Beberapa waktu lalu aku sempat menulis beberapa artikel mengenai pembantu (artikel 1, artikel 2).

Nah, kali ini, aku juga hendak cerita ttg pembantu baru kami. Jadi, sejak awal Juli kemarin, kami berdua berunding untuk mencari pembantu baru. Penyebabnya banyak cucian (piring dan baju) yang kian menumpuk. Belum lagi kondisi rumah yang serasa tidak terurus, jarang dipel, kurang rapi. Hal ini terjadi karena kami berdua sedang cukup sibuk.

Apalagi kantornya Wify sedang dapat tender baru. Walhasil Wify juga mesti pulang cukup larut dan pergi lebih pagi dibandingkan biasanya. Belum lagi Wify lebih fokus untuk mengurus aku selaku suaminya, lha wong itu kewajibannya. Akibatnya, hal2 lain (yg di atas) sedikit terabaikan.

Toh, sedikit demi sedikit lama2 menjadi bukit, demikian menurut pepatah. Baju dan piring kotor yang 'sedikit', lama2 menjadi banyak juga. Dan jika sudah begini, maka akhir pekan menjadi hari yg sibuk bagi kami berdua untuk beres2. Efek sampingnya, kami berdua menjadi sulit untuk melakukan hobi2 dan kegiatan2 kami. Padahal dengan hobi dan kegiatan kami selama ini membuat hidup kami menjadi lebih hidup.

So, akhirnya kami mengambil seorang pembantu sejak awal Agustus ini.

Hasilnya, hmmm...lumayan lah. Walau datang tiap 2 hari sekali, setidaknya kondisi rumah sudah lebih baik. Wify bisa kembali ber-yoga ria dan menjalankan hobinya. Aku juga bisa beraktivitas (ada deeehhh...pengen tau ajaaa).

Alasan lain kami menggunakan pembantu yaaa karena kami ingin berbagi dengan orang lain. Daripada cuma ribut nyuruh orang sedekah tapi sendirinya ga ada praktiknya? Lebih baik kita beri sedekah orang tapi dengan cara yg baik, tidak langsung memberi 'mentahan' saja.

Lagipula, Rasululloh SAW juga punya khadam (pembantu). So, kami berdua mencontoh sunnah Rasul lhooo...!!siyul2

Moral story:
- punya pembantu itu menyenangkan, waktu jadi lebih banyaaaaaakkkk untuk diri sendiri
- biasanya orang2 kaya yg punya pembantu lho
- siapa bilang Rasululloh SAW ga pake pembantu? itu berarti Rasululloh SAW termasuk orang kayacool