Bagi sebagian orang, terlebih di Jakarta , nama Tamani Kafe bukanlah hal yang asing. Penyebabnya sepele saja, tempat makan yang satu ini sudah memiliki banyak cabang di Jakarta. Aku pikir malah sudah ada di 5 wilayah Jakarta, dengan cabang bisa lebih dari 1 di tiap wilayah.

Selain itu, mencari tempat makan ini juga cenderung SANGAT MUDAH, selama kita punya alamatnya. Hal ini dikarenakan rata-rata Tamani Kafe menempati satu tempat tersendiri, seperti Tamani Kafe Tomang yang Aku dan Wify kunjungi beberapa hari lalu. Perjalanan ke arah Tomang tidaklah sulit, anda tinggal ikuti saja rambu lalu lintas yang tertera sepanjang jalan Gatot Subroto ke arah Grogol. Di sana, arah menuju Tomang sudah dijelaskan secara lengkap dan rinci, sehingga Aku rasa Aku tidak perlu menjelaskan lebih rinci lagi.

Begitu belok kanan, masuk daerah Tomang, anda tinggal susuri saja jalan hingga anda temukan lokasi Tamani Kafe. Gampang kok menemukannya, tinggal temukan papan nama Tamani Kafe ini.

Ruang parkir terbagi untuk motor dan mobil. Untuk motor, anda mesti masuk ke ruang bawah tanah. Sedangkan untuk mobil, anda bisa langsung parkir di depan Tamani Kafe.

Bagian dalam Tamani Kafe sangat nyaman, cocok sekali untuk membawa keluarga ke sini karena cukup luas. Meski demikian, jika melihat atmosfirnya, Aku merasa Tamani Kafe lebih cocok untuk kongkow bareng teman-teman ataupun untuk negosiasi bisnis.

Ada banyak model tempat duduk di Tamani Kafe, mulai dari sofa, lalu bangku-bangku terpisah. Jadi, seperti yang Aku tulis di atas, kita bisa datang ke Tamani sesuai dengan kebutuhan kita.

Penataannya cukup rapi, entah itu penataan ruang ataupun benda-benda di atas meja, sehingga kita akan merasa nyaman di situ. Di atas meja, kita akan temukan beberapa menu, termasuk harganya, tersimpan dengan rapi. Jadi, kami berdua sempat mengamati menu apa saja sih yang akan kami pesan nanti.


Tidak lama, seorang staf Tamani Kafe mendatangi kami, membawakan daftar menu yang lebih rinci, yang terdiri dari menu makanan, menu minuman, dan sebuah selebaran mengenai menu spesial yang disajikan di situ. Tanpa pikir panjang lagi, kami segera buka menu yang ada dan mulai melihat-lihat apa sih menu yang ada untuk segera dipesan.

Aku sempat mengabadikan hampir semua menu yang bisa kita pesan.


Harganya relatif ya, relatif mahal maksudnya, hahaha. Rata-rata di atas Rp 30 ribu untuk 1 porsi makanan, belum lagi dengan menu penutup dan minuman. Perkiraan kami, jika menu yang dipesan adalah menu ‘menengah’ (tidak terlalu mahal) plus minum, maka 1 orang menghabiskan Rp 50-60 ribu.

Kamipun mulai memesan. Aku memesan “Fresh fillet of Grilled Fish” dengan saus jamur dan kentang dalam bentuk ‘mashed’. Sementara Wify memesan “Black angus fried noodle”. Untuk minumnya, Aku pesan “Stylish Lime Lemon” sementara Wify “Iced berry mint tea”.

Lumayan lama juga untuk menunggu makanannya datang, sekitar 20 menit jika Aku tidak salah hitung. Ada kemungkinan lamanya ini karena memasaknya yang agak lama, karena menu yang kami pesan memang butuh waktu lebih untuk memasaknya.

Untuk minumannya, memang cepat datangnya. Lime lemonnya terasa enak dan segar, cocok diminum di suasana yang panas. Terlebih perpaduan rasa lime dan lemon sangat cocok, terutama jika gulanya tidak langsung dicampur. Penambahan gula sedikit mengurangi rasa lime, tapi masih tetap terasa segarnya kok.

Akhirnya datang juga pesanan kami berdua. Dimulai dari mie gorengnya. Hal yang unik dari menu mie goreng ini adalah rasa mienya yang unik, SANGAT BERBEDA dengan rasa mie yang pernah kami coba selama ini. Lebih lembut, cukup kenyal, namun tidak sulit untuk dikunyah. Belum lagi daging sapi yang empuk, sehingga tidak menyulitkan orang yang giginya kurang kuat.

Sementara untuk menu ikan, rasa daging ikan salmon yang empuk bisa dikatakan memanjakan gigi dan lidah. Terlebih setelah dicampur dan disiram dengan saus jamur, hmmmm…yummy banget! Oya, kita tidak akan temukan bau amis pada menu ikan ini. Kemudian, jika kita tambahkan jeruk pada menu ini, maka lidah kita akan semakin dimanjakan dengan rasa asam (namun menyegarkan) yang membuat kita akan berlama-lama mengunyah dan menikmati lezatnya menu ikan ini.

Usai makan, kami pesan menu penutup, “Mango pudding “. Ukurannya tidak terlalu besar memang. Rasa mangganya tidak terlalu terasa, setidaknya begitu menurut lidah Aku.

Nampaknya menu yang disajikan di semua Tamani Kafe seragam, jadi jika kita berkunjung ke Tamani Kafe (cabang manapun) akan kita dapati menu (dan rasa) yang sama. Oya, ada menu steak wag yu, mirip dengan steak yang sempat aku santap di Segarra tempo hari.

Total kami habis sekitar Rp 180 ribu.

Moral story:
- tamani kafe punya banyak cabang, mestinya menu yg disajikan tidak berbeda jauh
- harganya lumayan, jadi jangan sampai ga bawa duit, hihihi..