Tahukah anda, bahwa QoS adalah film James Bond yg relatif brutal? *oya, sebenarnya aku sebel dg judul artikel ini, terlalu panjang...tapi, ah, sudahlah...*

Beberapa hari lalu, aku dan Wify berkesempatan menonton film James Bond terbaru, yakni Quantum of Solace. Film James Bond kedua yg dibintangi si Craig, pengganti Pierce Brosnan.

Baru kali ini aku nonton film James Bond yg dibintangi si Craig. Penyebabnya, yaaa...awalnya aku tidak terlalu antusias melihat si Craig terpilih menjadi James Bond menggantikan Pierce Brosnan. Pasalnya, Pierce Brosnan sebenarnya sudah wanti2 ke produser James Bond, agar menunjuk aku sebagai penggantinya. Tapi apa daya, berhubung aku sedang sibuk menyelesaikan pekerjaanku di Indonesia, tawaran untuk menggantikan Pierce Brosnan aku tolak, meski dengan setengah hati. dzigh

Muka si Craig ini cenderung 'sangar' menurutku. Dan ternyata, saat menonton QoS ini aku baru ngeh, bahwa memang dibutuhkan wajah JB yg sangar, karena si JB nampaknya kian brutal dalam membanzai musuh2nya. Nyaris tanpa ekspresi dalam meng-eksekusi. Bahkan tidak segan untuk 'berbohong' ke bossnya.

Namun, di QoS, baru kali ini aku melihat si JB tidak terlibat adegan mesra dg ce 'utamanya', si Olga Kurylenko. Biasanya, terutam di JB yg Pierce Brosnan, ce2 pendamping JB senantiasa terlibat adegan indehoi. Untunglah di luar negeri ga ada hansip. Atau bisa dikatakan, untung James Bond bukan dari Indonesia. Errr...mungkin lebih tepatnya tidak ada adegan film James Bond yg dilakukan di Indonesia.

Karena jika adegan mesra si JB ini dilakukan di Indonesia, dan KETAHUAN MASYARAKAT SEKITAR, niscaya si JB akan digrebek masyarakat yg dipimpin oleh hansip! Walhasil, akan ada adegan si JB melangsungkan pernikahan gara2 digrebek hansip.ngakak

Ok, kembali ke QoS. Film ini, sejak awal memang sudah bertempo tinggi. Dalam artian, adrenalin kita memang sudah dipacu sebanyak-banyaknya. Adegan tembak2an di mobil, kejar2an di festival, dan adegan2 seru lainnya membuat aku dan Wify nyaris tidak bisa bernafas, karena kami berdua memang sepakat menahan nafas bersama-sama.

Aksi si JB memang cukup keren di film QoS ini. Hanya saja, aku yakin, jika aku yg menjadi pemerannya, dijamin akan lebih keren dan mengundang decak kagum. Adegan saling baku hantam dan tukar menukar peluru (tentunya ditembakkan, bukan diserahkan begitu saja) memang membuat kita, eh, aku harus mengakui bahwa terjadi pergeseran fokus adegan dalam JB. Dari yg gentlemen ala Sean Connery, kemudian ke humoris ala Roger Moore, cuek bebek ala si Dalton, flamboyan (dan menurutku paling pas) ala Pierce Brosnan, menjadi yg keras dan tidak berperasaan ala si Craig ini.

Tapi, tidak rugi menonton aksinya si Craig ini. Setidaknya kami berdua cukup terhibur, meski kami merasa cerita QoS kok nggantung ya? Agak2 ga jelas gituuuu....tapi yaa...sudahlah. Protes penonton emangnya pengaruh? Wakakak...

Oya, aku dan Wify sepakat, si Olga ini cakep. Warna kulitnya yg coklat membuat dia nampak (lebiiiih) eksotik daripada si Field.