Tahukah anda, berburu dan membunuh tikus di malam hari, tak ubahnya seperti olahraga malam?

Semalam, daerah kontrakanku dilanda hujan cukup deras. Wify sudah tertidur, sementara aku, sebagai si penjaga malam, masih tetap terjaga. Selain menonton film X Men 2, aku juga sedang browsing2 dan mencari ide untuk mengurutkan artikel yg hendak aku tampilkan di blog.

Saat sedang asyik browsing, mendadak..
GLODAK...BRUK...

Terdengar suara gaduh dari kamar mandi.
"Wah, ini pasti si tikus dodol itu! Buset dah, ini kan sudah jam 11 malam. Masa si tikus masih gentayangan, bukannya istirahat? Apa si tikus ini tidak ingat pepatah bung Rhoma Irama, Begadang jangan begadang, jika tiada artinyaaa..."

Setengah ngomel dan bersiaga (dengan menyiapkan tongkat sakti ala Son Go Kou kecil), well ini sudah menjadi 'tradisi' sejak banyak tikus menyatroni rumah kontrakan kami, aku memasuki dapur, untuk memastikan apakah si tikus masih ada di sekitar dapur atau sudah menggunakan keahliannya, ngabur melalui saluran udara.

"Hmmm...dapur aman. Sekarang cek kamar mandi." demikian batinku.
Aku langkahkan kaki masuk ke kamar mandi. Hmmm...aku lihat sekeliling, tidak ada hal yg mencurigakan. Tapi...telinga superku mendengar suara kecipakan kecil. Hmmm...patut dicurigai nih.

Segera aku melongok ke dalam bak mandi...dan VOILA...!!!

Seekor tikus kecil, si berandal busuk yg selama 2 bulan terakhir ini mengganggu ketenangan hidup kami di malam hari, nampak sedang berenang dengan bingungnya. Lho, berenang kok bingung? Aku juga bingung, kenapa si tikus ini berenang dg bingung, eh, maksudnya, yaa...gimana ga bingung, kok si tikus ini bisa sampe nyemplung ke bak mandi?

Dugaanku, nampaknya dia sedang tamasya di pinggiran bak mandi, terinspirasi dari jalan2 di pinggir jacuzzi. Berhubung dia sedang mabok, eh...kakinya kepeleset, menabrak botol sabun, dan akhirnya nyemplung ke bak mandi.

Giliranku yg heboh! Gimana ga heboh, air bak terisi 1/3-nya, lumayan banyak airnya. Dan sekarang malah dipake berenang si tikus pula!! Dodol! Aku aja pengen nyemplung di bak, ga kesampean, eh malah keduluan si tikus! Kurang ajar emang!! Mendahului tuan rumah!grrrr...!!

Aku bangunkan Wify, diskusi, mau diapain si tikus kecil ini, apa hendak disate atau langsung disantap, errr...eh, salah, apakah mau dibiarkan mati tenggelam, ataukah aku mesti bantu si tikus untuk dipanggil oleh Sang Pencipta? Sambil terkantuk-kantuk, Wify menyerahkan sepenuhnya kepadaku untuk melakukan tindakan.

Kembali masuk ke kamar mandi, aku perhatikan tingkah si tikus selama beberapa menit. Dia bener2 kebingungan untuk bisa keluar dari bak mandi. Jelas semua usaha yg dia lakukan adalah sia-sia alias percuma, karena dengan ketinggian air yg hanya 1/3 dari dasar, kecuali si tikus ini mempunyai kekuatan super, entah dia bisa loncat setinggi 1 meter atau mendadak dia berubah menjadi super tikus, dia tidak akan bisa keluar dari bak mandi.

Belum lagi, di pinggir bak sudah berdiri seorang lelaki gagah, dengan membawa tongkat, siap menggebuk setiap usaha pelariannya.tertawa penuh tipu daya

Setelah melihat usahanya si tikus yg selalu gagal untuk keluar dari bak mandi, akhirnya aku putuskan untuk melakukan perbuatan yg sangat mulia, yakni MEMBANTUNYA MENEMUI SANG KHALIK!

Segera aku ambil ancang2, memegang tongkat dengan gaya seperti seorang atlit lempar lembing. Heh, belum pernah melihat atlit lempar lembing beraksi? Kalo begitu, pernahkah anda melihat cara berburu orang jaman purba, yg siap melempar tombaknya untuk memburu mangsanya? Nah, seperti itulah. Keren kan?nyengir

Segera aku perhatikan gerakan si tikus...dan ZUUUTTT...!! Secepat kilat aku lemparkan si tongkat ini!!

