Sebenarnya buku ini sudah lama aku beli. Bulan April aku beli buku ini, tapi baru aku buat resensinya sekarang. Harap maklum, namanya juga orang sibuk, apalagi usai dapat kerja baru yg menyita konsentrasiku, akibatnya terlupakan deh resensinya. *ah..lesyaannn...melet*

Nah, membaca buku ini bisa membuat kita digolongkan sebagai orang yg sakit jiwa. Apa penyebabnya? Cerita2 di dalamnya, benar2 SUPER (MAAF) GOBLOG BANGEETTT!! Bikin ngakak dan sakit perut, terutama kalo 'duel' antara si chaos dg bossnya.ngakak Bagaimana tidak sakit perut gara2 ngakak terus jika membaca kelakuan si boss yg cenderung 'sakit jiwa' ini.

Aku juga jadi teringat dengan pengalamanku bertemu dengan orang2 yg (mengaku) dirinya boss. Sedikit banyak tingkah pola mereka mirip dengan si boss di buku ini. Dan sama saja, aku seringkali malah 'mempermainkan' dan 'menikmati' pola 'boss2' tersebut. Yaaa lumayan lah, buat hiburan. Lagian, aku ga perlu merasa bersalah, karena kelakuan mereka sendiri yg membuat mereka 'pantas' diperlakukan seperti itu.ayolaahh...

Yang jelas, buku ini layak dibaca terutama di bulan Ramadhan ini, buat ngisi waktu menjelang buka puasa.

Moral story:
- ada juga boss yg kelakuannya 'tolol'ngakak
- boss2 tolol kaya gitu emang asyiknya 'dipermainkan'