Salah satu tugasku sebagai Project Manager adalah membuat dan menyusun FAQ, yakni daftar pertanyaan2 yang sering diajukan oleh (calon) client. FAQ ini akan mempermudah banyak pihak, entah itu si (calon) client maupun tim dari kantor sendiri.

Hanya saja membuat dan menyusun FAQ tidaklah semudah yang aku kira (ya kalo gampang sih ga perlu rekrut PM kaleee, xixixi...). Banyak hal yang mesti dilakukan sebelumnya, yakni:
1. Melakukan testing terhadap aplikasi/produk yang hendak dibuat FAQ-nya.
2. Memposisikan diri sebagai (calon) client yang tidak tahu produk yang ditawarkan padanya.

    Setidaknya 2 hal di atas WAJIB dilakukan, menurutku sih, barulah kita menuju ke tahap pembuatan FAQ.

    Aku sendiri membagi FAQ ke dalam 3 bagian, yakni:

    1. Bagian General (umum). Di sini ditulis semua pertanyaan yang sifatnya umum tentang produk, entah itu harga, kemudian mengapa (calon) client mesti membeli produk itu, dst.

    2. Bagian Teknis. Untuk hal2 yg berbau teknis, seperti teknologi yg digunakan, dan hal2 lain, tuliskan sedetil mungkin di sini.

    3. Bagian Purnajual/Service. Nah, untuk bagian terakhir ini, tuliskan layanan yang akan diterima oleh si client jika mereka membeli produk. Termasuk di dalamnya adalah siapa yang bertanggung jawab jika ada masalah dan bagaimana menghubungi.

      Contoh dari FAQ yang pernah aku buat adalah sebagai berikut:

      GENERAL (UMUM)
      1. Apakah [tuliskan nama produk] itu?
      2. ......


      HAL TEKNIS
      1. Apakah [tuliskan nama produk] berjalan di platform Windows atau Linux?
      2. ......


      IMPLEMENTASI, PURNA JUAL DAN LISENSI
      1. Berapa lama implementasi [tuliskan nama produk]?
      2. ......

      Semoga berguna...

      Moral story:
      - FAQ adalah hal yg MESTI dimiliki oleh produk
      - FAQ mempermudah kerja tim sales, tim teknis, juga mempermudah (calon) client
      - FAQ tidak perlu terlalu panjang

      Gambar dari sini.