Strawberry. Siapa yang tidak kenal dengan buah ini? Buah berwarna merah dengan berbagai ukuran, dari mulai sebesar 1 ruas jempol orang dewasa hingga yang sebesar jempol orang dewasa ini bisa membuat orang ketagihan memakannya. Jika dimakan rasanya beraneka, dari mulai manis, asam manis, bahkan asam.

Nah, bagaimana jika buah strawberry ini dikombinasikan dalam masakan seperti spaghetti atau nasi goreng?

Ada sebuah rumah makan, beberapa orang menyebutnya café, yang dengan uniknya menyediakan berbagai makanan yang dicampur dengan strawberry. Mereka menamakan cafe ini Strawberry Café, yang letaknya di sekitar Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Untuk mencapainya tidak sulit. Anda mesti temukan dahulu Mal Taman Anggrek. Dari sana anda bisa lanjutkan perjalanan hingga anda melihat Ukrida. Nah, sebelum Ukrida, ada belokan ke kiri, yang akan membawa anda masuk ke daerah Tanjung Duren. Dari situ, anda tinggal ikuti jalan Tanjung Duren, lalu di belokan kedua atau ketiga di sebelah kanan, anda belok ke kanan. Ikuti jalan hingga anda temukan jembatan, ikuti terus, lalu belok kanan. Nah, anda akan temukan sebuah komplek (?) pertokoan dan voila...papan Strawberry café sudah terlihat di depan mata.

Café Strawberry ini dari luar sudah memperlihatkan ke-Strawberry-annya, dengan banyaknya aksesoris Strawberry bertebaran di setiap café. Bahkan ornamen di dindingnya pun dipasang tumbuhan Strawberry. Lucunya ada ‘seekor’ monyet yang bergelantungan di situ.

Suasananya cukup nyaman, cocok dijadikan tempat nongkrong, tidak saja dengan teman, tapi juga dengan keluarga. Terlebih lagi ada beberapa permainan yang bisa kita mainkan, setelah mengajukan pinjaman ke staf café Strawberry ini tentunya.

Saat kami berkunjung, di café ini sedang ada 2 grup besar yang sedang asyik berkumpul. Salah satunya sedang merayakan ulang tahun. Riuh sekali suasananya. Sementara banyak kursi yang masih kosong. Agak mengherankan juga, soalnya kami datang di hari Minggu, mestinya tempat seperti ini ramai.

Oya, daftar menunya juga berbentuk buah Strawberry, sangat unik. Jumlah menu yang ditawarkan cukup banyak. aku tidak hitung secara rinci, tapi lebih kurang 100 jenis makanan tertulis pada menu. Sayangnya, dari sekian banyak jenis makanan, hanya 10 jenis makanan yang tersedia dan bisa dipesan. Dengan kata lain, yaa…bisa dibilang menyedihkan. dzigh

Akhirnya aku memesan spaghetti Strawberry, sementara Wify memesan Strawberry in Paradise fried rice. Alasannya sederhana saja, kedua menu ini yang Strawberrynya lebih dominan, dan TERSEDIA SEHINGGA BISA DIPESAN, hehe.

Sementara untuk minuman, aku memilih Sleeping Beauty (gelas sebelah kiri) sementara Wify memesan Je t’aime (gelas sebelah kanan). Sleeping beauty ini sebenarnya milk shake Strawberry. Sementara minuman Je t’aime berupa stoberi segar yang dicampur dengan anggur.

Secara keseluruhan, untuk spaghetti agak mengecewakan, karena porsinya yang terlalu sedikit untuk harga yang relatif mahal. aku beri nilai 6 untuk spaghettinya. Sementara itu untuk nasi gorengnya cukup enak, walau mesti menunggu cukup lama, lebih dari 30 menit! Nasi gorengnya aku beri nilai yang lebih baik 7, hehehe…

Total harga untuk 2 porsi, kami habis sekitar 70 ribu sekian. Yaaa…bisa dikatakan memang rata-rata segitu untuk harga makanan yang boleh dibilang unik.

Tempat parkir yang tersedia cukup luas, jadi tidak perlu khawatir. Hanya saja untuk sepeda motor, tarif parkirnya lebih mahal dari biasanya yakni Rp 2000, meski memang cenderung tidak ada batas waktu selain memang dikelola perorangan.

Jam buka tidak sempat kami tanyakan, namun jika menilik suasana sekitar café ini serta jam buka rata-rata café pada umumnya, biasanya buka dari jam 9 pagi hingga 9 malam.