3/30/2009

Yappp...anda tidak salah! Aku pernah berfoto dengan beliau! Ini buktinya!

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Moral story:
- Ustad ABB cukup ramah
- Berfoto dg beliau adalah hal yg teramat langka!!

Posted on Monday, March 30, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

3/28/2009

Jam 20.30 WIB tadi, aku langsung mematikan banyak peralatan listrik yg ada di rumah. Bukan apa-apa, melainkan karena aku dan Wify sudah sepakat untuk ikut serta dalam program "Matikan Listrik Selama 1 Jam" yg dicanangkan oleh WWF.

Hmmm...sebenarnya kami tidak 100% melakukan apa yg diminta WWF, mematikan SEMUA peralatan listrik. Kami menyisakan kipas angin. Penyebabnya tidak lain dan tidak bukan, kalo kipas angin dimatikan, maka kami berdua akan benar2 kembali ke jaman pre-historik. Ruangan yg gelap plus udara yg pengap. Jadi, biar ga dibilang kembali ke jaman purba (sekaligus mengingatkan kami, bahwa kami hidup di jaman yg cukup modern), maka kipas angin masih dinyalakan.ngakak

So, mulailah 1 demi 1 peralatan listrik kami matikan.

Ctek...ctek...ctek...

Setelah selesai, kami berdua memilih tempat tidur sebagai tempat nongkrong. Dan kebetulan sedang gelap, di kasur kami melakukan perbuatan yg cukup dewasa....DISKUSI MENGENAI RUMAH TANGGA!!tertawa penuh tipu daya *hayoooo...ada yg mikir jorok ya??wakakkak...*

Karena tempat tidur kami berdekatan dengan jalan raya, maka kami bisa mendengar obrolan orang2 yg lalu lalang di depan kontrakan kami. Berikut ini adalah obrolan orang yg sempat kami tangkap.

"Lho, rumah ini kok lampunya dimatikan?"
"Katanya sih penghematan gitu..."

Sesaat kami sempat perhatikan kondisi rumah2 tetangga. Ternyata memang tidak ada yg mematikan lampu! Jadi, memang wajar kalo orang bertanya-tanya kenapa rumah kontrakan kami lampunya pada mati semua.nyengir

Setelah 1 jam berlalu, kami nyalakan lagi peralatan elektronik yg 'wajib' dinyalakan.

Hmmmm...jadinya, apakah pemadaman selama 1 jam ini cukup bermanfaat? Entahlah, aku sendiri tidak terlalu peduli dengan orang2 sekitar, tapi yg penting sih aku sudah bisa berbuat sesuatu. Meski, sebenarnya selama ini pun kami sudah cukup berhemat dg tidak banyak menyalakan peralatan listrik yg kami rasa tidak perlu.

Moral story:
- Bumi, tempat kita hidup, sudah menanggung beban yg cukup berat. Jadi, sesekali bantulah meringankan bebannya.
- Aksi-aksi pemadaman lampu masih menjadi hal yg dianggap aneh oleh sebagian masyarakat Jakarta.
- Agar aksi pemadaman bisa lebih efektif jika para pemilik rumah TIDAK BAYAR (MENUNGGAK) BAYARAN LISTRIK, wakakakak...ngakak guling2

Posted on Saturday, March 28, 2009 by M Fahmi Aulia

2 comments

3/23/2009

Maaf, blog ini sedang terbengkalai.

Pemiliknya sedang seolah-olah sibuk, biar punya alasan untuk ga ngupdate blog ini seperti dahulu kala, hihihih... *cekikikan...*

Moral story:
- sibuk kerja bisa membuat blog terbengkalai
- jika memang blog terbengkalai, cari alasan yg logis! xixixi...

Posted on Monday, March 23, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

3/16/2009

Kita berjumpa lagi dalam episode kuliner. Kali ini kulinernya agak jauh dari Jakarta, tepatnya di Solo. Aku sempat kunjungi Solo beberapa waktu lalu, dan berhasil mencicipi beberapa tempat makan yg cukup yahud!

Nah, untuk kali ini aku akan bahas restoran Adem Ayem. Lokasinya di jalan protokol Solo, Slamet Riyadi, sehingga relatif mudah ditemukan. Oleh kenalanku, aku dibawa ke sini, karena Adem Ayem di Slamet Riyadi ini merupakan baru buka, dan cabang ke-40!! Buseettt...!! Sudah 40 cabang bo!

