Judul postingan kali ini mungkin berbau kebarat-baratan, karena kita tahu King artinya raja. Namun bukan sembarang raja yang hendak aku bahas di sini. King yg akan aku bahas di sini adalah nama seorang atlet (keren) dan judul sebuah film.

Baiklah, kita mulai dari nama atlet.

Anda bisa tebak, siapa atlet yg aku maksud? Yaaakkk...Liem Swie King! Seorang atlet, bahkan bisa disebut legenda hidup bulutangkis, yg pernah mengharumkan nama Indonesia di dunia. Gebukan smash-nya yg dikenal dg nama King's smash, bahkan menjadi sebuah senjata mematikan yg banyak ditiru, meski barangkali tidak bisa menyamai 100% dengan aslinya.

Minggu lalu aku beli buku King, lengkapnya "Panggil Aku KING". Sebuah buku yg menarik, karena mengupas tuntas kehidupan King, meski tidak cukup detail. Walaupun demikian, buku...errr...biografi King ini layak baca, bahkan bisa membuatku 'terlempar' ke masa silam, mengenang dan menikmati lagi masa2 kejayaan Indonesia di dunia bulutangkis.

Buku setebal lebih kurang 456 halaman ini, aku 'sikat' dalam waktu 2 jam saja. Banyak foto yg bercerita (lebih banyak) mengenai perjalanan King di kancah bulutangkis meski ada juga beberapa foto mengenai keluarga King sendiri.

Sayangnya, buku King ini (menurutku) ada beberapa kesalahan yg (bagiku) cukup fatal.
1. Nomor rumah yg 'berbeda'. Jika di halaman 23 ditulis Jalan Sunan Kudus no 27 namun di halaman 193 'berubah' menjadi no 37.
2. Penempatan tanda baca yg tidak pas di halaman 43. Tertulis "ada papa, kakakku Megah Idawati dan suaminya Agus Susanto,...". Buatku ada ambigu. Suaminya Agus Susanto?
3. Halaman 281. Di sana dituliskan Misbun, padahal lawan yg dihadapi tim Korea. Misbun (Sidek) setahuku pemain Malaysia.
4. Halaman 427. Tertulis "Pukulanya kedut," pernah. Maksudnya apa ya? Ga jelas deeehhh...melet
5. Penempatan "cuplikan2" tulisan yg tidak pas.

Namun, terlepas dari 'kesalahan2' yg aku tulis di atas, buku ini 'a must have' dan 'a must be read' tidak saja bagi para atlet bulutangkis, tapi juga bagi orang2 kebanyakan. Banyak sekali hal2 dan pengalaman King yg bisa kita ambil hikmah dan petik sebagai pelajaran hidup.

Yg juga membuatku kagum dg King adalah wajahnya. Tidak banyak berubah! Awet muda sama seperti aku, hihihih...xixixi... Selain itu, wajahnya mengingatkanku akan 2 orang bintang lainnya, yakni Jackie Chan dan Paul Mc Cartney.

Ok, itu ulasan untuk buku "Panggil Aku KING".

Berikutnya adalah film "King"

Film ini, seperti judulnya, berkaitan juga dg Liem Swie King, meski tidak secara langsung. Film keluarga dg setting di daerah Jawa Timur (Jember?) ini bercerita ttg seorang anak bernama Guntur yg sejak kecil digembleng bapaknya, pak Tedjo, untuk menjadi seorang atlet bulutangkis yg handal. Cara mendidik pak Tedjo yg begitu keras, seringkali membuat Guntur merasa dirinya tidak berarti, terlebih jika dia kalah.

Namun, di balik kekerasan sikapnya, pak Tedjo sangatlah menyayangi anaknya. Berbagai cara dia upayakan untuk menunjang aktivitas bulutangkis anaknya. Hanya saja karena 'gengsi' dan tidak ingin membuat anaknya terbebani, pak Tedjo melakukannya sembunyi2.

Perjuangan Guntur untuk diterima di klub bulutangkis Djarum sangatlah berat. Jika tidak karena keuletan dan tempaan dari bapaknya, Guntur tidak akan berhasil masuk klub itu, bahkan menjadi juara untuk usia di bawah 16 tahun.tepuk tangan

Ada adegan2 yg membuatku (dan Wify) terharu menonton film ini. Di antaranya saat melihat usaha pak Tedjo untuk mendukung usaha Guntur. Kemudian saat Guntur diberi jaket oleh Liem Swie King. Yak....si King! Juga saat lagu Indonesia Raya berkumandang. Duh, benar2 ok banget ini film!!

Diceritakan juga kisah Guntur dan teman2nya. Kenakalan2 yg mereka lakukan demi memuluskan usaha Guntur menjadi juara se-kelurahan. Di film ini kita bisa lihat keindahan Indonesia. Betapa kaya negara kita ini. Sayangnya, pemimpin2 yg serakah membuat kita menjadi bangsa yg marjinal dan rendah diri.

Jika ada dvd ori, aku beli aaahhh...!!

Moral story:
- Menjadi juara tidaklah bisa dengan cara pintas! diperlukan usaha dan kerja keras, di samping doa tentunya!
- King mempunyai nama Indonesia, yakni GUNTUR. yaaakkk...sama dg nama pemain di film KING!
- Membeda-bedakan pribumi-non pribumi adalah hal yg (maaf) tolol! Sudah terbukti banyak non pri yg justru membuat harum nama Indonesia di kancah internasional. Juga banyak orang pribumi yg malah bikin malu!halah..
- Para atlet hendaknya jgn terlalu materialistis. Jika tujuannya 'benar', duit akan 'datang sendiri' kok! Percayalah!

Foto dari sini dan sini.