Beberapa hari lalu aku mendapat tugas untuk berkunjung ke salah satu perwakilan client yg terletak di Surabaya. Tanpa ba bi bu, aku terima tugas ini, selain karena ini memang tugas, toh tidak ada salahnya aku jalan2 toh?kedip2

Minggu sore, berangkatlah aku dan seorang rekan kerja ke Surabaya. Ga pake lama, 1 jam 10 menit, tibalah kami di Surabaya. Kedatangan kami ini lebih lambat dari yg diperkirakan, gara2 maskapai Lion Air sebagai biang keladinya, pesawatnya telat datang. Walhasil, seharusnya kami tiba jam 4, karena keberangkatan diundur 1 jam, walhasil kami baru tiba jam 5.30 sore! Plus mesti nunggu tas dan pesan taxi, kami berdua baru keluar dari bandara sekitar jam 7.

Oya, aku baru kali pertama ke bandara Juanda di Surabaya. Ada hal yg menarik di sini. Sebaiknya kita memesan taksi yang sudah disediakan oleh koperasi Angkatan Laut (jika tidak salah). Ada loket pendaftaran, lalu kita tinggal sebutkan tujuan kita. Nantinya si mbak akan memasukkan data tujuan, dan akhirnya mengeluarkan tiket berisi tujuan dan tarif yang mesti kita bayar.

Kata yg terlontar dari mulutku adalah "BUSET...MAHAL AMAT!" saat melihat tarif yg mesti aku bayar. Ternyata, di kemudian waktu, aku mendapat penjelasan bahwa sistem taxi di situ adalah mode RING. Jadi semodel dengan blok-blokan gitu deh. Dan ternyata, di perjalanan ke tujuan, emang cukup jauh tujuanku ini, sehingga tidak heran tarifnya memang cukup mahal.mata duitan

Usai cek in dan bersih2 badan, kami berjalan2 ke Tunjungan Plaza, yg letaknya tidak jauh dari hotel. Baru keluar dari hotel, ada bapak-bapak mendekat dan bertanya,"Mas, mau cari cewe?"halah.. Ebuset dah!! Langsung diignore ajah deh!

Di Tunjungan Plaza, kami berbelanja beberapa minuman dan makanan ringan. Sebelum akhirnya membeli paket makanan siap saji dan kembali ke hotel untuk menyantap semuah itu!

Usai melakukan tugas kami di client, kepala cabang menawari kami untuk mengunjungi jembatan Suramadu (Surabaya - Madura). Tanpa pikir panjang, kami langsung meng-iya-kan dan menerima tawaran sang bapak! Jembatan Suramadu! Jembatan keren itu!

Diantar oleh pak Chandra, kami diantar menuju TKP. Berikut ini adalah foto2 yang berhasil aku dapatkan.



Sayangnya kami tidak sempat turun dan berfoto di jembatan Suramadu. Selain memang tidak diperbolehkan, ternyata tidak banyak yg bisa kami foto selain warung-warung yang jualan makanan ringan dan sedikit cindera mata Madura.

Aku sendiri pengennya datang malam hari dan foto2 situasi di jembatan Suramadu, tapi ternyata menurut informasi, di malam hari ternyata lampu di jembatan dimatikan! Walhasil, jika datang di malam hari, hanya suasana gelap gulita (dan maling baut) yang kita temui.

Omong2 ttg jembatan Suramadu, aku masih selalu terkesan dengan ide dan realisasinya. Bagaimana tidak? Jembatan Suramadu ini mempertemukan 2 kebudayaan yg berbeda bagai langit dan bumi, antara Surabaya yg (cukup) metropolis dengan Madura yg masih kental agamanya. Aku sendiri belum tahu, apakah sudah ada gegar budaya yg melanda masyarakat Madura?

Untuk wisata kuliner, aku ceritakan kapan2 yak?

Oya, aku sempat berfoto di monumen Bambu Runcing, seperti yg terlihat pada foto di atas. Sebenarnya ingin berfoto juga di air mancur, tapi mayan jauh ke sananyah!

Moral story:
- tugas sambil jalan2 itu enak lho! daripada jalan2 tapi mesti tugas
- jembatan Suramadu memang kereeeennn!!!