Suasana di dalam cabang ke-40 ini cukup ramai, setidaknya di bagian kasir, aku sempat lihat para stafnya tidak banyak bengong! Aku dan kenalan2ku segera duduk, dan disodori menu seperti yang terlihat di bawah ini. Klik saja jika ingin melihat rincian harga.


Bagian dapur nampaknya cukup bersih. Aku memang tidak sempat melihat ke dalamnya, untuk melihat lebih rinci. Tapi dari penglihatan sekilas, hmmm...mestinya sih memang bersih kok!

Aku sempat tanya, menu yg favorit dari restoran ini. Disebutkan nasi gudeg adalah menu favoritnya. Ya sudah, aku pesan saja menu nasi gudeg ini. Lumayan lama, lebih dari 20 menit jika tidak salah. Hmmm...sekilas sih penampilan menu nasi gudegnya biasa saja.

Tapi....

Wah, AYAMNYA ternyata SANGAT TOP DAN SANGAT DIREKOMENDASIKAN! Lembut dan begitu mudah dicerna serta begitu luezat dan gurih (aku sempat curiga gurihnya karena terlalu banyak penyedap rasa)ngiler. Yang aku sayangkan adalah kreceknya. KRECEKNYA ASAM!!! Sementara untuk nangka gudegnya, hmmm...standar saja! Total penilaian aku beri nilai 6,5 saja!

Terus terang, faktor ayam yg menjadi nilai lebih gudeg restoran Adem Ayem ini. Kalo krecek dan nangka gudegnya, aku lebih pilih gudeg di Pasar Minggu Jakarta. Tapi, tidak ada salahnya mencoba gudeg di sini jika anda berkesempatan ke Solo. Siapa tahu lidah saya sedang tidak fit saat mencoba gudeg ini, eheheh...melet

Moral story:
- Gudeg di restoran Adem Ayem Solo tidak cukup ok, menurutku. Hanya ayamnya yg ok!
- Jika anda ke sini, sebaiknya coba menu yg lain.

Posted on Monday, March 16, 2009 by M Fahmi Aulia

2 comments

3/13/2009

Selama ini, kata alergi selalu berkaitan dengan hal-hal yang bisa dikatakan negatif. Banyak sekali contohnya, misalnya alergi debu dan bulu akan mengakibatkan asma kambuh. Lalu alergi dg sinar matahari, bisa menyebabkan kulit melepuh. Aku juga sebenarnya menderita penyakit alergi, alergi dompet kosong, wakakak...ngakak guling2

Namun, baru sebulan terakhir ini aku mengetahui bahwa alergi itu tidak selalu merugikan.

Jadi begini ceritanya...

Satu waktu, Wify dites kesehatannya di sebuah klinik. Tes dilakukan sebenarnya untuk mengetahui kesehatan Wify, so kami berdua menghadapi tes kesehatan ini. Nope, ini bukan general check up, tapi lebih spesifik.

Nah, sebenarnya hasilnya tidak membuat kami terkejut! Karena Wify, alhamdulillah, kondisinya sehat wal afiat alias segar bugar. Yang membuat kami terheran-heran adalah, hasil tes alerginya. Bagaimana tidak terkejut, karena hasil tes menunjukkan bahwa sebenarnya Wify menderita sejumlah alergi. Akan tetapi, uniknya, ALERGI INI justru akan MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH (ANTIBODI) Wify MENINGKAT!

Bingung?
Aneh?

Jadi begini, seperti yg aku tulis di paragraf pertama. Pada umumnya, jika seseorang melakukan kontak dengan benda yg membuat dia alergi, maka dia akan jatuh sakit (sesuai dengan benda penyebab alerginya). Nah, pada Wify, hal yg terjadi justru sebaliknya! Jika Wify banyak melakukan kontak (ataupun mengonsumsi) benda2 yg menjadi sumber alergi, Wify AKAN SEMAKIN SEHAT!

Sebenarnya kami bersyukur banget bahwa alergi yg diderita Wify ini menyebabkan dirinya sehat. Namun di sisi lain, ada 'kerugian' yang kami derita. Antibodi tubuh Wify akan selalu aktif MENOLAK benda-benda yg datang dari luar. Ini menjadi jawaban, mengapa kami masih belum dikaruniai momongan. Tubuh Wify akan menolak dan secara otomatis memerangi cairan spermaku yg masuk ke dalam tubuhnya.halah..

