Tahukah anda, dalam Pemilu 2009 nanti, akan terjadi perubahan cara memilih, yg semula mencoblos diubah menjadi mencontreng?

Selama ini, kita lebih mengenal COBLOS daripada CONTRENG pada saat pemilihan, entah itu pilkada (pilihlah kepala dada), pilgub (pilihlah gubernurmu), ataupun pilpres (pilihlah yg ga suka meres rakyat). Tidak itu saja, bahkan pemilihan caleg (calon legeg, legeg = banyak tingkah) pun COBLOS lebih dikenal.

Namun, entah dapat wangsit darimana, KPU sekarang memilih CONTRENG untuk digunakan sebagai metode memilih. Barangkali para anggota KPU terinspirasi dari peribahasa "MENCONTRENG ARANG DI DAHI" sehingga mereka berpikiran mencontreng lebih enakeun. Memang sih, jika menggunakan MENCOBLOS ARANG DI DAHI, aduuuhh..jelas sakit banget lah dahinya, dicoblos2 emangnya enak?melet

Padahal, dibutuhkan proses sosialisasi lho agar masyarakat sadar dan tahu bahwa di pemilu mendatang, suara yg sah adalah suara yg ADA CONTRENGANNYA.

Padahal, untuk sosialisasi itu butuh biaya banyak lho, karena proses sosialiasi mesti menjangkau semua lapisan masyarakat, terutama yg akan memilih.

Padahal, untuk sosialisasi itu, anggota KPU mesti jalan2 keluar negeri dan keliling2 daerah lho. Tapi karena sudah dikasih duit, jadi dibikin enak aja deh.

Padahal, meski sudah sosialisasi, sudah jalan2, hasilnya belum tentu juga efektif lho!

Jadi, sebenarnya buat apa sih mengganti cara milih? Kalopun mau yg lebih efektif, menurut saya lebih baik digunakan metode online atau metode touch screen (bahasa keren dari nyolek2 layar).

Tapi lha wong namanya juga hidup di Indonesia, KALO BISA SULIT KENAPA DIPERMUDAH?dzigh