Sebuah pernyataan dari Dirjen Postel, mengenai larangan bagi operator seluler untuk menyediakan sms gratis, patut dipertanyakan. Aku sendiri, sebagai pengguna XL, yang memberikan promosi gratis 500 sms/hari (ke semua operator), jelas jengkel. Lha wong operator ngasih gratisan, knapa dilarang?

Alasan yg dikemukakan pun sagatlah tidak masuk akal. Katanya untuk menghindari "pesta" sms di operator lain, yang memanfaatkan jaringan operator lain.

Yeee....nampaknya ada yg 'cemen' (baca: tersisihkan) dengan adanya fitur gratisan ini. Dan kelihatan sekali bahwa pemerintah berusaha 'melindungi' operator cemen ini. Operator ini nampaknya ndak bisa bersaing dengan 'sehat' sehingga terpaksa memanfaatkan jasa pemerintah untuk mengeluarkan larangan yang seolah-olah nampak bijaksana.dzigh

Ah, ternyata di Indonesia, operator (dan pemerintah) yg selalu koar2 untuk berkompetisi dengan fair, ternyata malah 'cemen'. Tidak ada itu yg namanya memihak masyarakat (terutama yg demen gratisan, di saat semua hal nyaris dapat susahnya doank), malah membela operator yg meski sudah meraup keuntungan sedemikian banyak, ternyata masih tamak juga! HUH!!dzigh

GRATISAN ITU TIDAK NORAK TAHU!!

Moral story: masih ada operator yg tidak mau bersaing secara sehat, dan pakai pemerintah sebagai kepanjangan tangannya. Pemerintah pun masih lebih berpihak ke operator, tidak mau ngasih barang gratisan ke masyarakat