Radja Ketjil, nama tempat makan yg aneh sebenarnya. Aku beberapa kali melewati tempat makan ini, namun belum sempat mencoba hingga beberapa waktu yg lalu. Saat kami berdua masuk ke restoran Radja Ketjil di kawasan Tebet ini, aku serasa dibawa ke jaman dahulu. Hal ini bisa dimaklumi, karena setting dan tata letak serta tampilannya yang begitu ‘jadul’ (jaman dulu). Terlebih karena begitu banyak barang-barang ‘kuno’ seperti radio kuno, lalu ada rantang-rantang, plus petromax yang terpasang di sudut ruangan.

Saat kami melihat menunya, ternyata Radja Ketjil menyediakan menu-menu peranakan (Cina) dengan nama-nama yang sangat lucu dan ‘mengejutkan’. Beberapa nama menu yang cukup lucu adalah “Gado-gado Ibu Suri”, “Tauge Ikan Pengen Kawin”, dan “Cumi Nona Minta Kawin”.

Dari sekian banyak menu yang tersaji, kami mencoba beberapa menu sekaligus, yakni “Sup Radja-radja”, “Nasi Goreng 7 Samudera”, dan “Gohyong Wan Char Lee”.

Sup Radja-radja mungkin tidak terlihat menarik, tapi sebenarnya rasanya cukup enak, karena dibuat dari kepiting. Sementara untuk Gohyong sebenarnya mirip dengan salah satu menu di restoran saji Jepang, jika tidak salah Kani Roll.

Untuk makan di Radja Ketjil, intinya JANGAN TERBURU-BURU. Sebaiknya anda nikmati suap demi suap makanan yang dimakan, terutama untuk Sup Radja-radja.

Aku tidak merekomendasikan anda untuk memesan Es Dungdung, karena porsinya terlalu kecil untuk menu seharga Rp 12 ribu. Padahal, jika aku perhatikan Es Dungdung ini sebenarnya sama dengan es yang biasa dijual di komplek Sekolah Dasar (paling-paling hanya Rp 1.000-2.000 saja).

Toh harga yang dikeluarkan, menurut kami, rasanya sepadan, terutama bagi yang ingin menikmati suasana jaman dulu serta rasa masakan yang disantap.

Jika aku boleh sarankan, menu gurame nampaknya cukup layak untuk dicoba. Hanya saja, sebaiknya menu gurame ini dimakan ramai-ramai, karena porsinya yang cukup besar. Aku tidak memesan menu ini karena takut tidak habis jika dimakan hanya berdua.

Selamat berkunjung dan menikmati!

Foto2 lainnya bisa dilihat di sini.

Moral story:
- isunya tempat makan ini milik Tika Panggabean
- cocok buat tempat nego bisnis, pertemuan keluarga (saat kami makan, ada yg merayakan ulang tahun)
- (mungkin) jika memesan, bisa minta rincian dari menu kepada pelayan, daripada menyesal (karena terlalu mahal dan ndak sebanding)