Ya ya ya...ini sebuah pernyataan yang lumayan basi. Tapi karena keluar dari mulut seorang menteri, apalagi sekretaris negara sekelas Hatta Radjasa, maka pernyataan ini tetap 'menarik' untuk dibahas.

Seperti yg pernah dilontarkan oleh HR beberapa hari lalu, mengenai 'lambatnya' pihak istana negara dalam menyikapi kasus Prita Mulyasari dibandingkan dengan Manohara, HR menyatakan hal tersebut karena adanya perbedaan antara JELITA dan JELATA.halah..

Ok, pak HR, anda mengatakan hal tersebut seraya bercanda, apalagi sambil makan rujak. Tapi pernyataan anda tersebut, saya yakin, benar2 melukai hati sebagian besar masyarakat Indonesia! Bagaimana mungkin seorang pejabat negara berkata dg seenaknya seperti itu. Bercanda mungkin perlu dilakukan untuk menghapus kesan angker birokrat, tapi untuk kasus seperti ini, pernyataan bercanda justru memperlihatkan betapa tidak pedulinya negara (pemerintah) terhadap nasib rakyatnya.

"Itulah bedanya jelita dan jelata," ujar Hatta sambil mencolek sambal rujak dengan mangga muda.

Membaca komentar2 di sini membuatku tercenung.geleng2...

Moral story:
- pemerintah Indonesia nampak sekali tidak(?) peduli dengan nasib rakyatnya
- jadilah orang ganteng/jelita, biar lebih diperhatikan pemerintah

Foto dari kompas dan detik