Tahukah anda, bahwa koran Lampu Merah (Lamer) sudah berganti nama?

Ya ya ya, aku tahu ini mungkin sudah basi (banget), tapi harap dimaklumi, karena aku baru tahu beberapa hari lalu.

Saat sedang jalan2 dengan Wify, pandanganku tertumbuk pada sebuah koran yg tergeletak di dekat penjual mie. Hmmm...sekilas aku hapal dengan format koran itu, tapi rasa2nya ada yg aneh dengan koran itu. So, aku minta Wify untuk mengambilkan koran itu, minjem gitu maksudnya, bukan hendak dibawa kabur.

Free Image Hosting at www.ImageShack.usHmmm...ini kan koran Lampu Merah? Tapi kok...wakakakak...aku langsung terkekeh-kekeh ketika menyadari bahwa nama koran itu sekarang menjadi LAMPU HIJAU!!! *nah lho, bingung ga dengan tulisannya? wakakka...*

Ya ampyuuunnn...ada apa gerangan ya sampe koran 'terkenal' (dengan cerita cabul dan cerita kriminalitas) sampai mesti berganti nama? Ada beberapa dugaan mengapa koran ini mesti berganti nama:
1. Tiras tidak meningkat. Perlu branding dan suasan baru.
2. Lampu merah identik dg tanda kita mesti berhenti. Mungkin manajemen ingin oplah korannya (kembali ke poin 1) bisa melaju terus tanpa halangan.
3. Banyak yg nyerobot lampu merah, dengan kata lain persaingan kian keras.
4. Lampu merah seringkali disamakan dengan distrik cabul. Jika diganti menjadi lampu hijau, barangkali akan berubah....lebih cabul. *terbukti, cerita2 cabulnya tidak berhenti2, wakakka...*
5. Mengakomodir orang2 yg cadel, yg tidak bisa mengucap huruf "R". Daripada tereak2 lampu melah...lampu melah...lebih baik diganti lampu ijo...lampu ijo...
7. Jangan tanya kenapa no 6 ga ada.

Ternyata, walau berganti nama jadi lampu hijau, tetep ajaaaa cerita cabul dan kriminalitasnya diumbar seenak udelnya. Termasuk penyajian judul, benar2 bikin prihatin (sekaligus ngakak).geleng2...