Tahukah anda, bahwa daerah Condet dikenal sebagai daerah yang dihuni banyak orang (keturunan) Arab? Aku sendiri tidak tahu sejarahnya kenapa bisa begitu banyak orang (keturunan) Arab bermukim di situ. Temanku ada yg merekomendasikan nasi kebuli di Condet sebagai yg terenak. Penasaran, aku bertekad untuk menjelajah daerah Condet dan mencari warung/rumah makan yang menjual nasi kebuli.

Tinggal susuri saja jalan Condet, anda akan temukan tempat makan bernama Sewun. Lokasinya ada di sebelah kanan anda (jika anda menyusuri jalan Condet seperti yg aku sarankan). Perjalanannya kira-kira 15 menit. Lumayan lah!

Sekilas tempat makan Sewun ini tidak terlalu bersih, tapi sebenarnya tidak terlalu buruk untuk ukuran tempat makan di pinggiran jalan. Penataan meja cukup baik serta suasananya tidak terlalu kaku karena tidak ada jarak antara tamu dengan si penjual.

Tidak terlalu lama untuk menunggu pesanan dating. Dan 1 porsi nasi kebuli di sini memang berbeda jika dibandingkan dengan nasi kebuli di tempat lain. Perbedaan yang cukup kentara adalah adanya sayuran berupa campuran nanas, wortel, kacang panjang yang terasa segar dan sedikit asam.

Sayangnya daging sapi yg disajikan. Ada 2 macam daging yang disajikan, yakni yang pedas dan tidak pedas. Daging yg pedas sangat cocok untuk menjadi teman nasi kebuli ini, bikin lidah bergoyang, hehe.

Hanya saja nasi kebulinya terasa keras, mungkin digorengnya terlalu kering saat proses membuat nasi kebuli. Walhasil aku mesti beberapa kali minum agar nasinya mudah ditelan.

Moral story:
- nasi kebuli sangat identik dengan kawasan Timur Tengah
- daging yg paling cocok untuk 'menemani' nasi kebuli adalah daging kambing

Foto-foto lain ada di sini.