Aku belum terlalu lama bergabung dengan Twitter, salah satu penyedia jasa layanan jejaring sosial. Pilihan Twitter sebagai sarana bagiku untuk ber-jejaring sosial-ria lebih dikarenakan Twitter tidaklah 'sebeken' jejaring sosial lain seperti Facebook atau Plurk. Well, setidaknya itu yg aku ketahui sampai tulisan ini aku muat.

Rata-rata temanku lebih heboh di plurk atau facebook, demikian juga Wify yg lebih demen FB-an.

Semula aku menggunakan twitter.com sebagai sarana update. Namun kejadian hari jumat sore, error saat hendak update twitter (meski kemudian solusinya sangatlah mudah, tinggal sign out lalu sign in ulang, wkekekeek) yg aku muat di twitterku mendapat respon dari Adiguna, yg menyarankanku untuk memakai aplikasi untuk keperluan twitter.

Mulailah aku mencoba aplikasi2 untuk update twitter. Bermula dari add on di Firefox yakni twitbin, twitterbar, twitterfox, aku coba instal dan ngoprek satu persatu. Namun ternyata beberapa dari add on tersebut tidak cukup ok, sehingga aku putuskan untuk tidak memakai lagi.

Akhirnya aku coba tweetdeck sebuah aplikasi yg sekitar seminggu lalu sempat aku kunjungi tapi saat itu aku tidak terlalu pedulikan. Nah, kali ini aku kunjungi lagi situs itu dan mengunduh aplikasi tweetdeck serta menginstalnya dan ngoprek fitur2 di dalamnya.

Tampilannya waaahhh...kueereeennnn buangettt dehhhh!! Dan aku langsung setuju dg Adiguna yg mengatakan bahwa tweetdeck ini keren! Silakan lihat tampilan di atas.

Bah, kemana aja aku selama ini yak? Xixixi..

Moral story:
- twitter, aku pernah baca di sebuah artikel, tidak terlalu populer di Indonesia, tapi di Amrik sono cukup populer
- sebelum memutuskan memakai sebuah aplikasi, tidak ada salahnya mencoba beberapa aplikasi sehingga tahu kelemahan dan kelebihannya