Tahukah anda, bahwa pemadam kebakaran adalah profesi yg para pegawainya diharapkan masyarakat untu tidak bekerja?

Dengan kata lain, jika pemadam kebakaran tidak bekerja, itu artinya kondisinya aman. Sementara jika pemadam kebakaran sibuk bekerja, itu artinya banyak terjadi kebakaran.

Image Hosted by ImageShack.usFree Image Hosting at www.ImageShack.usNah, menonton film Si Jago Merah karya Hanung ini janganlah berharap layaknya menonton film Backdraft, film tentang pemadam kebakaran juga yg penuh dg aksi2 yg menantang. Untuk nonton SJM, anda cukup berhati-hati, agar jangan sampai makanan yg sedang anda kunyah, tersembur keluar gara2 adegan kocak yg tampil di layar lebar.ngakak

Sebenarnya sudah sejak lama aku ingin menonton film ini, tapi karena sulit untuk menonton di hari kerja, walhasil barulah minggu ini aku dan Wify berhasil menontonnya. Lumayan lah, meski mengantri cukup panjang, kami berhasil dapatkan tempat duduk yg cukup strategis. Tepatnya di deret K...alias Kebagian di Tengah. Jadi cukup strategis kan?

Hanya sayangya, kenikmatan menonton sempat terganggu, gara2 ada pemeriksaan karcis akibat ada insiden orang yg salah duduk. Mestinya di duduk di L, eh, malah seenaknya duduk di barisan K. Walhasil untuk beberapa saat kami agak sulit mengikuti jalannya film yg sedang ditayangkan.

Film ini dibuka dengan pengenalan terhadap 4 tokoh utama, yg super gokil dan 'ancur' abis kelakuannya. Dari Agus Ringgo yg playboy, Judika si tukang demo, Desta si doyan dugem, dan si Ytonk yg suka nraktir orang. Nah, keempat mahasiswa (dari berbagai jurusan ini) ternyata punya problem yg sama, nunggak uang kuliah 4 semester (pssst...sebenarnya agak2 mustahil saja alasan nunggak uang kuliah ini, jika melihat latar belakang keluarga 4 tokoh yg kaya2. Tapi ya sudahlah, Hanung yg punya cerita, biarkan saja dia berkreasi dan berekspresi, daripada nanti nangis, xixixi..).

Nah, oleh si wakil rektor, Sarah Sechan, mereka disuruh mbayar lunas utang tersebut dalam waktu 3 hari! Selain itu, mereka mesti mengikuti ujian susulan KEWIRAAN! *alamak, masih ada ya mata kuliah itu? xixixi...*

Mereka berempat akhirnya mencari duit untuk melunasi hutang dg gayanya masing2. Judika mendapat bayaran Rp 5 juta untuk ngumpulin pendemo. Sementara Desta mesti melego Bajaj Pulsar seharga RP 5 juta juga (buset dah, jatuh banget pasarannya). Ringgo sendiri ngibulin pacarnya, ngutang 5 jeti seolah-olah untuk beli komputer. Sementara Ytonk njual mobil starletnya (tahun 86) 5 jeti juga.

Lalu mereka sepakat untuk pindah kost. Maka, berempat pindah kost ke rumah kontrakan yg di-induk semang-i oleh Magdalena (itu lho, penyiar infotainment. halah, ketauan suka nonton infotainment. eh, itu sih ga sengaja kok nontonnya. ah, alasan. eh, kok malah ngobrol di sini, xixixi...).

Usai pindah kontrakan, mereka mendapatkan pekerjaan untuk menopang hidup. Ringgo jadi sales parfum, Desta jadi tk parkir valet, Judika jadi sopir taksi, dan Ytonk menjadi...ah, tonton sendiri deh.xixixi...

Sampai satu waktu, mereka berempat bosan dengan pekerjaan dan memilih masuk menjadi pemadam kebakaran gara2 melihat kebakaran di dekat kontrakan.

Awalnya mereka ditolak masuk oleh Joe 'P Project' karena kurang pengalaman, tapi karena Judika berhasil menyalakan kembali mobil si Jago Merah, akhirnya mereka diterima masuk. Tentu saja, masing2 tokoh punya alasan yg berbeda-beda untuk menjadi pemadam kebakaran. Si Agus pengen jadi dikagumi cewe2, si Judika pengen bisa makan 3x sehari. Yg lainnya? Tonton sendiri ya?

Dari sekian banyak kekonyolan dan kelucuan, Hanung berhasil menangkap kondisi yg terjadi di masyarakat. Ternyata menjadi petugas pemadam kebakaran (di Indonesia) tidak mudah. Banyak orang 'iseng' yg nelpon ke kantor pemadam kebakaran, padahal tidak ada kebakaran yg terjadi. Dalam filmnya, Hanung memperlihatkan, ada orang2 yg nelp ke kantor pemadam kebakaran karena cincinnya masuk ke toilet (diperankan oleh si cantik Tika Putri. tentu saja perannya untuk yg cincinnya masuk ke toilet sehingga nelpon ke pemadam kebakaran, bukan peran sebagai yg ngobok2 toilet, xixixi..), lalu ada nenek2 yg kesepian dan teman bermainnya, si Pus Pus naik ke pohon dan ga bisa turun (anda akan menemukan kejutan besar di adegan ini ngakak) bahkan hingga menelpon pemadam kebakaran untuk menciptakan efek hujan bagi grup band Changcuters ngakak.

Walhasil, ketika ada kebakaran yg sesungguhnya, para petugas pemadam kebarakan menjadi 'malas', karena tidak mau tertipu untuk yg kesekian kalinya. Akibatnya jelas, kerugian akibat kebakaran (yg beneran) menjadi luar biasaa besarnya.

Cerita selanjutnya tonton sendiri ya? Cape ngetiknya nih, belum lagi mulut sudah berbusa-busa...kecuali anda tidak kasihan padaku, maka aku bisa pingsan menceritakan isi film itu. Tapi karena aku yakin kalian adalah pembaca yg baik hati, tidak sombong, ganteng (dan cantik), serta rajin menabung, maka kalian akan sempatkan waktu untuk menonton film karya anak bangsa ini.

Beberapa catatan yg ingin aku tambahkan ttg film ini:
1. Lokasi sutingnya ternyata di daerah Mega Kuningan. Kok aku tidak tahu ada suting di situ ya? Padahal selama beberapa waktu terakhir, aku banyak berdiam di client daerah Mega Kuningan. Tapi syukurlah aku tidak tahu dan tidak muncul saat suting. Karena bisa2 nanti aku diajak main di film itu juga.xixixi...

2. Hanung nampaknya sudah punya aktor2/artis favorit untuk film2nya. Ringgo, Desta, Poppy Sofia, dan Sarah Sechan merupakan sebagian aktor/artis yg selalu diajak Hanung untuk main. Ya, baguslah, tapi mbok ya filmnya jangan yg konyol2 terus. Bikin kaya Mengejar Mas-Mas (Mas Fahmi maksudnya, xixixix..xixixi...) kan keren tuh.

3. Karya2 Hanung terasa lebih realistis dan mengena. Ga terlalu bernuansa sinetron yg ga jelas. Good job!

4. Tidak ada catatan, cukup 3 di atas. No 4 ini sekedar pemanis saja, biar tambahannya ga terlalu pendek.

Siap2 nunggu karya Hanung yg berikutnya aaaahhhhhh.....