Seperti yang telah kita ketahui bersama, hari Selasa kemarin, 20 Oktober 2009 telah dilakukan pelantikan terhadap presiden dan wapres terpilih, SBY dan Boediono, yang dilakukan di Gedung DPR MPR. Pengamanan yang begitu ketat nampak terlihat dan terasa, terutama bagi para warga Jakarta. Untungnya, saat itu aku sedang bertugas di Surabaya, jadi tidak merasakan 'kesulitan' dan melihat kerepotan yang terjadi.xixixi...

Usai pelantikan presiden dan wapres, biasanya akan diikuti dengan pelantikan menteri2 yg telah di-audisi. Bagiku, audisi menteri ini lebih terlihat sebagai reality show. Apa sebab? Karena sebenarnya audisi menteri ini begitu membuat heboh dan digembar-gemborkan. Padahal, menurutku, para menteri ini sebenarnya sudah terpilih (yaa lebih dari 68% lah). Pemanggilan dan cek kesehatan kan sebenarnya sekedar formalitas saja.

Jika memang audisi menteri benar2 dilakukan, maka semestinya jumlah calon menteri yg dipanggil tidak sekedar 34 calon menteri (disesuaikan dengan jumlah kementerian), namun bisa ratusan calon menteri. Lha ini, presiden terpilih hanya memeriksa dan memanggil 34 calon menteri, padahal jika mengikuti logika, cv calon menteri yg diterima pastinya ratusan.

Melihat daftar calon menteri dan departemen yg akan dipimpin, kok aku jadi sulit untuk berharap banyak kepada kabinet baru. Lebih bernuansa politis alias bagi2 kekuasaan, sebagai balas budi karena mereka telah mendukung SBY-Boediono selama kampanye.halah..

Berikut calon kabinet yang aku terima. Masih belum tentu benar sih. Tingkat kepercayaannya 68% sahaja, hihihi...

1. Menko Polhukam: Djoko Suyanto -- Akmil
2. Menko Perekonomian: Hatta Rajasa -- ITB
3. Menko Kesra: Agung Laksono -- UKI
4. Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi -- Akmil
5. Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi – Universitas Andalas
6. Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa – LSE Inggris
7. Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro -- ITB
8. Menteri Hukum dan HAM: Patrialis Akbar -- Universitas Muhammadiyah Jakarta
9. Menteri Keuangan: Sri Mulyani – UI
10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Darwin Saleh -- UI
11. Menteri Perindustrian: M.S Hidayat -- Unpad
12. Menteri Perdagangan: Mari Elka Pangestu -- Australian National University
13. Menteri Pertanian: Suswono -- IPB
14. Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan -- Unkris
15. Menteri Perhubungan: Fredy Numberi -- Akmil
16. Menteri Kelautan dan Perikanan: Fadel Muhammad -- ITB
17. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar -- UGM
18. Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kirmanto -- UGM
19. Menteri Kesehatan: Nila Djuwita Moeloek -- UI
20. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M Nuh -- ITS
21. Menteri Sosial: Salim Segaf al Jufrie -- Universitas Madinah (Arab Saudi)
22. Menteri Agama: Suryadharma Ali – IAIN Syarief Hidayatullah
23. Menteri Pariwisata: Jero Wacik -- ITB
24. Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembiring -- STI&K Jakarta
25. Menteri Negara Riset dan Teknologi: Suharna Surapranata -- UI
26. Menteri Negara Koperasi dan UKM: Syarief Hasan -- Unkris
27. Menteri Negara Lingkungan Hidup: Gusti Muhammad Hatta -- Universitas Lambung Mangkurat
28. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar -- ?
29. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara: EE Mangindaan -- Akmil
30. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faishal Zaini – Univ. Darul Ulum Jombang
31. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana -- UI
32. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara: Mustafa Abubakar -- IPB
33. Menteri Negara Perumahan Rakyat: Suharso Manoarfa -- Akademi Pertambangan & Geologi Bandung
34. Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: Andi Mallarangeng -- UGM
35. Kepala BIN: Sutanto – Akpol
36. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal: Gita Wirjawan – Berkeley, Amerika Serikat
37. Jaksa Agung: Hendarman Supandji – Undip

Bagaimana menurut anda? Apakah kabinet baru ini akan ok? Well, aku bukannya pesimis, tapi jika kabinet diisi bukan oleh orang2 profesional (yg selama ini dihembus2kan), yaaa ndak yakin target tercapai lah!!geleng2...

Foto dari sini.

Moral story:
- jangan berharap pada kabinet yg diisi orang2 tidak profesional
- (terkait dg poin di atas) tempatkan seseorang sesuai dengan kompetensinya
- (bermimpi) kapan pemerintah Indonesia bisa bersikap profesional yak?