Kita berjumpa lagi dalam episode kuliner. Kali ini kulinernya agak jauh dari Jakarta, tepatnya di Solo. Aku sempat kunjungi Solo beberapa waktu lalu, dan berhasil mencicipi beberapa tempat makan yg cukup yahud!

Nah, untuk kali ini aku akan bahas restoran Adem Ayem. Lokasinya di jalan protokol Solo, Slamet Riyadi, sehingga relatif mudah ditemukan. Oleh kenalanku, aku dibawa ke sini, karena Adem Ayem di Slamet Riyadi ini merupakan baru buka, dan cabang ke-40!! Buseettt...!! Sudah 40 cabang bo!

Suasana di dalam cabang ke-40 ini cukup ramai, setidaknya di bagian kasir, aku sempat lihat para stafnya tidak banyak bengong! Aku dan kenalan2ku segera duduk, dan disodori menu seperti yang terlihat di bawah ini. Klik saja jika ingin melihat rincian harga.


Bagian dapur nampaknya cukup bersih. Aku memang tidak sempat melihat ke dalamnya, untuk melihat lebih rinci. Tapi dari penglihatan sekilas, hmmm...mestinya sih memang bersih kok!

Aku sempat tanya, menu yg favorit dari restoran ini. Disebutkan nasi gudeg adalah menu favoritnya. Ya sudah, aku pesan saja menu nasi gudeg ini. Lumayan lama, lebih dari 20 menit jika tidak salah. Hmmm...sekilas sih penampilan menu nasi gudegnya biasa saja.

Tapi....

Wah, AYAMNYA ternyata SANGAT TOP DAN SANGAT DIREKOMENDASIKAN! Lembut dan begitu mudah dicerna serta begitu luezat dan gurih (aku sempat curiga gurihnya karena terlalu banyak penyedap rasa)ngiler. Yang aku sayangkan adalah kreceknya. KRECEKNYA ASAM!!! Sementara untuk nangka gudegnya, hmmm...standar saja! Total penilaian aku beri nilai 6,5 saja!

Terus terang, faktor ayam yg menjadi nilai lebih gudeg restoran Adem Ayem ini. Kalo krecek dan nangka gudegnya, aku lebih pilih gudeg di Pasar Minggu Jakarta. Tapi, tidak ada salahnya mencoba gudeg di sini jika anda berkesempatan ke Solo. Siapa tahu lidah saya sedang tidak fit saat mencoba gudeg ini, eheheh...melet

Moral story:
- Gudeg di restoran Adem Ayem Solo tidak cukup ok, menurutku. Hanya ayamnya yg ok!
- Jika anda ke sini, sebaiknya coba menu yg lain.