Berita mengenai penipuan, terutama yg terkait dengan transfer men-transfer duit sudah sering kita baca. Namun, pengalaman temenku saat SMA ini nampaknya patut menjadikan kita lebih waspada.

Seperti kata bang Napi: Waspadalah...waspadalah...

Dear All,

alhamdulilah saya sempat baca forward email di bawah ini, karena ternyata,hari minggu kemarin (18 januari ) saya mengalami sendiri bagaimana seseorang mencoba menipu saya..

bermula dari rencana kami menyewakan / menjual apartemen, saya pasang iklan di Kompas untuk penawaran unit apartemen tersebut. dan berhubung my husband kebetulan menghadiri undangan di luar kota, so no contact yang kami cantumkan adalah nomor kontak saya.

minggu siang, seorang bernama pak Edi gunawan (no hp. 081288436289) menelpon saya pada saat saya sedang menyetir, mula-mula seperti layaknya pembeli biasa, dia menanyakan bagaimana kondisi apartemen, apa saja fasilitasnya de el el. kemudian, dia bilang, untuk lokasi saya tidak masalah, karena saya sudah pernah survei ke daerah tersebut, tetapi karena saya sekarang sedang di kalimantan, agar ibu tidak memberikan kepada orang lain, maka saya akan transfer dulu DP sebesar 5 juta untuk pembayaran sewa apartemen. Minggu depan, saya baru bisa ke jakarta.

kemudian, dia minta no rekening bank saya, pertama dia minta no account mandiri, kebetulan no rekening saya adanya di BCA,saya tawarkan no rek suami saya, dia langsung bilang, ohh jangan bu, no rekening yang atas nama ibu saja. akhirnya saya bilang, bahwa saya cuma punya BCA, oohh ya sudah gak pa-pa.. trus saya bilang, ok pak edi, nanti saya akan hubungi bapak, karena saat ini saya lagi menyetir mobil.

dari awal saya agak curiga, apalagi saat saya kontak suami, ada yang mau menyewa apartemen, langsung mau kasih DP, suami juga sudah mewanti-wanti, jangan-jangan gak bener.. tapi, ya udah 'bismilah' aja, siapa tahu emang dia udah pernah lihat sebelumnya.
begitu sampai rumah, saya sengaja gak langsung kontak pak edi, saya pikir, kalau dia memang niat, pasti dia akan kontak saya duluan.. eehh,, bener, gak begitu lama, dia telpon saya, nanya no rekening saya.
kemudian, saya sms no rekening account BCA saya, berikut spesifikasi apartemen yang nantinya akan saya tuangkan dalam perjanjian sewa menyewa apartemen.

agak mencurigakannya, dia bolak-balik telpon saya, sepertinya tidak sabaran.. sementara saya, karena kebetulan si kecil rewel dan hati juga agak gak enak, beberapa kali mencoba memperlambat urusan tersebut.
setelah mendapat sms dari saya, dia bilang, saya akan ke atm sekarang, dan akan mentransfer uang ke rekening ibu untuk DP apartemen sebesar 5 juta, sisanya akan saya lunasi minggu depan ..

15 menit sesudah itu, pak edi kembali menelpon saya,.. dia bilang, "ibu, saya sudah transfer ke rekening ibu, tapi ternyata kertas bukti transaksi di ATM BCA tempat saya transfer tidak muncul, sedangkan rekening saya sudah terlanjur terdebit. ibu bisa gak, ke ATM sekarang untuk cek apakah transfer dari saya sudah masuk?"

mulanya saya sudah agak curiga, tetapi dia tetap ngotot.. katanya, bu tolong bantu saya lah, soalnya dana di rekening saya sudah terdebit,.. saya akan tunggu di ATM, kalau memang belum masuk, saya akan transfer lagi, tapi kalau sudah masuk ya sudah gak pa-pa... akhirnya saya bilang,.. nanti ya pak, sebentar lagi, rumah saya jauh dari atm.. "oh gak pa-pa bu.. saya tunggu ibu.. berapa lama ibu bisa sampai ke ATM terdekat?? 10 menit, 15 menit, ?""
"waduh, nih orang maksa juga, .. akhirnya saya bilang, 30 menit pak, saya baru bisa cek ke ATM.. "oh gak pa-pa bu.. "

sebenarnya saya sudah tambah curiga, tapi saya pikir, saya mau membuktikan kecurigaan saya, kalau nanti sampai di ATM tidak ada transfer masuk, saya akan membatalkan saja perjanjian ini..
5 menit saya sudah tiba di ATM BCA, dan benar seperti dugaan saya, tidak ada dana sama sekali masuk ke rekening saya.

