Tahukah anda, betapa pemerintah berusaha meningkatkan pendapatan dari sektor pajak, sampai 'berbagai cara' dilakukan?

Kita sudah sering lihat iklan tayangan layanan masyarakat di tv, yakni mengenai bayar pajak. Ya ya ya...salah satu tayangan yg bikin aku begitu sebel dan tanpa ragu untuk memindahkan saluran di tv, daripada melihat 'crap thing' (sok bule nih ceritanya, padahal sebenarnya ga ngerti2 banget artinya) seperti itu.

Slogan (atau tag) Deddy Mizwar di film Nagabonar, "APA KATA DUNIA?", bahkan dicomot dan dijadikan sebagai upaya penarik 'kesadaran' (atau keterpaksaan) para warganya untuk memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Belum lagi adanya ancaman bahwa yg tidak punya NPWP akan dikenai fiskal hingga 3x lipat, lalu ancaman2 lain yg yaa...entahlah, tidak membuat masyarakat SADAR akan KEWAJIBAN, tapi lebih pada TAKUT karena ANCAMAN.

Aku sendiri termasuk warga yg belum punya NPWP. Selama ini, segala urusan pajak, termasuk pajak penghasilan, diurus oleh kantor. Dengan demikian, gaji yg aku terima benar2 gaji bersih, ga perlu mikir potongan2 ini itu. Jadi, aku bukan berniat menghindar dari kewajiban membayar pajak lho.

Lagipula, kadang aku mikir, males ah bayar pajak. Masyarakat sudah setor duit, hasil jerih payahnya, dengan harapan mendapatkan fasilitas yg lebih baik. Namun kenyataannya? NOL BUESAR! Boro2 dapat fasilitas yg lebih baik, fasilitas yg sudah ada malah terbengkalai dan tidak diurus.

Contoh paling gampang, ya jalan raya. Dan contoh yg aku ambil gampang juga, Bandung dan Jakarta. Coba anda cek, terutama para warga Bandung dan Jakarta, kualitas jalan raya yg ada di 2 kota tersebut. Bisa dikatakan kualitasnya LUMAYAN...LUMAYAN BURUK, maksudnya. Jalanan bergelombang, berlubang di sana sini, ah, pokoknya mah menyedihkan lah. Saking sedihnya, aku ga bisa tulis di sini, takutnya ntar yg baca pada nangis.melet

Belum lagi uang yg dikorup oleh para pejabat penjahat pemerintahan. Juga di dalamnya para PNS yg kerjanya asal2an. Apa ga ngerti kalo gaji mereka diambil dari pajak yg sudah dibayarkan oleh masyarakat? Alih2 melayani masyarakat, eehhh...kerjanya malah baca koran, main catur, kelayapan di mall.dzigh

Ok...ok...tidak semua PNS berbuat jelek seperti itu. Tapi banyak banget lah!

Nah, kalo sudah mikir (minimal) 2 hal di atas, aku sering mikir, buat apa gw bayar pajak? Sux lah!

Terkadang aku mikir, para preman di pasar masih lebih 'mendingan'. Mereka munguti duit dari para pedagang, dg dalih uang keamanan. Dan yg mereka lakukan memang membantu keamanan para pedagang, termasuk memberitahu jika ada razia satpol PP. Hanya saja, para preman ini pun kadang ngaco juga. Kalo di luar keamanan, mereka ogah ngurus. Misalnya pedagang kena gusur, mereka langsung jadi orang paling bloon sedunia.ngakaksilly

Tapi, entah kenapa, mendadak kantor 'sounding' bahwa para staf mesti punya NPWP. Halah...ya sudah, nurut aja lah, daripada ntar ada kasus. Walhasil, 2 minggu kemarin, sudah mulai dilakukan pendataan dan pengumpulan fotokopi ktp bla bla bla. Dan hari Senin lalu, awal Desember 2008, aku sudah memegang kartu NPWP atas namaku sendiri. Sorry ya, ga dicantumin, ntar disalahgunakan anda-anda semuah, xixixi...

Oya, tentang layanan NPWP yg katanya mudah bla bla bla...nampaknya tidak berlaku di semua tempat. Di Jakarta dan Bandung sih kayanya masih diacungi jempol, tapi pengalaman Andri di sini, patut dijadikan cermin bagi para pejabat di perpajakan, bahwa layanan kalian masih payah!

Dan mulai tahun depan, sudah musti ngurus2 pajak deh! Kok serasa dipalakin, tapi dg ijin resmi dari pemerintah, ya?menghela nafas, panjaaaangggg...