Kita bertemu lagi di kuliner berbayar. Sudah cukup lama sejak artikel terakhir aku muat di sini. Maklum, sedang sibuk banget, jadi yaa...anda2 mesti mau maklum ya?! Hihihih... *maksa banget*

Nah, episode kuliner kali ini sama dengan artikel terakhir, mengenai sea food. Dan Wify kembali menjadi 'korban', karena tidak bisa mencicipi sea food, akibat alergi yg dideritanya. *maaf yaaa...*maaf...maaf..

Beberapa waktu lalu, kami mengunjungi Jimbaran, di daerah Pluit. Kenapa Jimbaran daerah Pluit? Yaaa...karena 'request'nya seperti itu, sebagaimana yg tertulis di daftar (korban) rumah makan yg mesti kami 'habisi'. Dan ternyata, perjalanan ke arah Jimbaran di Pluit cukup melelahkan. Tercatat, kami butuh hingga 2,5 jam, dari jam 10.30 pagi hingga akhirnya tiba di lokasi sekitar jam 1an.

Penyebabnya sepele saja. Sebenarnya kami hendak mencicipi tempat makan yg lain, tapi ternyata tempat tersebut masih tutup. Sementara lokasinya cukup jauh! Walhasil, kami jalan2 dan nyasar dulu ke banyak tempat di Jakarta yg sebelumnya belum pernah kami temui.

Yang tercatat, kami sempat melalui pelabuhan Tanjung Priok, melihat kontainer2 bertumpuk. Belum lagi kantor bea dan cukai, lalu sebelumnya lewat Plumpang, tempat depo Pertamina sempat terbakar beberapa waktu yg lalu. Wah, pokoknya seru deh! Hanya saja kami tidak sempat mengabadikan lokasi2 tersebut via foto, karena tujuan utamanya adalah menemukan Jimbaran.

Info yg kami terima sangat minim. Jimbaran, dekat Mega Mall Pluit.

Ok, berarti mesti cari dulu Mega Mall Pluit. Dan itu ternyata tidak mudah. Yg kami temukan pun, pada awalnya, justru Pluit Village, en kami masih belum ngeh untuk temukan MMP.

Walhasil, kami transit dulu di PV, sebelum akhirnya kami berangkat menuju target. Oya, kami sempat ber-kuliner juga di PV, kapan2 akan kami ceritakan ya? Hehehhe...melet

Ternyata Jimbaran itu berlokasi di jalan Muara Karang. Sangat mudah ditemukan ternyata. Kami nyasar karena informasi yg kami terima dari orang2 yg memberikan petunjuk tidak cukup lengkap. Padahal kami sudah konfirmasi hingga 3x sebelum kami berangkat.

Ok, singkat kata, kami berhasil mencapai tujuan, Jimbaran. Dan seperti aku tulis tadi, alamatnya di Muara Karang Raya, seperti yg tertera pada foto di samping ini. Anda juga bisa lihat beberapa cabang dari Jimbaran, jadi anda tidak mesti ke Muara Karang, melainkan ke alamat terdekat saja.

Baik...kita mulai dari penampilan luar. Dari sisi tempat makan, Jimbaran mempunyai nilai lebih, yakni lalatnya tidak terlalu banyak. Setidaknya jika dibandingkan dengan Wiro Sableng 212. Jadi, kita bisa menikmati makanan dengan lebih tenang, tanpa perlu repot2 mengibas2kan tangan karena banyak lalat yg seliweran.


Berikutnya, kami menerima menu. Hmmmm...dari menu yg tersaji, relatif sama dengan WS212, karena sama2 sea food. Hanya saja menu di Jimbaran menampilkan juga detail (cara masak) dari jenis masakan yg tertulis. Anda bisa lihat sendiri contohnya pada foto di kiri dan kanan. Lalu juga ada 'preview' dari beberapa menu yg ada. Setidaknya itu akan membantu kita, kira2 kita pesan apa dan nanti tampilannya seperti apa. Ok, good point!

Dari sekian menu yg ada, akhirnya aku memesan udang pancet. Alasannya, aku sedang pengen makan udang. Lalu untuk menghindari kejadian di WS212, aku hindari pesan ikan. Lalu, nama menu yg 'unik'. Pancet. Hmmm....memangnya pancet itu seperti apa ya?mikir... Jadilah aku pesan udang pancet.

Sebenarnya aku hendak pesan juga cumi, tapi diurungkan. Mesti ngabisin dulu udang, baru pesan lagi yg cumi. *halah* Wify sendiri pesan Baby Kailan Saos Tiram. Untuk minumnya, aku pesan lime squash, sementara Wify pesan jeruk peras murni.

Seraya menunggu pesanan datang, seperti biasa, aku iseng foto sana sini. Termasuk beberapa hewan laut yg siap dimasak untuk disajikan dan selanjutnya disantap dan berakhir di perut kita.ngakak


Lalu, datanglah minuman kami. Dari penampilannya, cukup menggoda selera. Dan ternyata benar, minum lime squash di siang hari yg panas itu sangat uenaaakkkkk!!!ngiler Dinginnya air langsung membuat badan terasa segar. Sementara rasa asamnya kian meningkatkan rasa lapar, hihihi...xixixi...

Dan akhirnya, datanglah nasi dan si udang pancet ini! Waaahhh.... UDANGNYA KOK CUMA 3 POTONG YAAA??? Aku pikir setidaknya 5 potong udang untuk tiap porsinya. Tapi menilik dari ukurannya, dan dibandingkan dengan harga yg disodorkan, ok...ok...kita mesti maklum.cool

Lalu ada 1 pesanan yg aku lupa tulis, yakni SAMBAL ULAM! Anda bisa lihat di sebelah kanan, 1 porsi sambal ulam itu seperti apa. Dan cukup menggoda juga lhooo!!ngiler Sementara di sebelah kiri adalah baby kailan.

Tanpa tunggu komando, aku langsung mencuil si udang, nyolek sambal, mencampurnya dengan nasi dan langsung dimakan. Waoooww...!! Sensasinya muantaaappp!!!ngiler

Pertama, udangnya dibakar sangat pas! Kering tapi tidak gosong. Lalu, bumbunya juga muantap! Meresap abiss...!!! Belum lagi sambalnya, PAS BANGET! Ga terlalu pedes. Dan nasinya juga hangat! Jadi, benar2 kombinasi yg 'mematikan'!!!ngiler

Mencampur baby kailan juga tidak salah! Dengan adanya sayur, membuat makan sea food terasa kian nikmat (banget)! Dan tidak butuh waktu lama, ludes sudah semua makanan! Wakkakak...ngakak

Oya, untuk makan di Jimbaran, harap diperhatikan jam kerja mereka, seperti yg terlihat di samping ini! Hal ini penting, karena walau kita datang jam 2 siang, tapi kalo kita hendak tambah pesanan (makanan) jam 2.30, mereka tidak akan mau layani! Jadi, yaaa kalo emang yakin mau 2 porsi, pesanlah dari awal!!

Terakhir, aku beri nilai 8.5 untuk sea food Jimbaran!!

Moral story:
- Makan sea food di Jimbaran asik! Selain tempatnya bersih, menunya juga ok!
- Perhatikan jam buka Jimbaran! Jangan menyesal di kemudian hari! hihi...
- Jimbaran pluit itu SUSAH ditemukan jika info yg kita dapat sangat sedikit!