Koin Untuk Prita adalah sebuah perlawanan dari rakyat kecil di Indonesia, terutama mereka yang selama ini tidak mendapatkan keadilan di bidang kesehatan. Perlawanan ini muncul dan kian mencuat ke permukaan usai Prita dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 204 juta. Hukuman yang diterima Prita membuat para rakyat kecil yang merasa senasib kontan memberikan 'recehan' dalam bentuk koin, sebagai wujud solidaritas dan rasa prihatin serta kebersamaan.

Aku sempat baca di sebuah media, hingga kemarin menjelang penutupan pengumpulan koin untuk Prita, begitu banyak koin-koin yang terus berdatangan ke Wetiga, sebuah tempat yang dijadikan ajang pengumpulan dan perhitungan koin.

Yang membuat diriku terharu dan trenyuh, ternyata begitu banyak kalangan masyarakat (terutama rakyat kecil) yang begitu peduli dengan Prita. Padahal boro-boro kenal satu dengan yang lain. Namun, kebersamaan dan terutama sulitnya mendapatkan rasa aman dan keadilan di bidang hukum dan kesehatan membuat banyak orang merasa senasib.

Bahkan aku sempat mendapatkan informasi dari media, ada relawan penghitung koin yang ternyata nasibnya sedikit mirip dengan Prita. Anaknya meninggal dunia karena sulitnya dia mendapat layanan kesehatan yang memadai, padahal mereka termasuk golongan tidak berada.

Uang yang terkumpul, hingga artikel ini dimuat sudah jauh dari angka Rp 204 juta. Bahkan menembus angka Rp 500 juta! Dan itu mayoritas berbentuk KOIN (ada juga yang berupa uang kertas)! Beratnya, dari informasi yg aku dapat, masih belum pasti. Ada yang menulis 5 ton, 10 ton, dan nominal lainnya.

Toh, seberat apapun, pihak Omni akan (atau telah?) mendapat pukulan yg telak. Selain reputasi mereka (kian) jatuh, bisa dibayangkan muka mereka ketika menerima recehan ini. Usaha mereka untuk mencabut gugatan perdata, menurutku adalah hal sia-sia. Bola salju yang terlempar telah menggelinding sedemikian besar.

So, kita tunggu kabar selanjutnya yak?! Anda bisa mengikut kegiatan "Koin Untuk Prita" di sini.

Moral story:
- masyarakat miskin masih belum diperhatikan pemerintah
- orang miskin DILARANG SAKIT!
- rumah sakit mesti pakai hati nurani, tidak saja mengukur tebal tipis dompet pasien!
- sekali reputasi rumah sakit hancur, bisa dipastikan tinggal menunggu waktu dia tutup