Setiap orang butuh kenyamanan, termasuk di dalamnya kenyamanan dalam bekerja. Kenyamanan yg aku maksud, tentu saja bukan masalah fasilitas, uang, atau jabatan, meski bisa saja hal2 tersebut menunjang kenyamanan yg kita inginkan.

Ok, bagiku sendiri, kenyamanan bekerja itu BUKAN BERARTI KERJA REPETITIF! Buatku, kerja repetitif itu hal bodoh! Hanya saja, hal bodoh ini masih (terpaksa) aku lakukan, karena kondisi yg memang tidak memungkinkanku untuk bekerja lebih pintar. Sudah diupayakan sih untuk bekerja lebih pintar, namun kendala lingkungan kerja membuatku kembali berkutat pada hal bodoh itu.dzigh

Nyaman bekerja, bagiku adalah dengan memperlihatkan bahwa pekerjaan APAPUN bisa CEPAT SELESAI, dalam KONDISI BAGAIMANAPUN. Jikapun memang tidak bisa secepat yg diharapkan/ditargetkan, tapi TIDAK BANYAK TEKANAN yg datang. Berbeda lho, nyaman dengan zona nyaman.

Hmmm...aku bukan anti tekanan. Tekanan, jika memang tepat, akan sangat memacu semangat kita untuk menyelesaikan pekerjaan. Namun, tekanan yg tidak jelas dan tidak berujung, jelas akan membuat kita menjadi lelah dan tidak bersemangat bekerja.

Hal ini sudah aku sampaikan kepada bos-ku ketika aku mengajukan resign kemarin. Dan seperti aku bilang, solusi untuk menemukan kenyamanan bekerja belum aku dapatkan lagi hingga aku tulis artikel ini.

Sayangnya, bosku nampaknya tidak mengerti kemauanku. Hari ini, dalam rapat tertutup yang tidak boleh dihadiri oleh wartawan (lha emangnya wartawan mana yg mau ngeliput? wakakka..) aku malah ditempatkan di posisi baru pada struktur organisasi baru. Jika melihat posisiku (yg baru), aku akan menerima lebih banyak tanggung jawab, bla bla bla...dan otomatis gaji juga akan naik.siyul2

But, who the hell care lah?

AKU GA BUTUH GAJI GEDE DAN JABATAN TINGGI JIKA MEMBUATKU TIDAK NYAMAN BEKERJA!

Moral story:
- Tidak semua boss mengerti kemauan kita
- Nyaman bekerja itu penting, ditambah dengan duit dan fasilitas, jauh lebih penting, wakakak...