Ini juga menjadi jawaban, mengapa Wify 'begitu sulit' untuk sakit. Sejak kecil, Wify ternyata memang paling tahan tubuhnya terhadap sakit. Bahkan, hingga saat ini, terutama sejak menikah, aku tidak pernah dapati Wify sakit, even flu sekalipun! Padahal tempo hari para staf di kantornya terserang flu berat, alhamdulillah, Wify sehat2 saja. Jikapun ada gangguan kesehatan, biasanya Wify alami pusing kepala dan masuk angin saja. Dengan istirahat (tidur) selama 2-3 jam, biasanya sehat kembali.happy

Hasil konsultasi dengan dokter, Wify mesti menjalani perawatan dan pengobatan. Diperkirakan butuh waktu selambatnya 3 bulan, sebelum kami harus cek lagi kondisi Wify, apakah antibodinya sudah bisa kompromi dg benda luar ataukah masih terlalu 'garang'.

Ada sejumlah pantangan yang mesti Wify hindari. Yang merepotkan, pantangan yang harus dihindari adalah yg berkaitan dengan makanan favorit Wify, termasuk sea food. Ya sudah, sejak akhir Januari 2009 kemarin, Wify sudah menjalani pengobatan dan perawatan serta mesti menghindari mengkonsumsi makanan2 yg menjadi pantangannya.

Mohon bantuan doanya, semoga kondisi Wify 'normal'. Terima kasih.

Moral story:
- Alergi senantiasa dg hal2 yg merugikan, tapi ada juga alergi yg justru menguntungkan!
- Ternyata aku menikah dengan super woman, yg selalu sehat!
- Kami minta bantuan doanya, semoga Wify berhasil menjalani pengobatan ini. Terima kasih

Posted on Friday, March 13, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments

3/04/2009

Membaca headline di Lampu Merah, membuat aku terpingkal-pingkal, sekaligus mengurut dada (prihatin maksudnya).

Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Moral story:
- jangan berharap headline yg lebih dari koran Lampu Merah
- masyarakat Indonesia masih mau dicekoki hal bodoh seperti ini.

Posted on Wednesday, March 04, 2009 by M Fahmi Aulia

1 comment

3/03/2009

Sea food atau makanan laut merupakan salah satu menu makanan yang menjadi favorit para pecinta kuliner. Tidak terkecuali aku, apalagi Wify yang nge-fans berat dengan namanya sea food. Namun, mendengar nama Wiro Sableng 212 sebagai tempat makan sea food, terus terang baru kali ini kami dengar.

Tapi, itulah kenyataannya. Kami dapati bahwa sebuah tempat makan di daerah Kelapa Gading mempunyai nama Wiro Sableng 212. Aku yakin anda pernah mendengar nama Wiro Sableng 212, sebuah tokoh rekaan karya Bastian Tito, yang pernah begitu terkenal di tahun 1980 akhir hingga 1990an.

Untuk mencapai tempat makan Wiro Sableng 212, tidaklah sulit. Yang penting anda tiba di Kelapa Gading. Kami mempunyai rute sebagai berikut untuk mencapai tempat makan Wiro Sableng ini. Dari Cempaka Putih kami mencapai Kelapa Gading dan tiba di Boulevard Barat. Dari jalan Boulevard Barat, kami tinggal susuri jalan tersebut hingga mencapai pertigaan, mengambil arah ke Bekasi. Maka anda akan langsung berada di jalan Boulevard Raya.

Dari situ, anda tidak perlu terlalu jauh menempuh jalan Boulevard Raya, karena tidak sampai 2 menit (dengan kendaraan bermotor tentunya) anda akan temui papan nama rumah makan Wiro Sableng 212 ini. Oya, aku tidak sepakat bahwa rumah makan Wiro Sableng 212 ini disebut warung, karena bentuk bangunannya lebih permanen dibandingkan dengan warung, yang rata-rata berbentuk tenda di pinggir jalan.

Dari luar, wuiiihh…sudah terlihat kesibukan memasak sea food. Asap yang memedihkan mata terlihat mengepul dengan tebalnya. Namun, asap ini menyebarkan aroma wangi sea food yang dimasak, sehingga kamipun bisa merasakan nikmatnya wangi sea food yang dimasak, heheh.

Masuk ke dalam rumah makan WS 212, kami dapati sebuah ruangan yang cukup luas. Dengan jumlah meja panjang sebanyak lebih kurang 10 meja panjang, yang terbagi menjadi 2 nomor. Dengan demikian ada 20 grup tamu yang bisa dilayani di sini. Dalam 1 meja terdapat 4 kursi. Total jenderal 80 tamu bisa dilayani.

