya kentangnya dimasak cukup matang sehingga bisa dikunyah dengan mudah.

Total daging buntut yang disediakan sebanyak 4 potongan. Hmmm...bisa dibilang tidak mengecewakan untuk harga yang cukup 'mencekik'. Terlebih lagi buntut yg disediakan CUKUP BANYAK DAGINGNYA.ngiler Jika di kaki lima atau di tempat lain, kadang jumlah buntutnya bisa mencapai 6 potong, tapi itu LEBIH BANYAK TULANGNYA.melet

Butuh waktu 15 menit untuk menghabiskan sup buntut ini. Selain menikmati tiap suap yang aku masukkan, juga agar si Tom ini bisa segera disantap.

Selesai makan sup buntut, diselingi dengan minum jus. Aahhh…sedaaapppp.ngiler

Ok, selanjutnya si Tom yg aku sosor. Hmmm…kuah kaldunya enak banget! Asem2 manis! Si Tom ini terdiri dari ayam, jamur, bawang merah dan bawang putih. Kaldunya entah dari campuran apa, tapi aku lihat lemaknya cukup banyak juga, seperti mentega yang mencair.ngiler

Cukup lama juga menyantap si Tom, terlebih karena menu sup buntut ini sebenarnya sudah membuat perutku terisi cukup banyak. Jadi, aku agak2 santai saja makan.

Total jenderal, aku butuhkan waktu hingga 1 jam untuk menyantap kedua menu ini. Selain tidak terlalu buru-buru, menunya cukup mahal sehingga perlu lebih dinikmati.

Biaya yang mesti dikeluarkan untuk semua menu ini, errr...cukup lumayan lah. Setidaknya jika dibandingkan dengan harga sup buntut pada umumnya, jelas berlipat-lipat, hihihi...

Moral story:
- makan di restoran berlokasi di hotel bintang lima, mesti berpakaian rapi. Ndak boleh makan pake sendal jepit, karena makan itu mesti pake tangan. Wakakka...gariing ah, hihihi...
- menu-menu yang disajikan cukup bervariasi, namun tidak banyak pilihan untuk ukuran restauran berbintang
- harga menu cukup mencekik, jadi makan di sini bukan solusi yang baik untuk mentraktir, hihihi...

Posted on Wednesday, April 29, 2009 by M Fahmi Aulia

2 comments

4/27/2009


Aku harus memutuskan dan menjalankan sebuah keputusan yang cukup sulit dan berat, yakni resign dari kantorku yang sekarang. Ada banyak pertimbangan dan kejadian yang membuatku HARUS memilih hal ini. So, karena hal2 tersebut DI LUAR kemampuanku untuk menyelesaikannya, maka aku 'terpaksa' memilih keluar.

Mengundurkan diri sebenarnya mudah saja. Buat surat pengunduran diri (surat resign), cetak surat tersebut (ada juga yg mengirimkannya via email, tapi buatku sendiri hal tersebut kurang afdol), tunggu tanggapan dari pihak manajemen, selesai sudah. Namun ternyata tidak mudah untuk mengundurkan diri, kenyataannya.

Hal ini yang menimpaku. Pak Boss sendiri kaget dengan keputusanku ini.

Boss:"Wah, ada apa ini, kok malam2 kita bertemu di ruang meeting? Memangnya ada yang penting ya? Sampai mesti malam ini pula."
Aku:"Yaaa, begitulah pak. Cukup penting, dan memang mesti malam ini agar saya tidak penasaran saja."

Boss::"Hmm...ok, ada apa?"
Aku menyerahkan sebuah amplop tertutup. Isinya ya jelas surat resign lah, masa aku ngasih duit? Hihihih...

Boss membuka surat dari aku sambil mukanya terus bertanya-tanya. Membaca sekilas, sekitar 2 menit. Dan...

Boss::"Wah, Fahmi, ga bisa...ga bisa..."
Aku:"Errr...apanya yang ga bisa pak? Ga bisa baca surat?"

Boss::"Bukan, maksud saya...kamu ga bisa...surat ini ga bisa..."
Aku:"Lah, ga bisa opo sih paaakkk?? Ra mudeng nih...."

Boss::"Kamu ga bisa resign."
Aku langsung bengong. Resign kok ga bisa? Apa aku ga salah denger?
Aku:"Ga bisa kenapa pak? Saya terlalu cepet ya minta resignnya? Ya sudah, saya undur 1 bulan ya?"

Di surat itu, aku emang minta waktu 2 minggu untuk resign. Jika merujuk pada aturan 'normal', maka resign mesti diumumkan 1 BULAN sebelum mengundurkan diri. Tapi, seorang temanku cerita bahwa sebuah bank di daerah Thamrin membolehkan waktu 2 minggu bagi stafnya untuk resign.

Kita kembali ke percakapan.

Boss::"Bukan...bukan itu.."
Aku:"Lantas? Ya sudah, saya undur lagi sampai 1.5 bulan ke depan ya?"

