Dari sekian tempat kuliner, bagi kami menemukan Pancious bisa dikatakan cukup sulit karena minimnya informasi yang kami terima. Informasi yang kami terima hanyalah "Permata Hijau (rel kereta api permata hijau ke arah Senayan)". Sementara itu, jika ditelusuri ternyata rel kereta api di sepanjang Permata Hijau itu cukup panjang. Walhasil, aku dan Wify menghabiskan waktu hingga 1 jam untuk menelusuri jalan, mencari lokasi Pancious ini.

Karenanya, kami akan pandu anda untuk menemukan lokasi Pancious dengan mudah. Sebagai ancer-ancer, untuk memudahkan anda menemukan lokasi Pancious, maka anda mesti mencapai dahulu patal Senayan. Patal Senayan ini bisa anda lalui dari arah Gatot Subroto ke arah Grogol. Jika anda temukan papan petunjuk jalan Patal Senayan, maka anda mesti belok kiri yang akan membawa anda menuju jalan (cenderung) menurun.

Selanjutnya, anda ikuti jalur hingga masuk ke jl Basuki Rachmat. Jangan terlalu ngebut jalannya serta ambil jalur di sebelah kiri, karena anda mesti menemukan komplek ruko yang terletak di sebelah kanan anda (dan lokasinya di seberang jalan dan seberang rel kereta api). Komplek ruko bisa anda lihat seperti foto yang terlampir. *sorry, moto komplek ruko-nya di malam hari*

Komplek ruko ini akan terlihat saat anda tiba di perempatan, dengan ancer-ancer papan petunjuk "Senayan" dan "Permata Hijau" di dekat perempatan itu. Jika anda sudah temukan petunjuk ini, maka anda segera belok kiri, masuk ke komplek perumahan Permata Hijau. Dengan demikian, informasi rel kereta api (seperti yg aku tulis di atas) sebenarnya tidak terlalu akurat.

Setelah anda masuk ke komplek Permata Hijau, susuri jalur kiri hingga anda temukan papan nama Pancious seperti yang terlihat pada foto di samping ini. Hmmm...sebuah tempat makan yang cukup megah akan kita temukan di situ. aku merasa bahwa istilah 'warung' tidak tepat dilekatkan ke tempat makan Pancious ini. aku tidak tahu persis mengapa ada yang mengelompokkan Pancious ke dalam kelompok warung, karena dengan bangunan yang sedemikian megah, istilah warung tidaklah cocok dengan 'mindset' orang Indonesia pada umumnya.

Ok, mari kita hentikan debat kusir mengenai warung atau bukan warung, heheh...ngemeng ga jelas

Kami berdua masuk ke dalam, hmmm...sayangnya kami tidak sempat mengabadikan bagian depan Pancious ini. Yang jelas, nuansa nyaman langsung bisa kami rasakan begitu kami masuk. Kami dipilihkan sebuah meja di pojokan. Hwalah, emangnya orang pacaran sampai perlu dikasih meja di pojokan untuk tempat kami icip-icip makanan? Hahah...halah..

Usai duduk, kami edarkan pandangan ke sekeliling. Hmmm...nuansa ruangannya memang nyaman sekali. Bisa dijadikan tempat nongkrong, baik dengan teman maupun keluarga. Bahkan, aku melihat tempat ini juga cocok untuk membicarakan masalah bisnis (lobby bisnis) dengan (calon) client.

Saat kami duduk, kami perhatikan mejanya ditata cukup rapi. Tapi karena satu dan lain hal, aku pindahkan posisi pisau+garpu+tissue sehingga menjadi seperti yang terlihat di samping ini. Kami berdua sempat ngobrol, lalu tidak lama kemudian, datanglah staf Pancious, membawakan menu. Hmmm...tampilan menu-nya pun bisa dikatakan mewah! aku sampai terkejut ketika melihat menu ini dijual seharga Rp 750 ribu!! geleng2...*geleng-geleng kepala*


Melihat menu (dan harga) yang disajikan, membuat kami berdua yakin bahwa Pancious TIDAK TEPAT dikelompokkan sebagai warung! Harga termurah yang tersedia memang 'cuma' Rp 13.500, tapi melihat rincian menu-nya, errr...minimalis banget deh! Dan kok ya aku tidak merekomendasikan menu tersebut. Sementara untuk menu yang 'normal', harganya di atas Rp 20.000.

aku memesan Blueberry Cheese, dengan 2 lapis pancake *langsung dah keluar rakusnya, wakakak...ngakak* Sementara Wify memesan Bolognaise, juga 2 lapis.

