Hari Senin kemarin, aku mengalami kejadian yang membuatku deg2an. Penyebabnya, Wify mengalami pendarahan, padahal ybs sedang hamil! Jika pendarahan saat haid, ya itu wajar namanya.

Jadi, menurut Wify, usai buang air kecil, saat membersihkan bagian sensitifnya, mendadak keluar darah dalam jumlah yg cukup banyak. Tidak sebanyak darah haid memang, toh membuat khawatir juga karena keluarnya dalam jangka waktu lebih dari 2 jam.

Walhasil kami lumayan deg2an juga, terlebih sang jabang bayi ini merupakan perjuangan 3 tahun. Alhamdulillah-nya, aku tidak khawatir dan tidak panik. Merupakan modal yg cukup bagus bagi (calon) bapak, agar sang istri tidak makin deg2an dan kian panik.

Akhirnya aku pulang dari kantor. Aku melihat botol mineral sudah diisi dengan benda berbentuk gumpalan yg semula berselimutkan darah segar, yg keluar saat Wify membersihkan bagian sensitifnya. Warna airnya sudah cukup 'tercemar' sehingga mirip dengan minuman bersoda. Aku sempat guyon,"Eh, hati2 jgn salah ambil minuman, ntar malah ini yg diminum!"sillyhalah..

Menelpon taksi burung biru, ternyata lama sekali datangnya. Padahal kondisi sudah cukup mengkhawatirkan. Untungnya sudah ngontak dokter kami, dokter Taufik. Setelah menunggu lebih dari 30 menit, akhirnya lewat juga taksi burung biru yg segera mengantarkan kami ke rumah sakit di kawasan Jatinegara.

Sejak menjelang pulang ke rumah, aku sudah kirim pesan via Plurk, dg pertimbangan paling gampang ngakses dan terlihat 'timeline'-nya. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, kami dihadang kemacetan. Wajar sih, namanya juga Jakarta. Namun dengan kondisi Wify yg usai mengalami pendarahan, toh hal ini membuat kami gemas juga dg kondisi kemacetan ini!

Ya sudah, sepanjang perjalanan, kami berdua berdoa dan aku sesekali mengupdate status. Wify sendiri sempat menelpon kembali rumah sakit, memastikan dokternya ada. Untungnya kami juga bisa daftar via phone. Dapat nomor 11!

Sesampainya di rumah sakit, ternyata DOKTERNYA BELUM DATANG!

Yaaa...apa boleh buat, terpaksa kami menunggu di lantai 4, dengan perasaan harap-harap cemas. Aku sendiri hanya bisa tercenung melihat kondisi Wify. Pokoknya dia minta makan apa, dibeliin deh! Untungnya Wify dan jabang bayi ga rewel. Beberapa cemilan masuk, termasuk cakue,hehe.

Alhamdulillah, akhirnya sang dokter datang juga. Entah bagaimana, kok kami mendapatkan giliran pertama untuk diperiksa.

Usai diskusi dan tanya jawab, akhirnya dilakukan pemeriksaan yang lebih detil terhadap Wify.

TERNYATA ADA POLIP DI DEKAT MULUT RAHIM!

Dokter Taufik sudah memastikan bahwa polip inilah yg menyebabkan pendarahan (cukup banyak) yg dialami Wify. Dugaan yg paling besar adalah hormon estrogen Wify meningkat tajam. Padahal semestinya hormon progesteron yang meningkat pada ibu-ibu hamil. Efeknya jelas, estrogen yg berlebih ini memicu tumbuhnya bagian tubuh yg tidak normal. Dalam kasus Wify, di bagian dekat mulut rahim tumbuh semacam daging (mirip kutil) yang berwarna kemerahan.

Jika si daging ini terkena gesekan, bisa dikarenakan jalan terlalu banyak (apalagi naik turun tangga) atau bahkan kecapekan karena kerja, maka dia akan mengeluarkan darah! Padahal, rasa2nya Wify tidak terlalu banyak aktivitas selama hamil (muda) ini, bahkan kerjanya pun lebih santai lho!

Dokter Taufik memberikan 2 solusi untuk kasus ini. Yg pertama, diikat si polipnya ini. Nantinya, karena diikat, jaringan polip ini akan lepas dari tubuh karena tidak mendapat pasokan makanan. Hanya saja, hal ini ada resikonya, yakni pernah dijumpai walau diikat ada darah yg keluar. Nah, darah yg keluar ini berpotensi masuk ke rahim dan membahayakan si jabang bayi. Kontan aku TOLAK opsi ini!

Pilihan kedua, menunggu waktu hingga umur kandungan 3 bulan. Pada saat umur kandungan sudah 3 bulan, pada umumnya si polip akan hilang dengan sendirinya. Adapun jika si polip ternyata membandel, maka dokter akan 'membakar' habis si polip ini. Dan ini lebih aman, terutama karena kondisi rahimnya Wify yg cenderung lemah.

So, akhirnya kami memilih solusi yg kedua. Usai mendapat sedikit wejangan dari dokter Taufik, yang menyatakan bahwa kondisi jabang bayi dan Wify sehat, kami akhirnya pulang.

Moral story:
- ibu2 yg hamil muda, sebaiknya jangan terlalu capek
- polip merupakan penyakit yg mesti dibasmi!
- waspadai polip, karena dia bisa tumbuh lagi meskipun sudah diobati/dihilangkan
- banyak penyebab munculnya polip. kebersihan menjaga bagian sensitif ternyata bukan jaminan polip tidak 'mampir'
- oya, postingan ini dipublish pada 11-10-09 08:07, xixixi...