Hari Minggu lalu, aku (dan Wify) menjadi saksi sebuah kecelakaan yang cukup mengerikan.

Jadi begini ceritanya...

Sekitar jam 11 siang, aku dan Wify keluar rumah dengan tujuan hendak melakukan wisata kuliner,sebagai upaya memenuhi quota untuk minggu ini, ehheheh. Tujuan wisata kuliner kali ini adalah daerah Tomang dan Jakarta Utara. Namun, sebelumnya kami hendak singgah dulu ke mall di daerah Kuningan, karena ada beberapa keperluan yang hendak kami lakukan di situ.

Cuaca Jakarta cukup cerah ketika kami berangkat. Dan sepanjang perjalanan, kami tidak terlalu banyak bicara, meski beberapa kali cekikikan dan ngakak karena bahasan yang kami lontarkan cukup lucu. Satu perempatan (dan itu berarti 1 lampu merah) telah kami lewati dengan aman sejahtera.

Saat menuju lampu merah kedua, kami dilewati sebuah sepeda motor jenis vespa yang melaju cukup kencang dari arah belakang. Namun karena lampu merah sudah menyala, otomatis kami dan dia mesti berhenti di perempatan.

Begitu lampu berubah menjadi hijau, dengan serentak semua kendaraan, terutama sepeda motor, langsung meraung-raung hendak maju. Termasuk kami berdua, yang maju tapi dengan kecepatan yang cukup rendah. Sudah beberapa waktu terakhir ini, aku membiasakan untuk lebih 'cool' untuk berkendara di jalan. Terutama jika jalanan kosong. Ga perlu geber2an banget lah...toh jalanan kosong, kita akan lalui juga.

Nah, si vespa belakang rupanya masih pengen nggeber motornya. Dia langsung melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan kami dengan jarak yang lumayan lah. Baru sekitar 10-20 meter berjalan, dari kejauhan sebenarnya sudah terlihat ada 2 orang laki-laki yang hendak menyebrang jalan dari sisi kiriku ke sisi kanan.

Dan aku yakin bahwa si pengendara vespa pun melihat mereka berdua, yang sedang berhenti di tengah jalan, menunggu 'kepastian' apakah mereka akan diberi jalan oleh si pengendara vespa sehingga mereka menyebrang ke posisi di depannya. Ataukah mereka akan langsung maju begitu saja, tidak peduli dengan kendaraan2 yg lewat?

Rupanya kedua orang ini emang agak aneh dan bingung. Mereka berdua sebenarnya sudah 1/2 jalan, alias sudah tepat di tengah jalan. Mereka sempat maju sekitar 1-2 langkah, sebelum akhirnya mereka berhenti karena mereka berdua melihat si vespa ini melaju dg kencang. Jelas, mereka takut ditabrak dong!

Alih-alih hanya diam, mereka berdua malah mundur 1-2 langkah, kembali ke posisi semula, di tengah jalan.

Aku yg melihat keadaan seperti itu langsung berpikir, bahwa kejadian buruk akan terjadi.

Dan benar saja...

Diiringi suara rem yg singkat, aku melihat si vespa menabrak kedua penyebrang jalan ini! Dan yg membuat kengerian bertambah, adalah salah seorang dari pejalan kaki ini terpelanting ke udara dan kemudian mendarat kembali ke tanah dengan suara bergedebuk!

DEG...!! DADAKU SERASA BERHENTI!
YA ALLOH YA RABBI....!!


Sekitar 5 detik, barulah aku sampai di TKP. Kedua penyebrang jalan ini sempat berdiri lalu berjalan ke pinggir jalan. Di tengah jalan, aku perhatikan kondisi vespa sudah amburadul, banyak pecahan kaca berserakan. Aku segera menepi, berusaha menolong salah seorang dari korban, yang aku tadi lihat terpelanting seperti sebuah pin terkena bola bowling. Aku menuju dia, karena aku pikir orang ini yang paling parah kondisinya.

Dan benar saja, aku melihat kondisi si A, katakanlah begitu, memang cukup parah. Aku melihat banyak darah segar mengalir terutama dari kedua tangannya. Aku segera mencek kondisinya dia, terutama meluruskan kedua kakinya yg sempat menekuk.

Sementara temannya hanya bisa terduduk di sebelah kananku, sekitar 5 meter. Dia hanya bisa menatap temannya ini.

Pengendara Vespa sendiri, aku lihat, bangun dan juga menuju pinggir. Dia berjalan ke pinggir seraya berteriak (lebih kurang),"Ya Tuhan....Mas...Kalian berdua itu gimana sih nyebrangnya...bla bla bla."ngemeng ga jelas Wah, aku sempat jengkel juga. Ok, katakanlah kedua orang pejalan kaki ini salah, tapi sudahlah, ga usah pake ngomel2 kaya gitu.

Ucapan lainnya tidak aku perhatikan karena aku lebih fokus kepada si A. Usai aku lihat matanya, hmmm...nampaknya dia sudah relatif sadar dengan keadaan yang baru dia alami. Lalu aku perhatikan sudah banyak orang yg datang dan membantu. So, aku segera pergi setelah aku yakin bahwa si A ini baik-baik saja.

Fiuuhhh...benar2 sebuah peristiwa 'horor' alias sangat mengerikan! Terutama melihat orang terpelanting dan jatuh ke tanah.

Well, hal ini membuat diriku menjadi lebih berhati-hati dalam berkendara, terutama saat berada di jalan yg sepi. Siapa bilang di jalan yang sepi, maut/bahaya tidak ada atau tidak mengancam? Justru potensi bahayanya bisa jadi lebih besar karena semua orang akan cenderung lengah dan tidak bersikap waspada!coolhappy

Moral story:
- hati-hati berkendara di jalan raya
- walau jalanan sepi, jangan ngebut terlalu berlebihan
- jika ada kecelakaan, terutama di depan mata, berikan pertolongan sebisanya