Dari sekian banyak aplikasi jejaring sosial yang aku ikuti, hanya 2 yg aku perbolehkan diriku untuk berkecimpung di dalamnya, yakni Twitter dan Plurk. Lainnya, terutama Facebook, aku melarang keras diriku untuk berkecimpung dan bergulat di dalamnya. Sifat kecanduan yg teramat sangat, membuat diriku harus bisa membatasi diriku sendiri agar waktu kerjaku lebih produktif dan tidak terlalu repot dengan membaca status2 teman2 di FB, yg seringkali 'terlalu narsis' dan (sorry ya) tidak terlalu penting untuk dibaca.

Sementara itu, aku mengikuti Plurk dan Twitter dengan alasan berikut:

Plurk
Bertujuan untuk senang-senang dan bercerita mengenai hal2 yg sifatnya tidak terlalu banyak mikir. Cenderung ke hiburan lah istilahnya. Toh aku juga butuh pelampiasan usai kerja cukup banyak dan berat ini. *halah, gayamuuuu...*

Hal yg aku suka dari plurk:
- ada timeline yg jelas, jadi aku bisa merunut kapan kejadian/tulisan itu aku buat
- integrated dg YM. Sehingga walaupun Twitter diblok , aku masih bisa memantau (dan reply) via YM
- respon dari teman2 plurker juga jelas, jadi mudah untuk diikuti

Twitter
Aku join di Twitter karena banyak informasi2 menarik yg bisa aku dapatkan dari para tweeps. Dengan kata lain, di sini sifatnya lebih serius dari plurk.

Hal yg aku tidak suka dari Twitter:
- timeline yg ndak jelas
- respon yg tidak bisa dirunut dengan gampang (ga segampang di plurk)

So, masing2 punya tujuan dan manfaat sendiri.

Moral story:
- jangan terlalu sering berkutat dg aplikasi jejaring sosial. buang2 waktu! (menurutku)
- buatku, ikut plurk dan twitter sudah lebih cukup untuk mendapatkan teman baru dan informasi terkini