Zona nyaman, atau bahasa Inggrisnya, comfort zone seperti pedang bermata dua. Di satu sisi, orang mencari kenyamanan sehingga mereka tidak perlu lagi bersusah payah (lagi) untuk mencapai tujuan mereka. Sementara itu, di sisi lain, kenyamanan akan membuat orang terlena dan bagi sebagian orang akan menumpulkan (sebagian atau malah semua) daya nalar mereka.

Aku sendiri kadang merasa nyaman dengan zona ini. Tapi hal lain dari zona nyaman yg sering membuatku kesal adalah masalah RUTINITAS. Adalah hal yg membosankan (buatku) mengerjakan hal yg sama terus menerus dan berulang-ulang, meski di tempat (client) yg berbeda. Sebenarnya kebosanan ini bisa diatasi, dengan membuat variasi dari kerutinan tersebut. Toh, kadang variasi tidak banyak menolong, terutama jika aku memang sedang ga oke emosinya. Tak jarang beberapa clientku menjadi korban sifat ketus dan kejengkelanku.

Bagaimana pengalaman anda sendiri dengan zona nyaman?

Moral story: berhati-hatilah dengan zona nyaman!