Belakangan ini, aku sering menerima pesan untuk mengenakan batik pada tgl 2 Oktober 2009 besok. Penyebabnya adalah UNESCO sudah menetapkan bahwa batik adalah kebudayaan asli dari Indonesia.

Bagiku sebenernya ketetapan UNESCO ini tidaklah terlalu mengherankan, bahkan aku cenderung bersikap biasa saja. Tapi memang, pertikaian dan klaim Malaysia terhadap batik (serta adanya penetapan hak paten terhadap beberapa motif batik asli Indonesia) membuat bangsa Indonesia ini kian sadar bahwa batik adalah salah satu budaya bangsa yang mesti dilestarikan dan tetap (bisa) dibanggakan.

Toh, ajakan mengenakan batik, bagiku tidaklah penting2 amat dan terlalu heboh (apalagi sampai lebay). Sudah lebih dari setahun ini, aku mengenakan batik untuk bekerjasiyul2. Beberapa alasan mengapa aku berbatik:
1. Aku suka dg batik. Ini hal yg paling penting!
2. Dengan mengenakan batik, nilai ketampananku +15
3. Aku sudah berbatik untuk undangan pernikahan, di kala orang2 masih doyan pake jas.
4. (mirip dg poin 2) Pake batik membuat level kewibawaanku bertambah +25 cool.

Terkait dg point 4, aku pernah mengalami kejadian yang cukup lucu.

Jadi, (dulu) aku biasa mengunjungi client di daerah Mega Kuningan. Perlakuan para petugas keamanannya yaa standar saja. Tapi saat aku mengenakan batik, waoowww...para petugas keamanan itu mendadak menajdi ramah dan begitu hormat. Padahal sebelum2nya, mereka agak cuek2 gitu deh. Tapi ternyata aura wibawaku kalo pake batik benar2 membuat mereka menjadi terbungkuk-bungkuk, terutama kalo encoknya kumat.

Well, bagaimanapun kita mesti sambut baik ajakan berbatik ria. Setidaknya menumbuhkan kembali kebanggaan dan kecintaan terhadap batik.

Hari ini, Kamis 1 Okt 2009, malah aku sudah berbatik. Bagaimana dengan anda, besok akan berbatik?

Gambar dari sini.

Moral story:
- batik adalah kebudayaan Indonesia. sudah diakui oleh PBB!
- rata-rata batik terbuat dari kain yg nyaman dg tubuh
- harga baju BATIK lumayan lebih MAHAL daripada baju BIASAmata duitan