Di artikel sebelumnya, setahun lalu, aku sempat menyatakan bahwa aku belum butuh kartu kredit. Penyebabnya, yaaa hingga saat itu, aku selaluuu saja ga pernah berhasil ditawari kartu kredit. Jadi yaaa sudahlah...ga perlu ambil pusing. Ga punya kartu kredit, ga bakal mati kan? Hihihi..xixixi...

Tapi toh akhirnya aku 'luluh' juga untuk mempunyai kartu kredit. Penyebabnya sepele saja, ketika sedang jalan2 di sebuah pusat perbelanjaan, ada yg nawari kartu kredit. Iseng aza, aku bilang,"Eh, ini pasti diapprove ga? Kalo bakal diapprove, saya mau deh!"

Si sales dengan sedemikian meyakinkannya, mengatakan bahwa form aplikasiku bakal diterima. So, ya sudah, aku kasih fotokopi ktp (padahal masih ktp Bandung lho saat itu), lalu isi form ini itu. Selesai.

Hampir sebulan, ga ada kabar dari si sales, hingga satu waktu, dia tiba2 nelpon. Minta ketemuan. Ya sudah, akhirnya ketemuan, untuk melengkapi syarat yg dia minta, slip gaji.

Pada kesempatan itu pula, aku diberi cd musik "Yovie Nuno". Mayaaannn..gratiisss...hihihi...xixixi...

Usai gitu, si sales ngilang lagi. Aku sempat kontak, kok nomornya ga aktif. Bwah, jangan2 dataku dicuri untuk dijadikan sesuatu yg ndak benar nih...aku sempat mikir buruk kaya gitu.

Tak dinyana, saat aku sedang di kantor, sekuriti datang menyerahkan sebuah amplop. WAAAAA....APLIKASI KARTU KREDITKU DITERIMAAA!!!joget2

Wakakak...selama ini serius ngarep malah ga dapat. Pas iseng2, eeehh..dapat jackpot deh!!

Bah, bisa ngutang kok malah bangga ya? Hihiihhih...

Moral story:
- nge-apply kartu kredit, ternyata susah2 gampang buatku
- dengan diterimanya kartu kredit ini, berarti nambah 1 orang lagi tukang ngutang di Indonesia, hihihi...
- akal mesti dipegang kuat2, ga boleh sampe lepas dan liar tak terkendali. lengah sedikit, maka dijamin jantungan pas terima dan liat tagihan kartu kredit, wkakak...