Tahukah anda, salah cukur rambut itu bisa mempunyai dampak samping yg menyebalkan?


Beberapa waktu lalu aku pergi ke tukang cukur. Biasa, ritual potong rambut. Dan kebetulan, aku sudah temukan sebuah tempat cukur rambut di Jakarta yg lumayan cocok, karena tempo hari cukur rambut di situ, hasilnya cukup menyenangkan dan membuat hati riang gembira.ngakak

Bukan...bukan tempat cukur model Rudy H atau Johnny Andrean atau tempat2 yg mahal lainnya. Terus terang, hingga saat ini, aku baru 3-4 kali saja 'nyoba' cukur rambut di tempat2 seperti itu. Dan hasilnya, yaa...kayanya kok sama2 aja, ya. Rambut tetap digunting dg gunting rambut, ga pake gunting rumput atau pedang atau clurit. Kirain ada perlakuan istimewa kalo dicukur di tempat2 seperti itu.

Ok, lupakan ttg tempat cukur. Itu tidak perlu dibahas di artikel ini. Kali lain saja dibahas, heheh...

Nah, pergilah aku ke tempat cukur. Sidik punya sidik, kok tukang cukurnya beda ya? Nampaknya ada shift2an juga di tempat cukur itu. Ya sudahlah, aku langsung duduk di ruang tunggu, karena tk cukur ybs sedang melayani tamu, sudah finishing touch.

Hmmm...aku perhatikan hasil karyanya, lumayan juga. So aku tenang2 saja menanti giliran.

Usai menunggu 5-10 menit, akhirnya aku berkesempatan duduk di kursi pelanggan. Tanpa ba bi bu, si tk cukur mulai babat sana babat sini. Aku sih anteng dan adem ayem saja, karena yakin dg kemampuan si tk cukur. Terlebih karena mataku minusnya cukup tinggi, aku ga bisa lihat progres kerja si tk cukur.

Yg aku yakin banget, si tk cukur ga salah cukur. Misalnya tiba2 guntingnya mengenai daun telinga. Atau pisau cukurnya malah membabat alis mata.gigit2 jari

Lebih kurang 20-30 menit, usailah ritualku itu. Dan ketika aku pakai kacamataku...

HWARAKADAH....!!
MY HAIR...MY HAIR...!!

What....mendadak awan gelap mampir di atas kepalaku....dan muncul petir dan guntur. Langsung lemes deh aku, usai becermin. Bagaimana tidak lemes, mendadak aku melihat sosok wajah dg GAYA RAMBUT ALA MILITER!!ngakak

Aduuhhh....kepalaku mendadak merasa semriwing karena merasakan tiupan angin yg mendadak membuat hidungku gatal. Dan, benarlah...

HAAATTSSYYIIIII.....!!!

Kumat deh bersin2nya!! Asem banget!! Semula hendak protes ke tk cukur! Yaa...minimal mau bilang,"Bang, motongnya kependekan. Bisa dipanjangin lagi ga? Atau rambutnya sebagian dipasang lagi?" Tapi yaa...tk cukur bukanlah Tuhan yg bisa membuat segalanya terjadi dg instan dan cepat!

Walhasil, aku mesti rela dan ikhlas mempunyai potongan rambut mirip2 militer. Bukannya aku benci orang2 militer, tapi dg gaya rambut militer, membuat kepalaku kedinginan...dan ini mengurangi performa kerja, xixixi...xixixi... *halah, alesan, xixixi...*

Moral story: jika tk cukurnya bukan langganan, lebih baik beritahu dia gaya rambut yg kita minta, agar tidak terjadi 'kecelakaan' seperti yg aku alami. *elus2 kepala yg kedinginan*