Tahukah anda, mendapatkan pembantu yg baik itu susah?

Aku sudah pernah tulis artikel mengenai pembantu. Jika waktu itu kami 'komplen' masalah pembantu yg bekerja, nah, kali ini kami justru merasa kehilangan pembantu yg baik.

Jadi ceritanya begini.

Sekitar 2 bulan lalu, ada seorang kenalan Wify menawarkan pembantu. Saat itu kami pikir, memang sudah waktunya ada pembantu, karena kesibukan kami yg cukup padat membuat kami kewalahan juga untuk menghandle pekerjaan rumah tangga, minimal menyapu dan mencuci baju.

Setelah proses negosiasi, akhirnya disetujui harga transfer dan dimulailah bekerja.

Seminggu bekerja, kami nilai kualitasnya yaaa...lumayan, terlebih karena ternyata si pembantu ini baru mulai karirnya di bidang per-pembantu-an. Wify, yg sempat ngobrol dengannya, bercerita bahwa si mbak Suci (nah lho, kaya judul sinetron aja, xixixi..xixixi...) baru pindah 2 minggu lalu ke Jakarta, menyusul suaminya yg sudah lebih dulu tinggal di Jakarta.

So, kami memaklumi kondisi ini dan menganggap mbak Suci ini sedang ditraining di rumah kontrakan kami. Namun memang, perlahan tapi pasti, hasil pekerjaannya cukup membaik. Walhasil, kami pun ikut senang dengan perubahan yg ke arah lebih baik ini. Rumah kian bersih, baju2nya rapi jali. Ya senang deh!

Namun, ternyata kegembiraan kami tidak berlangsung lama. Saat menjelang Lebaran, mbak Suci pamit. Dia pesan bahwa mungkin dia tidak kembali lagi ke Jakarta, alias tetep di kampungnya. Penyebabnya, anaknya tidak mau sekolah di Jakarta, dia cuma mau sekolah di kampungnya saja. Dengan kata lain, mbak Suci ini concern dg pendidikan anaknya. *wah, salut...tetep memperhatikan pendidikan anaknya*

Akhirnya, dengan berat hati, kami melepas kepergian mbak Suci. Padahal, mbak Suci ini termasuk pembantu yg jujur markujur. Bagaimana tidak? Tiap kali hendak mencuci baju, dan menemukan gepokan uang di saku celana, dia langsung memisahkannya di sebuah tempat. DAN UTUH!! Artinya, mbak Suci ini termasuk orang yg langka, karena sangatlah sulit menemukan pembantu yg sedemikian jujur, terlebih di Jakarta. Lha wong rumahnya si Beckham aja kemalingan oleh pembantunya sendiri!!halah..

Dan akhirnya, usai lebaran kemarin, kami berdua kembali terjun ke pekerjaan rumah masing2. Wify nyuci baju dan ngepel, sementara aku membersihkan tempat tidur dengan menggerak2an badan di atas kasur, dan akhirnya terlelap, hahakakak...ngakak guling2 *itu mah sama aja kaya kebo...tidur teroosss..*

Entah sampai kapan hal ini berlangsung? Yg jelas, yaaa...sampe dapat pembantu baru, kami mesti membereskan rumah kontrakan kami laaahh..

Ada yg punya usul mencari pembantu? Atau ada yg minat jadi pembantu? xixixi...xixixi...