Boss::"Ga, ga bisa. Kamu GA BOLEH RESIGN."
Aku langsung nge-gubrak usai mendengar pernyataan bossku ini.halah..
Hwaduh, lha kok ga ga boleh resign ya? Padahal resign kan hak asasi setiap pekerja kantoran. Coba deh cek di Undang Undang Tenaga Kerja no 27/1950/Menraker. Di sana tertulis di pasal 1 bahwa hak asasi setiap pekerja kantoran. Lalu di pasal 2 tertulis bahwa setiap kantor tidak boleh mengekang hak resign, karena akan melanggar pasal 1.

Boss::"Ok, kamu kenapa sih mau resign?"
Aku semula ga mau cerita. Tapi akhirnya aku cerita juga beberapa alasan penyebab aku pengen keluar.

Boss::"Ok, kita cari solusi dari alasan2 kamu itu."
Aku malah langsung terbengong-bengong mendengar jawaban bossku ini.halah..
Aku:"Lha kan saya selama ini sudah cari solusinya, dan kagak ketemu boss. Makanya saya minta resign."

Boss::"Oooo...begitu ya?"
*GUBRAK....*halah..

Boss::"Begini saja...saya naikkan gaji kamu, sampai 5 kali lipat!"
Aku:"Duh, boss...it's not about money. Ini bukan masalah duit."
Cieee...gaya ga? Bahkan tawaran duit pun aku tolak. Keren kan? Gyakakak...cool

Boss::"Ya udah, jadi 7 kali lipat."
Aku:"Ah, jangan2 maksudnya ini gaji saya dilipat sampe 7 kali?"

Boss::"Hihiih...tahu juga kamu, hihiih..."
*GUBRAK LAGI....*halah..

Boss::"Yowis, gini saja, kamu naik jabatan."
Aku:"Duh, boss ini bukan masalah jabatan."
Ya ya ya...aku masih selalu berpikir bahwa jabatan bukan hal yg penting. Yang penting adalah DUITNYA.mata duitan Jadi harap kesampingkan semua bujukan dan tawaran yang terkait dengan jabatan. Eh, uang juga bukan yg penting ya? Kan udah aku tolak? Errr...sorry, maksudnya duit lebih penting dari jabatan.

Akhirnya terjadilah percakapan (negosiasi yg super alot) selama lebih dari 25 menit. Si Boss melancarkan jurus2 agar aku ga resign. Giliran aku yang bersusah payah menangkis serangan2 tersebut.whew!

Pertemuan ditutup tanpa adanya keputusan dari pihak manajemen.
Boss:"Fahmi, saya anggap surat (resign) ini tidak pernah ada."
*GUBRAK UNTUK KESEKIAN KALINYA...*
Udah jelas2 surat itu sudah aku ketik, print, masukin amplop, aku kasih ke boss untuk dikeluarin dan dibaca. Kok dibilangnya, dianggap ga pernah ada? OMG!!!halah..

Ok deh pak Boss. Ngobrolnya dilanjutin kapan2 yaaaaa???dadah!

Moral story:
- resign itu adalah hak asasi pekerja kantoran.
- siapkan surat resign (sebaik dan sebagus mungkin).
- surat resign bisa dikirim via email atau juga diserahkan langsung.
- jangan terlalu percaya dengan dialog di atas. 68% palsu kok! Hihihihih...xixixi... Bagian mana yg palsu, yaaa silakan pikir2 sendiri. Aku sudah cape ngetik, jadi males mbantu. Maap yeeee...xixixi...

Posted on Monday, April 27, 2009 by M Fahmi Aulia

6 comments

4/20/2009

Pemilu 2009 telah berakhir. Banyak kasus yang terjadi, termasuk kasus banyaknya para pemilih yang tidak terdaftar. Akibatnya, mereka kehilangan hak pilih mereka sehingga tidak bisa berpartisipasi.

Berikut ini informasi yg aku dapatkan, bagi yg ingin MENGGUGAT.

Dari: Gung Ayu
Topik: Kirim data warga yang hak pilihnya diingkari
Kepada: Undisclosed-Recipient@yahoo.com
Tanggal: Sabtu, 11 April, 2009, 7:10 PM

Komite Independen Pengawas Pemilu (KIPP) bersama Yayasan
Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Perhimpunan Bantuan
Hukum Indonesia {PBHI), dan sejumlah ORGANISASI LAINNYA
AKAN MENGAJUKAN GUGATAN KE MAHKAMAH KONSTITUSI (HARI SELASA)
TENTANG MASYARAKAT YANG TIDAK DAPAT BERPARTISIPASI DALAM
PEMILU LEGISLATIF.

TOLONG KIRIMKAN INFO SERTA DATA BAGI WARGA YG TIDAK TERDATA
KE EMAIL: kippindonesia@gmail.com. atau SMS KE :
0817-0843-243

Posted on Monday, April 20, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

Bagi anda, terutama orang Sunda, barangkali komik si Mamih ini bisa membuat hari2 anda lebih ceria dengan lelucon2 yg ditampilkan. Aku sendiri sampe ngakak2 banget dah!ngakak guling2

Jika ingin mengunduh, silakan klik di sini.

Posted on Monday, April 20, 2009 by M Fahmi Aulia

1 comment