Tidak menunggu lama, seorang staf WS 212 menghampiri kami, menyodorkan sebuah menu. Hmm…kami baca menu yang ada, akhirnya kami putuskan memesan 1 ekor ikan ayam-ayam (aneh, ikan kok namanya ayam ya? Heheh) dan 1 ekor ikan kue (yang ini tidak kalah anehnya). Sebenarnya kami pernah makan kedua jenis ikan ini, tapi melihat jenis ikan yang tersaji di menu, nampaknya 2 ikan ini yang ‘layak’ dicoba.

Kami tidak memesan sayur, dengan alasan sayur yang disajikan di rumah makan sea food biasanya tidak terlalu istimewa.

Sebenarnya kami ingin memesan kepiting, tapi keinginan itu kami batalkan karena satu dan lain hal.

Akhirnya setelah menunggu sekitar 20 menit, datang juga pesanan kami. Ternyata ikan yang disajikan ukurannya cukup besar! Kedua ikan yang disajikan ternyata kondisinya AGAK GOSONG, namun adanya jeruk nipis ternyata berguna untuk mengurangi rasa gosong yang melekat pada badan ikan.

Daging ikan kue (sebelah kiri) mempunyai bentuk yang lebih mirip dengan ikan kembung. Namun seratnya lebih halus. Sementara ikan ayam-ayam (sebelah kanan) mempunyai bentuk yang lebih menggiurkan. Hal ini dikarenakan adanya lapisan lemak yang nampak di permukaan.

Ternyata menghabiskan kedua ekor ikan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, karena ukurannya yang (menurut saya) lebih besar dibandingkan dengan ikan bakar sejenis yang pernah kami makan. Hampir 1 jam untuk menyelesaikan santap seafood ini.

Saat kami membayar, wuiihh…ternyata tidak heran jika kami butuh waktu yang lama untuk menghabiskannya. Di bon yang kami terima, tertulis bahwa ikan kue yang kami makan mempunyai berat 600 gram (lebih dari 1/2kg), sementara ikan ayam-ayam lebih berat lagi, yakni seberat 800 gram! Total jenderal untuk 2 porsi ikan ini, kami habis Rp 96 ribu. Ditambah dengan 1 porsi nasi putih, 1 gelas kelapa jeruk dan 1 gelas jus belimbing, kami menghabiskan Rp 125 ribu rupiah. Sebuah harga yang sebanding dengan ukuran ikan yang kami santap.

Bagi yang ingin makan sea food di sini, mungkin harga yang mesti dikeluarkan bisa disesuaikan dengan besar ikan yang hendak disantap. Saran kami, jika hendak bersantap di sini, coba minta ukuran yang lebih kecil, sehingga biaya yang keluar tidak terlalu mahal. Perkiraan kami, ‘normalnya’ biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 40 ribu – Rp 60 ribu tiap orangnya. Itu meliputi 1 porsi ikan bakar ukuran sedang, 1 porsi nasi putih, dan 1 gelas minuman.

Untuk rasa, hmmm….kami bisa katakan rasanya biasa saja. Namun kami cermati, faktor SAMBAL di WS 212 ini begitu istimewa, sehingga walau rasa ikan bakarnya biasa, tapi dengan adanya sambal ini, ikan bakarnya terasa cukup nikmat!

Kekurangan dari rumah makan WS 212 ini adalah TERLALU BANYAK LALAT bersliweran di dalam rumah makan! Akibatnya kami tidak bisa menikmati makanan dengan tenang, karena beberapa kali kami mesti mengibaskan tangan untuk mengusir lalat yang beterbangan.

Untuk kebersihan tempat makannya, kami rasa sudah cukup bersih untuk ukuran tempat makan sea food. Hanya saja di tempat memasaknya relatif cukup kotor, meski kami sempat lihat beberapa staf WS 212 selalu siap sedia membersihkan tempat masak yang berada di luar rumah makan.

WS 212 sendiri, menurut kami cocok untuk dijadikan makan keluarga, ataupun bersama teman. Kami dapati banyak keluarga yang datang untuk menikmati masakan di WS 212.

Waktu bukanya dari jam 11 pagi hingga 11 malam.



Moral story:
- sea food itu tidak kalah enak dibandingkan dengan makanan lainnya
- jangan sungkan bertanya ukuran ikan yang akan disajikan, agar (perut dan dompet) tidak kaget
- wiro sableng 212 saat pensiun jualan masakan sea food

Posted on Tuesday, March 03, 2009 by M Fahmi Aulia

No comments