Hari Rabu kemarin, Wify mendadak mendapat kiriman dari Bandung. Kirimannya sangat istimewa, yakni TAGIHAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (PBB), wakakak...ngakak Buset dah, ini orang pajak benar2 kejar setoran banget ya?

Rabu malam, Wify segera mengisi formulir PBB ini, karena Kamis hendak dikirim lagi ke Bandung, agar cepat diproses. Maklum, namanya pajak itu mesti cepet diberesin, soalnya kalo ga, yaaa bikin repot kita sendiri!nyengir

Kamis pagi, aku mengantar Wify ke tempat jasa pengiriman barang. Semula Wify hendak menggunakan jasa T*k* JN*. Tapi ternyata butuh 2 hari untuk mengantar surat segede upil ini. *errr...masih mending surat segede upil, daripada upil segede surat, hihihih...*xixixi...

Keliling punya keliling, akhirnya kami menuju M*lt*pl*s di daerah Mampang. Di sana, Wify bertanya berapa lama waktu yg dibutuhkan untuk mengirim surat, dan dijawab oleh petugas bahwa hanya butuh 1 hari. Yowis, akhirnya ada transaksi yg dilakukan. Wify terima kuitansi, berisi informasi bahwa barang akan dikirim ke Bandung dan akan sampai sehari kemudian.

Jum'at pagi, Wify menelpon ibunya di Bandung, konfirmasi apakah surat pajak sudah sampai. Ternyata BELUM SAMPAI!halah..

Hingga Jum'at sore, Wify masih belum dapat kabar surat pajaknya sudah sampai. Ya sudah, kami berencana mendatangi kantor tersebut di Sabtu pagi.

Sabtu siang ini, kami mendatangi kantor tersebut. Sambil agak ngomel2 gitu, karena waktu pengiriman 1 hari yg dijanjikan, ternyata tidak bisa dipenuhi! Terutama setelah aku mengatakan bahwa kalo surat pajak itu telat, kami akan didenda 1 juta perak! Si petugas, dengan gelagapan berusaha mengontak pihak kurir yg menjadi rekan M*lt*pl*s dalam hal pengiriman. Berulangkali dihubungi tapi susah dan tidak diangkat.

Wify yg semula tensi tinggi, rupanya tensinya sudah menurun, sehingga sikapnya melunak. Akhirnya kami berdua pulang. Aku sendiri sudah berniat akan menulis artikel ini, terutama jika pihak M*lt*pl*s tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan. Dan memang, M*lt*pl*s tidak bisa memberikan jawaban yg memuaskan, selain hanya bisa bilang bahwa barangnya sudah di Bandung dan masih dalam proses pengantaran.

Ya ya ya, kami tidak bisa menyalahkan petugas M*lt*pl*s yg kami temui Sabtu ini, karena bisa jadi dia tidak tahu apa2 ttg pengiriman. Tapi, bagaimanapun M*lt*pl*s mestinya bertanggung jawab atas keterlambatan ini!

Ok, misalkan kami memang harus membayar Rp 1 juta karena pajak telat, ya apa boleh buat. Tapi yg jelas M*lt*pl*s TIDAK BERHAK MENYATAKAN DIRI BISA MEMBERIKAN LAYANAN PENGIRIMAN YG PRIMA sebagaimana yg dia tulis dalam Visi dan Misi perusahaannya. Janji2 gombal dan ga terbukti!grrrr...!!

Sekitar 15 menit setelah sampai di rumah, Wify dapat informasi bahwa surat pajak sudah sampai. TAPI TIDAK DIANTAR KE RUMAH, MELAINKAN KE KANTOR KAKAKNYA WIFY!grrrr...!!

Bah, sudah telat kirim, eh, ga diantar ke alamat pengirim pula!!

Ingin rasanya mengadukan dan komplen berat ke pihak manajemen M*lt*pl*s. Ada yg punya pengalaman/saran untuk ini?

Moral story:
- bayarlah pajak pada waktunya
- hati2 dg yg menyediakan jasa pengiriman barang
- M*lt*pl*s MEMALUKAN!