Aku harus memutuskan dan menjalankan sebuah keputusan yang cukup sulit dan berat, yakni resign dari kantorku yang sekarang. Ada banyak pertimbangan dan kejadian yang membuatku HARUS memilih hal ini. So, karena hal2 tersebut DI LUAR kemampuanku untuk menyelesaikannya, maka aku 'terpaksa' memilih keluar.

Mengundurkan diri sebenarnya mudah saja. Buat surat pengunduran diri (surat resign), cetak surat tersebut (ada juga yg mengirimkannya via email, tapi buatku sendiri hal tersebut kurang afdol), tunggu tanggapan dari pihak manajemen, selesai sudah. Namun ternyata tidak mudah untuk mengundurkan diri, kenyataannya.

Hal ini yang menimpaku. Pak Boss sendiri kaget dengan keputusanku ini.

Boss:"Wah, ada apa ini, kok malam2 kita bertemu di ruang meeting? Memangnya ada yang penting ya? Sampai mesti malam ini pula."
Aku:"Yaaa, begitulah pak. Cukup penting, dan memang mesti malam ini agar saya tidak penasaran saja."

Boss::"Hmm...ok, ada apa?"
Aku menyerahkan sebuah amplop tertutup. Isinya ya jelas surat resign lah, masa aku ngasih duit? Hihihih...

Boss membuka surat dari aku sambil mukanya terus bertanya-tanya. Membaca sekilas, sekitar 2 menit. Dan...

Boss::"Wah, Fahmi, ga bisa...ga bisa..."
Aku:"Errr...apanya yang ga bisa pak? Ga bisa baca surat?"

Boss::"Bukan, maksud saya...kamu ga bisa...surat ini ga bisa..."
Aku:"Lah, ga bisa opo sih paaakkk?? Ra mudeng nih...."

Boss::"Kamu ga bisa resign."
Aku langsung bengong. Resign kok ga bisa? Apa aku ga salah denger?
Aku:"Ga bisa kenapa pak? Saya terlalu cepet ya minta resignnya? Ya sudah, saya undur 1 bulan ya?"

Di surat itu, aku emang minta waktu 2 minggu untuk resign. Jika merujuk pada aturan 'normal', maka resign mesti diumumkan 1 BULAN sebelum mengundurkan diri. Tapi, seorang temanku cerita bahwa sebuah bank di daerah Thamrin membolehkan waktu 2 minggu bagi stafnya untuk resign.

Kita kembali ke percakapan.

Boss::"Bukan...bukan itu.."
Aku:"Lantas? Ya sudah, saya undur lagi sampai 1.5 bulan ke depan ya?"

Boss::"Ga, ga bisa. Kamu GA BOLEH RESIGN."
Aku langsung nge-gubrak usai mendengar pernyataan bossku ini.halah..
Hwaduh, lha kok ga ga boleh resign ya? Padahal resign kan hak asasi setiap pekerja kantoran. Coba deh cek di Undang Undang Tenaga Kerja no 27/1950/Menraker. Di sana tertulis di pasal 1 bahwa hak asasi setiap pekerja kantoran. Lalu di pasal 2 tertulis bahwa setiap kantor tidak boleh mengekang hak resign, karena akan melanggar pasal 1.

Boss::"Ok, kamu kenapa sih mau resign?"
Aku semula ga mau cerita. Tapi akhirnya aku cerita juga beberapa alasan penyebab aku pengen keluar.

Boss::"Ok, kita cari solusi dari alasan2 kamu itu."
Aku malah langsung terbengong-bengong mendengar jawaban bossku ini.halah..
Aku:"Lha kan saya selama ini sudah cari solusinya, dan kagak ketemu boss. Makanya saya minta resign."

Boss::"Oooo...begitu ya?"
*GUBRAK....*halah..

Boss::"Begini saja...saya naikkan gaji kamu, sampai 5 kali lipat!"
Aku:"Duh, boss...it's not about money. Ini bukan masalah duit."
Cieee...gaya ga? Bahkan tawaran duit pun aku tolak. Keren kan? Gyakakak...cool

Boss::"Ya udah, jadi 7 kali lipat."
Aku:"Ah, jangan2 maksudnya ini gaji saya dilipat sampe 7 kali?"

Boss::"Hihiih...tahu juga kamu, hihiih..."
*GUBRAK LAGI....*halah..

Boss::"Yowis, gini saja, kamu naik jabatan."
Aku:"Duh, boss ini bukan masalah jabatan."
Ya ya ya...aku masih selalu berpikir bahwa jabatan bukan hal yg penting. Yang penting adalah DUITNYA.mata duitan Jadi harap kesampingkan semua bujukan dan tawaran yang terkait dengan jabatan. Eh, uang juga bukan yg penting ya? Kan udah aku tolak? Errr...sorry, maksudnya duit lebih penting dari jabatan.

Akhirnya terjadilah percakapan (negosiasi yg super alot) selama lebih dari 25 menit. Si Boss melancarkan jurus2 agar aku ga resign. Giliran aku yang bersusah payah menangkis serangan2 tersebut.whew!

Pertemuan ditutup tanpa adanya keputusan dari pihak manajemen.
Boss:"Fahmi, saya anggap surat (resign) ini tidak pernah ada."
*GUBRAK UNTUK KESEKIAN KALINYA...*
Udah jelas2 surat itu sudah aku ketik, print, masukin amplop, aku kasih ke boss untuk dikeluarin dan dibaca. Kok dibilangnya, dianggap ga pernah ada? OMG!!!halah..

Ok deh pak Boss. Ngobrolnya dilanjutin kapan2 yaaaaa???dadah!

Moral story:
- resign itu adalah hak asasi pekerja kantoran.
- siapkan surat resign (sebaik dan sebagus mungkin).
- surat resign bisa dikirim via email atau juga diserahkan langsung.
- jangan terlalu percaya dengan dialog di atas. 68% palsu kok! Hihihihih...xixixi... Bagian mana yg palsu, yaaa silakan pikir2 sendiri. Aku sudah cape ngetik, jadi males mbantu. Maap yeeee...xixixi...