WHAT THE....!!!

Rupanya lontaran tombakku meleset!! Ah, ini pasti karena badan si tikus yg tersamarkan dengan bagian dasar bak yg kebetulan berwarna gelap! grrrr...!!

Segera aku persiapkan lagi tombakku! Didahului dengan teriakan "Wolo wolo....wolo wolo..." (oya, tentu saja bukan aku yg teriak seperti itu, karena alangkah begonya jika aku melakukan tindakan tidak terpuji itu), aku hantamkan tongkat ke arah si tikus kecil yg kebetulan sedang berada di permukaan, dalam rangka menghirup nafas, usai menyelam untuk menghindari lemparan tombakku.

BUUUKKKK...

Aku rasakan tombakku mengenai sasaran, meski tidak telak, karena sesaat menjelang terkena lemparan tombak, si tikus sempat menyadari bahaya yg mengancamnya, sehingga sempat masuk ke dalam air.

Kembali aku siapkan tongkatku...dan kali ini, dengan menggunakan rumus fisika serta digabung dengan perhitungan sudut geometri yg tidak terlalu sulit, aku langsung lemparkan tombakku dengan kecepatan awal yg cukup kencang.

ZUUUTTT....!!

Dan kali ini lemparan tombakku mengenai dengan telak!! joget2

Tapi...si tikus kecil masih bisa bertahan rupanya!! Dodol...!! Nampaknya aku berhadapan dg tikus mutan, yg mempunyai kemampuan untuk menyalurkan pukulan yg dia terima ke dalam media sekitarnya!! Ah, ini pikiran konyol gara2 kebanyakan nonton X Men!!!

Dalam 10 menit berikutnya, aku langsung keluarkan jurus2 rahasia lemparan tombakku!! "Melempar tombak, sembunyi muka" serta "Hantaman tombak penyebab sengsara" langsung aku keluarkan!! Dan hasilnya tidak sia-sia!! Si tikus kecil mulai merasakan dampaknya.

Gerakan renangnya mulai mabok. Jika sebelumnya kepalanya senantiasa di atas serta berposisi telungkup, maka usai terkena lemparan tombak dan jurusku, dia berenang ala gaya punggung, serta badannya perlahan-lahan mulai tenggelam dan menyentuh dasar bak.

Tak ayal, aku langsung melakukan tarian kemenangan ala suku Sioux!!

"Wolo wolo...wolo wolo.."

*ps: tentu saja ini hanya imajinasi, karena gengsi dong masa mesti melakukan tarian seperti itu?!melet*

Usai si tikus kecil terbenam di dasar bak, aku mesti pastikan bahwa dia sudah benar2 100% dipanggil oleh Sang Pencipta. Bukan apa2, tempo hari kami sempat tertipu oleh seekor tikus, yg berhasil mencuekkan panggilan dari Sang Ilahi, usai berpura-pura mati setelah pukulan tombakku mengenai dirinya!! Saat itu, usai aku masukkan si tikus 'mati' ke dalam plastik dan membuangnya keluar rumah, eeehhh...dia langsung melarikan diri, meski dengan badan yg memar2 usai terkena pukulan tombakku!

Kali ini aku tusukkan tombak berkali-kali, dengan kejinya, ke tubuh si tikus. Sempat aku tekan kepalanya ke dasar bak untuk memastikan dia tidak bergerak. Dan nampaknya kali ini dia benar2 mati.

Tugas berikutnya, yaa membuang bangkai si tikus. Tapi bukanlah persoalan mudah, karena untuk itu aku mesti membuang dulu air bak. Walhasil, selama hampir 1/2 jam berikutnya aku menunggu bak mandi kosong airnya.

Usai kosong, aku cari barang untuk memindahkan bangkai si tikus, memasukkannya ke dalam tas plastik, dan disertai hujan deras yg mengguyur komplek kontrakan, aku simpan tas plastik itu di pagar rumah, agar keesokan harinya (Sabtu pagi) ini si tukang sampah akan mendapatkan kejutan, dengan adanya bangkai tikus di dalam sebuah tas plastik.

Moral storynya: jangan pernah membunuh tikus yg kecemplung di bak mandi. Kenapa? Karena sangat susah untuk membunuhnya, kecuali mempunyai keahlian seperti aku, mampu melempar tombak dengan kemampuan yg sangat kereeeenn....!! Wakakaka...
*ps: tidak ada skrinsut si tikus kecil.sedang ga minat poto2*