Tahukah anda, bahwa minggu lalu kami temukan penyebab mengapa banyak tikus numpang lewat di rumah kontrakan kami?

Jadi, ceritanya begini...

Sabtu malam, usai pulang dari satu acara, kami berdua berniat melepas lelah. Aku, yg sudah berganti baju dg baju santai (baju rumah), siap2 selonjor kaki di depan tivi. Sementara Wify langsung menuju ke dapur, entah hendak ngapain? Mungkin hendak membuatkan minuman bagi suami tercintanya, xixixi...xixixi...

Mendadak, seperti yg terjadi kemarin2, Wify berteriak"TIKUUUUSSS...."

Sontak, aku langsung berlari ke arah dapur. Syuuuttt....dalam sekejap, tampillah si pahlawan pembasmi tikus yg handal, lengkap dengan tongkat saktinya.

Pembasmi tikus:"Mana...mana tikusnya?"
Wify:"Itu tadi lari ke kamar mandi."

Wify pun akhirnya berinisiatif untuk menutup lubang yg ada di pintu penghubung dapur dan ruang tengah. Sementara aku mulai mempersiapkan diri untuk menggetok si tikus jika dia keluar dari kamar mandi. Usai menutup lubang, Wify masuk ke kamar mandi. Niatnya untuk mencek, si tikus lari ke mana. Tapi yg terjadi malah Wify teriak2.

Dan si tikus pun keluar dari kamar mandi, tepat ke arahku.

HWADZIINNNGGG....!!!

Jurus tongkat sakti langsung dilakukan...ayunan tongkat langsung mengarah ke si tikus. Sialnya, si tikus mendadak melakukan manuver. Dengan lihainya, dia masuk ke bawah lemari perabot, lalu berlari dg memepet ke tembok, ke arah lubang pelarian, yg terletak di atas jendela dapur.

Melihat gelagat tidak menguntungkan, khawatir buruannya kabur, aku langsung menuju TKP yg sama. Dan benarlah, si tikus sudah mulai beraksi, dengan memanjat teralis, berusaha melarikan diri. Tanpa buang waktu, jurus tongkat sakti dirapal.

Putaran tongkat sakti langsung diarahkan ke tubuh si tikus yg sedang merapal ajian spiderman (agar bisa memanjat teralis dengan cepat).

BWATOOOOMM...!!

Dengan telak, tongkat mengenai tubuh si tikus. Seraya menjerit kesakitan (tentunya dg bahasa tikus), dia terjatuh dan berusaha sembunyi di sela-sela pompa air. Melalui perjuangan yg tidak kenal menyerah, aku berhasil membuat si tikus kabur dari tempat persembunyiannya.

Sialnya, kali ini si tikus berlari menuju kamar mandi lagi. Walhasil, aku sedikit pontang panting mengejarnya, karena si tikus ini benar2 lihai memanfaatkan posisi barang2 di dapur. Dengan menyelinap di sini situ, dia bisa mencapai kamar mandi, tapi karena di sana sudah menunggu Wify (dg jeritan mautnya, xixixi...), si tikus berbalik arah, dan bersembunyi di antara perabot dapur!!grrrr...!!

Karena sudah kesel, aku sedikit main tendang ke perabot2 dapur di situ, agar si tikus segera keluar dari persembunyian. Usahaku ini berhasil, kali ini si tikus dg bodohnya berlari di ruang terbuka.

CIAAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTTTTTT.....!!

Jurus paling sakti dari tongkat sakti langsung dilancarkan olehku.

BLEDAAAGGGG....!!
Ciiit....ciiitt....

Si tikus langsung terkapar dalam perjalanannya menuju tabung gas (untuk bersembunyi). Untuk memastikan bahwa si tikus ini benar2 mati, dengan teganya aku langsung menghantam kepalanya dengan 2 jurus sakti sekaligus.

DZIGH....DZIGHHH....

Dan si tikus langsung kelojotan seraya mengeluarkan darah.

Usaikah cerita ini? Ya belum selesai dong...masa selesai ah? *kriuk...kriuk...*

Keesokan paginya, kami bersih2 rumah. Sebuah tas untuk bepergian (yg punya bahasa keren: travel bag) kami turunkan dari lemari buku. Wuitsss...baunyaaa...bau pesing. Tau pesing kan? Jika anda kencing trus tidak disiram, nah...baunya itu pesing istilahnya. Yg jelas, bau pesing di travel bag ini bukan karena aku sering kencing (tanpa disiram) di travel bag itu, tapi seperti bau kencingnya tikus.

