Selesai membaca artikel ini, aku jadi tergelitik juga. Apakah memang developer/programmer (terutama dari Indonesia) mesti bisa bahasa Inggris?

Secara pribadi, aku jawab, YA!

Beberapa alasan mengapa aku menjawab ya, karena:
1. Bahasa pemrograman rata-rata menggunakan bahasa Inggris
2. Referensi2 masih banyak menggunakan bahasa Inggris (alias masih banyakan orang bule yg publish referensi2 tersebut)

Bagaimana menurut anda?