Seperti janjiku tempo hari, kali ini aku hendak membahas seseorang yg bernama Pidi Baiq.

Aku mengenal sosok Pidi Baiq ini dari bosku di kantor lama. Dengan setengah keheranan dia bilang gini,"Hah...ga kenal Pidi Baiq?" saat aku bertanya siapa sosok yg dia maksud. Bete daripada diperlakukan seperti itu, akhirnya aku membaca buku yg dia sebut, Drunken Monster.

Dan asyeemmmm...aku dan Wify langsung tertawa ngakak di tengah malam ketika membaca buku itu! Bahkan kami sampai merasa buku karangan Pidi Baiq ini memang untuk orang2 'gila'!! Bagaimana tidak, jika membaca tiap 1-2 halaman kami selalu berhenti membaca untuk 'menghabiskan' jatah tertawa kami karena kekocakan yang muncul (dan diceritakan) dari Pidi Baiq!

Kisah gilanya saat pergi ke Ciater bersama teman2 sekantornya benar2 ide yg super gila! Bahkan aku yg seringkali dianggap 'gila' oleh teman2ku, dengan rasa hormat aku angkat topi (entah topi sapa) untuk kegilaan yg dilakukan oleh Pidi Baiq.

Sebenarnya tidaklah mengherankan jika melihat latar belakang Pidi Baiq yg lulusan Seni Rupa ITB. Sejak kuliah dulu, aku seringkali merasa kagum dg sikap 'bebas' temen2 dari Seni Rupa. Seakan-akan mereka hidup itu benar2 tanpa aturan yg membelenggu. Dan ini tecermin dari polah Pidi Baiq di buku ini. Tidak heran kami sampai terbahak-bahak.

Tak berapa lama kemudian, kami dapati buku keduanya, Drunken Molen. Tidak jauh berbeda dengan buku pertamanya, di Drunken Molen ini Pidi Baiq kembali menyajikan kisah hidupnya yg membuat kami terbahak-bahak, bahkan sampai keluar air mata. Bagaimana tidak, Pidi Baiq mampu 'menyihir' orang2 di sekitarnya dg tingkah polanya.

Cerita yg paling kami sukai di buku kedua ini adalah bagaimana dompet Pidi Baiq yg berubah isinya, dari uang menjadi daun berlembar-lembar. Tentu saja kejadian ini membuat orang2 di sekitarnya menjadi kebingungan dan terheran-heran jika tidak ingin dikatakan geger dan heboh. Tak salah jika aku begitu gandrung dan tak bosan2nya membaca bagian ini.

Buku ketiganya terbit dengan judul Drunken Mama. Di buku keempat ini, seorang tukang pijit yang menjadi langganan istri Pidi Baiq yg menjadi pemeran utama. Dan bukan Pidi Baiq namanya jika bisa diam dan tenang. Keusilannya dalam berbuat jail kepada "sang Mama" membuat kami senyum2 dikulum.

Bukunya yg terbaru adalah buku keempat, berjudul Drunken Marmut. Kali ini hewan marmut yg dijadikan tokoh utama. Kelucuan demi kelucuan diceritakan oleh Pidi Baiq, yakni pengalaman dirinya dan keluarganya, termasuk kedua anaknya, Timur dan Bebe.

Jangan salah sangka, meski cerita2 Pidi Baiq begitu konyol, namun jika direnungkan dengan dalam, ternyata cerita2 tersebut punya makna yang tidak bida dianggap enteng. Di balik cerita konyol Pidi Baiq, terdapat hikmah dan contoh bagaimana seharusnya seseorang (apalagi seorang muslim) bisa bergaul dengan segala kalangan. Lalu bagaimana mengajak orang ke arah kebajikan dengan cara yg santun. Bahkan, Pidi Baiq tak sungkan untuk menjadi tukang ojek, tukang beca, sopir angkot, sampai ke tukang jual serabi sebagai upaya memberi contoh dan mendidik anak2nya, agar tidak berlaku tinggi hati dan meremehkan orang lain.

Dan aku berkesempatan bertemu dan berfoto dengan Pidi Baiq, di sebuah acara di toko buku daerah Cipete. Meski didera kelelahan, usai bercerita dan ngabodor selama 1,5 jam, toh Pidi Baiq tidak menolak ketika aku meminta berfoto bersama (yg berakibat orang2 lain juga ingin berfoto bersama dirinya).

Dengan foto ini, aku berhasil balas dendam ke bosku, bahkan hingga 2kali. Ketika aku sedang di toko buku, aku telp dia. Dan dia langsung ngomel2 ketika tahu aku cerita aku dan Wify sedang datang ke acara Pidi Baiq. Ngomel2 berikutnya ketika aku perlihatkan fotoku bersama Pidi Baiq (seperti yg terlihat di atas). Wakakak...pembalasan itu lebih kejam...daripada tidak membalas!!

Bahkan ketika bos bilang bahwa dia sudah kontak2an dg Pidi Baiq, aku balas dg bilang,"Ah, yg penting foto2...kalo cuma lewat internet, apa asiknya?"

Moral story:
- Pidi Baiq bisa dibilang mengajarkan kebaikan di cerita2 konyolnyah
- jangan tertipu dg penampilan Pidi Baiq. sekali tertipu...anda mesti tanggung sendiri akibatnyah!!
- buku2 Pidi Baiq ini sangat cocok untuk melepas stres. tapi jgn stres kalo ga ngerti cerita2nya...itu berarti anda mesti lebih banyak lagi belajar ttg kebijakan