Ini adalah buku terbaru yang aku baca kemarin. Mengapa aku membeli buku ini? Ada beberapa faktor penyebabnya. Yang pertama, judulnya yang cukup unik (meski judul aslinya malah cenderung 'biasa'). Kedua, Pidi Baiq yg menulis kata pengantarnya. Anda ga tau Pidi Baiq? Gpp...nanti aku bikin artikel khusus tentang dia. Ketiga, isinya cukup menggoda. Setidaknya itu yg aku lihat sekilas.

Tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan buku ini. Total aku menghabiskan 'hanya' 6 jam, meski dibagi menjadi 3 hari. Tapi toh tidak mengurangi 'kenikmatan' membaca dan menikmati isi buku ini.

Buku ini menceritakan kisah hidup seseorang bernama Imran Ahmad, seorang muslim kelahiran (dan keturunan) Pakistan. Sejak kecil dia sudah hidup di Inggris, karena ortunya pindah ke Inggris untuk mencari kesempatan dan masa depan yang lebih baik. Imran kecil mesti membiasakan dirinya hidup di negara, yang mengaku demokratis dan mempunyai kebebasan hidup, namun pada kenyataannya para warganya justru rasialis dan berpikiran kerdil.halah..

Dibesarkan dan bersekolah di lingkungan Kristen membuat Imran kecil menjadi seorang muslim yang tidak serta merta memusuhi orang Kristen. Terlebih karena guru2 Imran kecil memberikan pengertian dan contoh ajaran Kristen yang mendamaikan. Sayangnya 'ketenangan' ajaran Kristen yang diterima Imran kecil, hancur berantakan saat evangelis Amerika Serikat datang berkunjung ke sekolahnya.

Jika saya perhatikan, Imran kecil tidak mendapat pendidikan agama yang cukup dari ortunya. Tak heran, dirinya sempat terguncang saat pilar2 dasar agamanya digugat dan 'dibantai' habis oleh teman2 Kristennya yg berniat mengubah keyakinan Imran kecil.

Pencarian Islam oleh Imran sangatlah mengagumkan dan membuatku bersyukur bahwa aku tidak perlu serepot Imran untuk mendapatkan kebenaran (Islam). Belum lagi kisah bagaimana Imran mesti berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Semuanya diceritakan dengan menarik. Kisah asmaranya pun sangat layak diikuti, karena membuat kita tertawa terbahak-bahak bahkan mungkin membuat kita mengenang kembali masa-masa cinta monyet kita.ngakak

Yang jelas, aku rekomendasikan buku ini. Tidak hanya bagi teman-teman muslim, tapi juga non muslim.

Selamat membeli dan membacanya yak?!

Moral story:
- hidup di luar negeri (selain Indonesia) tidak selalu mudah. butuh perjuangan
- kaum muslim dan kristen sebenarnya tidak perlu berselisih dan saling hujat. sebenarnya bisa hidup tenang dan berdampingan kok
- janganlah memandang seseorang dari ras atau keturunannya