Mumpung aku lagi terdampar di bandara, gara2 keberangkatan singa udara ditunda, aku sempatin saja untuk menulis artikel ini. Mayan lah..ada gunanya juga jadwal ngaret ini,xixixi.

Seperti artikelku kemarin, saat di Surabaya aku sempat berwisata kuliner. Di Dapur Desa dan di Malioboro. Heh, sumprit...ga salah nich, masa di Surabaya ada Malioboro jugak? Ah, ternyata itu hanyalah nama rumah makan saja kok. *lebay*

Aku bertemu dengan eFahmi, seorang teman di plurk dan blog. Setelah 1 tahun kenal di dunia maya, akhirnya bertemu juga di dunia nyata yak?! Semula aku juga hendak bertemu dengan Fenty Fahmi, temen plurk dan blog juga, namun menurut eFahmi, Fenty sedang sibuk mengerjakan thesis, sehingga tidak bisa bertemu. Ah..sayang sekali...padahal jika 3 Fahmi ini sudah berkumpul, niscaya akan menggegerkan dunia persilatan...errr...salah yak?xixixi...

eFahmi mengajak aku dan teman kantor untuk wisata kuliner. Berhubung sudah jam 9an, akhirnya eFahmi memutuskan untuk mengajak kami makan di salah satu tempat makan bebek goreng favorit di Surabaya, yaaa itu...yg namanya Malioboro.

Apesnya, bebek gorengnya ternyata habis..so akhirnya kami bertiga memesan ayam bakar. Aku memesan ayam presto bakar madu wijen, eFahmi ayam bumbu telor asin, dan Chris bumbu sambal panggang. Silakan melihat foto2 di bawah ini untuk lebih rinci.ngiler


Dan inilah eFahmi!!


Moral story:
- ga ada bebek, ayam pun jadi!
- ayam madu wijennya muantaaaappp...!!!