Sekeder informasi saja, selama ini aku nyambi jadi calo TKI. Tentu saja bukan TKI yg dikirim ke luar negeri, karena aku jelas2 ga punya ijin untuk mendirikan usaha seperti itu. Resikonya terlalu besar untuk menjadi calo TKI ke luar negeri, terlebih jika ternyata TKI yg dikirim malah disiksa dan diperlakukan tidak manusiawi, apalagi sampai dihamili dan dibunuh. Hiyy...seraammm...gigit2 jari

Yg dimaksud menjadi calo TKI di sini, aku sering 'menghubungkan' seorang kenalan/teman yang sedang mencari pekerjaan, ke teman yg lain yg kebetulan kantornya membuka lowongan pekerjaan.

Berbeda dg calo TKI lain, di sini aku tidak mengambil keuntungan apapun. Bahkan tidak ada transfer fee sama sekali. Yang penting, sama2 senang lah. Ada yg dapat kerjaan, dan ada yg merasa terbantukan dengan adanya staf baru.

Namun, nampaknya aku KAPOK dan BERHENTI menjadi calo TKI, usai sebuah pengalaman yg PAHIT BANGET (buatku) yg tidak lama ini baru aku alami.

Salah seorang teman, katakan namanya C, sedang mencari pekerjaan, dengan latar belakang dia katakanlah di bidang hitung menghitung. Nah, ternyata ada temanku, katakan namanya si M, sedang butuh orang juga. Ya sudah, aku pertemukan saja keduanya, terlebih karena si C nampaknya ga mau nganggur dan keahliannya memang dibutuhkan si M.

Ternyata, alhamdulillah, si C diterima di kantor M.

Akan tetapi....tiba-tiba....si C menyatakan mengundurkan diri. Duh...aku langsung merasa tertohok begitu dalam. Dongkol, marah, jengkel, bla bla bla...pokoknya mendadak naik levelnya.

"Jika dia tahu bahwa (sebenarnya) dia tidak ingin di bidang itu, ya sudah, ga usah datang di sesi wawancara akhir dong ah!"

Ya sudahlah...aku hanya bisa minta maaf jutaan kali ke si M, karena mengecewakan dia.

Jadi (rada) males deh bantuin orang.whew!

Moral story:
- jadi calo tki itu ribet
- (mulai sekarang) mesti (lebih) hati2 kalo mau nyalo-in