Omong2 soal bau kencing tikus, berhubung rumah kami sudah sering disatroni dan dijadikan tempat transit tikus2 keparat itu, kami berdua jadi bisa membedakan bau pesing kucing, tikus, dan manusia. Jika ada monyet atau gajah pernah singgah, barangkali kami akan menaikkan level kemampuan kami, sehingga pesing monyet dan gajah juga bisa kami deteksi.

Kembali ke travel bag. Aku lempar saja keluar rumah, si travel bag itu. Harapannya, yaaa biar sinar matahari yg hangat akan mengeringkan dan menghilangkan bau pesing itu. Korek punya korek isi travel bag, weehkk...ternyata kami dapati beberapa tas kami sudah dicabik-cabik oleh tikus. Nampaknya dijadikan semacam cemilan.dzigh

Benar2 tikus kurang ajar...sudah numpang lewat, kencing (dan beol) sembarangan, gigiti tas2, eh, ga bayar pula!! Dodol!!

So, aku keluarkan isi dari travel bag, dan dijemurlah lagi itu tas2 kecil di dalamnya.

Empat jam berlalu...

Dhuhur, aku iseng2 melongok ke travel bag. Hmmm...bau pesingnya sudah lumayan berkurang. Lalu beberapa tas yg sudah benar2 rusak, aku buang ke tempat sampah. Well, sudah rusak menurut kami, tapi sapa tau masih berguna buat orang lain. Tul kan?

Nah, saat hendak membuang 1 tas, aku iseng lagi untuk melihat isinya.

BUJUBUNEEEEEEEEEE.....!!!

Hampir saja aku terduduk saking kagetnya! Bukan...bukan menemukan duit segepok....dan bukan juga menemukan bayi di dalam tas...lebih2 lagi, anggota tubuh yg termutilasi. Bukan itu semua yg membuat aku terkaget-kaget!

Free Image Hosting at www.ImageShack.usYg mengejutkan adalah adanya 5 (LIMA) ANAK TIKUS yg masih kemerahan di dalam tas!! Seperti yg terlihat di foto di samping ini. Yang 'mejeng' di foto hanya 3 anak tikus, sisanya masih belum punya keberanian untuk tampil di depan umum. Harap maklum, namanya juga masih anak2.

ASYEEEEMMMM....!!!

Kelima anak tikus itu masih sangat kecil, barangkali tidak sampai sebesar ukuran kelingking manusia dewasa. Mereka bergerak-gerak, mungkin mencari induknya.

Hmmm...aku jadi teringat tikus semalam yg aku kirim ke akhirat. Jangan2 itu induknya, yg semalam hendak memberi ASI eksklusif, tapi karena kepergok si pendekar tongkat sakti, dia akhirnya tidak bisa memberikan ASI-nya pada bayi2nya yg imut kelaparan itu.

Melihat bayi2 tikus yg masih kemerahan itu, aku jadi teringat resep kuno banget. Bahwa anak2 tikus yg masih merah ini bisa menyembuhkan penyakit asma. Caranya? Langsung ditelan. Yaiiikssss....!!mual2

Tapi mungkin memang benar...asmanya sembuh...soalnya ybs langsung muntah2 dan pergi ke akhirat, xixixi...xixixi...

Ya sudah, daripada bingung2, aku akhirnya putuskan untuk membuang anak2 tikus ini ke sebuah tempat sampah. Semula hendak dieksekusi dengan cara ditenggelamkan di sungai. Tapi kasian, dibatalkan. Lalu hendak ditembak di depan regu penembak. Dibatalkan juga, karena ga ada biaya untuk mengongkosi para penembak itu.

Wify sempat mengusulkan untuk memberikan anak2 tikus itu ke kucing setempat. Aku tolak, karena kucing2 lokal, yg suka berkeliaran di sekitar rumah, nampaknya LEBIH PUNYA TASTE. Disuguhi anak tikus, mungkin malah membuat mereka kehilangan nafsu makan. Aku sendiri malah sempat berpikiran untuk memberikan anak2 tikus ini ke tukang baso atau tukang mie ayam. Lumayan kan, dapat daging gratis...!! *huekk...hueekkk....ide paling tolol...bakal dibacok orang sekampungxixixi...*

Pantesaaaannn rumah kontrakan ga pernah sepi dari kunjungan wisata para tikus2 keparat itu! Akhirnya aku dan Wify melakukan sidak (sidak mendadak) ke 8 penjuru mata angin rumah kontrakan, sapa tau nemu lagi sarang2 tikus. Kalo memang masih ditemukan sarang tikus, nampaknya beternak tikus bisa menjadi lahan pekerjaan yg menyenangkan. Lumayan jual daging segar...dan murah.*lari dari kejaran warga sekampung*