aku temui hal unik di Pancious ini. Jika di tempat makan lain, minuman adalah pesanan pertama yang akan datang. Nah, di Pancious, justru makanan dulu yang tiba lebih dulu. Di bagian kiri adalah Blueberry Cheese sementara di sebelah kanan adalah Bolognaise. Walau fotonya sedikit tidak jelas, karena pencahayaan di Pancious yang tidak memungkinkan (aku sempat coba foto dengan menggunakan blitz, tapi hasilnya malah lebih mengecewakan), toh menu ini tetap terlihat menggiurkan kan? Heheh..ngiler

aku pernah makan pancake sebelumnya, tapi rasa pancake di Pancious ini terasa lebih wokeh! Selain lebih empuk sehingga gampang dipotong dengan pisau, potongan kuenya terasa lembut di dalam mulut. Belum lagi rasa es krim + blueberry yang agak manis asam membuat rasa pancake kian....ah, pokoknya uenaaaakkk deeehhh!!! Dengan riang gembira aku potong satu demi satu si pancake ini sehingga habis tak bersisa.

Wify sendiri nampak cukup menikmati bolognaisenya. Penasaran, aku ikut mencicipi bolognaise. Hmmmm...cukup enak juga! Terlebih dengan keju mozarella, keju cair yang hmmm...pokoknya mak nyus lah!ngiler Eh, ternyata Wify tidak menghabiskan bolognaisenya. Tidak perlu menunggu lebih lama, aku langsung ambil alih bolognaise itu dari hadapan Wify. Dan tidak perlu waktu lama, nyaris semua bolognaise berpindah tempat, dari piring ke perut! Wakakak...

Oya, untuk minuman, aku memesan mocca milkshake, sementara Wify memesan juice apricot. Adalah HAL FATAL memesan mocca milkshake, karena rasanya TERLALU PAHIT! Hwadah...lidah aku langsung berontak, karena perpindahan rasa dari asam ke pahit nampaknya tidak cocok buat lidah aku! Walhasil, beberapa kali aku menyeruput jus aprikot Wify. Jus aprikotnya enak, hanya saja nge-jus-nya kurang lembut, sehingga beberapa kali aku dan Wify mendapati sedotan tersumbat karena adanya potongan aprikot yang menyumbat sedotan.frustasi

Saat hendak menghabiskan selada, upsss...aku dapati sesosok makhluk kecil berwarna hijau menggeliat di daun selada! ULAAAAAAAAAAAATTT...!!! TIDOAAAAKKKKK....!!! *ini jelas hanyalah ekspresi yg terlalu berlebihan, hihihi...*

Langsung deh hilang gairah menghabiskan seladanya! Sempat bingung dengan kondisi ini, aku akhirnya memanggil manajer(?) yang sedang bertugas. Ketika aku perlihatkan adanya ulat di selada, ybs nampak terkejut dan merasa ga enak. Tak disangka dan tak dinyana, pak manajer ini menawarkan menu bolognaise sisa ini DIGANTI dengan yang baru!!

WAAAAHHHH...LAYANAN YANG HEBAT!

Semula aku agak ragu, apakah perlu menerima tawaran ganti menu ini. Bukan apa-apa, Wify sudah kenyang, sementara aku sendiri sebenarnya sudah pengen pulang juga sih. Tapi, tawaran bolognaise ini terlalu berharga untuk dilewatkan! Walhasil, dengan 'berat hati', aku setujui penggantian menu bolognaise ini.ngakak *halah, pake alasan berat hati segala, wakakak...*

Karena kadung akan mendapatkan blognaise baru, akhirnya aku juga memesan minuman tambahan, blended mangga + rasberry. Well, lagi-lagi pilihan minuman yang 'salah', karena minuman yang aku pesan ini rasanya asem, tidak cocok dengan bolognaise yang cenderung pedas+panas! Dari pengalaman makan selama ini, untuk makanan yang pedas dan panas mesti 'dipasangkan' dengan minuman yg hangat atau panas. Alasannya karena dengan minuman yang panas atau hangat, maka cita rasa pedas/panas akan lebih terasa. Selain itu, perut tidak akan 'rusak' karena makanan dan minuman yang masuk 'sejenis' (sama-sama panas). Sementara jika kita makan yang pedas lalu minum yang dingin, akan berakibat perut 'berontak', bahkan bagi beberapa orang bisa sakit perutnya.

Lalu datanglah bolognaise yg baru. Hmmm...perbedaannya, jika tadi yg kami pesan adalah pancake 2 lapis, maka yg baru ini 'cuma' 1 lapis saja. *ceritanya ini protes, kenapa kok jadi cuma 1 lapis?hihihi....*

Total kami habiskan Rp 140 ribu, untuk 2 porsi pancake dan 3 jenis minuman. Oya, kami mendapat 1 buah kartu seperti yang terlihat di samping ini. Jika kami isi ketiga kotak itu dalam jangka waktu kurang dari 2 bulan, maka kami akan mendapat kartu VIP Pancious.

Moral story:
- makan pancake bisa bikin kantong bolong
- layanan di Pancious sangat OKE!
- Pancious ga cocok dianggap warung!
- temukan ulat di selada, maka anda akan dapat ganti menu dg yg baru!