Tahukah anda, keluar itu lebih penting daripada masuk?

Ah, tentu saja anda jangan dulu berpikiran porno, karena ini bukan artikel porno dan bukan juga blog porno. Hanya orang yg berpikiran porno yg akan menganggap judul di atas sebagai sebuah judul artikel porno.

Sudahlah, mari kita lupakan kepornoan, karena sebenarnya artikel ini tidaklah ada kaitannya dengan pornografi. Selain karena pornografi itu lebih enak dikonsumsi sendiri, eh, dengan istri, aku juga tidak ada pikiran porno untuk membuat postingan porno.

Arrghhh...sudahlah!! *tendang si porno*

Kita sering lihat, alami, dan mungkin lakukan, bahwa begitu banyak orang yg tidak sabar untuk segera masuk saat sebuah lift terbuka. Padahal orang2 yg di dalam lift belumlah sadar dirinya sudah berada di lantai yg dia tuju, sehingga kakinya belumlah disuruh otaknya untuk melangkah. Namun, begitu banyak orang (termasuk anda?) yg menyerbu masuk.

Akibatnya jelas, terjadi himpit2an (mestinya asik...tapi kalo himpit2an ama cowo, hiiyyy...) antara yg hendak keluar dan yg hendak masuk. Efeknya jelas, kaco balo!

Kasus yg nyaris serupa bisa kita temui di kereta api. Para penumpang belum semuanya keluar untuk menginjakkan kakinya di kota tujuan, ehhh...para calon penumpang (yg sudah kadung bete karena keretanya telat) sudah menyerbu masuk. Tak heran, sering terjadi bottle neck (lehernya si botol) di pintu keluar ataupun di pintu masuk ruangan.

Kalo sudah begitu, seringkali muncul pisuhan2 dan teriakan2.

Yaaa...begitulah kalo memang tidak disiplin!

Jika ditegur, orangnya malah cenderung membudi (mem-budek-kan diri) atau malah melotot seakan dirinya adalah yg paling benar. Mau teriak "Bebek aja ngantri", aku batalkan...kasian bebek, mereka pasti terhina karena disamakan dg manusia2 yg demen ngotot milih himpit2an dan jepit2an daripada berjalan dg bebas dan aman sentosa.

So, anda sendiri bagaimana? Milih keluar dulu baru masuk, ato masuk dulu baru keluar? Wakakak...ngakak