begitu sampai di parkiran mobil, saya sms dia, bilang bahwa dananya belum masuk dan sekarang saya sudah di jalan meninggalkan ATM.. dia langsung telpon saya,. ibu, bisa ga balik ke ATM lagi? kalau memang dananya belum masuk, saya akan hubungi 'HALO BCA', nanti mereka akan memandu kita, dan akan ketahuan di mana nyangkutnya dana yang saya transfer.. saya bilang, wah, maaf pak, saya keberatan kalau harus balik ke ATM lagi, di jakarta ATM ngantri, saya gak enak sama yang lain, belum saya harus parkir mobil, kebetulan suami saya sedang tidak ada di luar kota, ini saya didampingi ajudan suami (ceileee,, boro2 ajudan, supir aja kagak punya-- tapi saya pikir, saya harus gertak oknum tersebut.. )..

ehh, dia masih ngotot, bu.. cobalah tolong saya sekali lagi,. ibu balik ke atm, dan nanti kalau sudah di sana, ibu langsung telpon saya, biar segera bisa diatasi.. saya bilang, "maaf pak, saya gak ada waktu, jauh kalau harus balik ke ATM lagi, nanti saja di rumah saya akan cek pake internet banking BCA.. " eh dia malah marah, bu, kenapa gak dari tadi ibu bilang punya internet banking? " .. saya bilang, tadi saya lupa, barusan saya disaranin suami untuk buka internet di rumah aja, daripada bolak-balik ..." trus saya tutup saja telpon, saya bilang nanti saya yang akan telpon bapak, kalau memang dana nya sudah ada. . atau kalau bapak mau sekarang, saya punya kenalan di kantor BCA, bapak sebutkan saja no rekening Bapak, nanti saya yang akan memonitor dari sini, dana bapak nyangkut di mana?? " atau, minggu depan saja kita ketemu, bapak gak usah DP dulu ke rekening saya, nanti pas kita ketemu langsung dilunasi untuk bayar sewa apartement.
dia jawab, ya sudah bu, nanti saja saya akan hubungi ibu lagi... "

baru 3 menit saya tutup telpon, dia sudah bel lagi.. "bu, kalau begitu kita batalkan saja perjanjian ini.. " saya bilang, ok, gak masalah ... " ee, karena mungkin dia kesal gak berhasil menipu, dia malah nawarin macam-macam ke saya, (kurang etis kalau saya sebutkan di sini) .. " saya tutup telpon, tapi orang tersebut masih bolak-balik mencoba telpon..
kebetulan satpam BCA menghampiri mobil saya untuk membantu keluar parkir, saya langsung inisiatif memberikan hp saya ke pak satpam, pak, tolong bilang bapak petugas BCA, . ini ada orang mau coba-coba menipu .. "

selama perjalanan pulang pun, dia sempat beberapa kali masih mencoba kontak saya, tapi hape sudah saya silent, dan benar-benar sudah tidak akan diangkat lagi sesuai anjuran satpam dan tukang parkir BCA,.. mereka bilang, "bu, biarin aja bu, gak usah diangkat,.. " sering banget bu, ada kejadian orang yang ditipu, transfer uang sampai 15 juta,.. "

Syukur Alhamdulillah saya lolos dari korban penipuan,. (Allah ternyata benar-benar sayang sama saya)..

dan terima kasih juga untuk teman-teman yang rajin mengirimkan email-email yang memforward cerita berbagai bentuk penipuan, karena dengan membaca berita-berita tersebut, kami jadi tahu, dan menjadi lebih berhati -hati... .

salam,

Moral story:
- jadi orang kaya itu emang susah...duit 5 juta aja bisa keselip di dompet