Beberapa waktu lalu, sebelum bulan puasa, aku dan Wify sempat melakukan wisata kuliner ala melayu di sebuah pusat perbelanjaan. Asal muasalnya kami baru nonton GI Joe, lalu mendadak perut kami berdua dengan kompaknya meminta pertanggung jawaban kepada kami untuk diisi.

Sempat kebingungan juga mencari tempat makan di pusat perbelanjaan itu, karena rasa2nya kami sudah mencoba semua tempat makan di situ.melet

Akhirnya kami tiba di sebuah tempat makan dg nuansa melayu. Saat kami lihat papan namanya, tertulis "Ah Mei". Hmm...rumah makan melayu kok namanya berbau Cina yak? Tapi...eitss...kami melihat ada cap sertifikat halal. Kami perhatikan lebih teliti, ternyata MUI sudah memberi label halal. Dan ketika kami perhatikan lebih teliti, ternyata pemilik rumah makan ini (nampaknya) dari Singapura.

Hmmmm...pengusaha Singapura nampaknya cukup 'cerdik' juga yak? Tahu bahwa 'cap halal' dari MUI merupakan jaminan, mereka langsung mendaftarkan makanan mereka sebelum mulai dijual. Dan taktik ini cukup ok juga. Setidaknya bagi kami, hal ini menenangkan.

So, kami segera masuk ke rumah makan ini. Sebuah menu kami terima. Hmmm...setelah sekitar 10 menit memilih, akhirnya aku memilih menu "Roti Prata Set Curry Chicken" dan minum "Teh Tarik Dingin". Sementara Wify memilih "Ah Mei Prawn Mee" dan "Teh Tarik Panas". Seraya menunggu pesanan kami datang, kami ngobrol sana sini.

Akhirnya pesanan kami datang juga. Masakan yg aku pesan adalah roti cane dan kari ayam. Hmmm...enak banget lho! Apalagi roti canenya masih agak2 panas plus ditambah ayam kari yg cukup pedas (dan panas). Akupun menyantap pesananku dengan lahap. Hap hap hap....enak kaaaannnn...??ngiler Aku pun menyelingi makan roti cane ini dengan minum teh tarik dingin. Sluuurrrpppp....mak nyuuussss....enak banget lho!ngiler Apalagi kalo dilihat saat bulan puasa seperti ini, bisa2 ngiler tuuuuhhh....ngiler

Aku melihat pesanan Wify, ternyata dia pesan mie udang. Hmmm...sempat aku cicipi juga pesanan Wify. Kalo menurutku sih biasa saja. Sebenarnya sama dengan mie rebus ditambah dengan udang sebanyak 3 ekor. Udangnya mayan gede juga sih. Sayangnya, bumbunya kurang terasa walhasil aku merasa makan indomie rebus, xixixi...xixixi...

Usai makan, aku rada shock juga. Tagihannya hampir 100 rebu untuk 2 porsi. Padahal, terus terang ga cukup puas makan roti canenya. Hiks...nangiiiisss... Aku sudah request ke Wify untuk membuat roti cane di lain waktu, hihiih...

Foto2 lain bisa dilihat di sini.

Moral story:
- roti cane sebenarnya berasal dari India. Namun banyak kita temukan di budaya melayu, termasuk aceh, riau.
- untungnya roti cane bukan berasal asli dari Indonesia. Jika asli dari Indonesia, aku yakin akan diklaim negara tetangga tukang klaim itu, xixixi...xixixi...