Tahukah anda, bahwa mengontrak rumah pun memerlukan seni tersendiri?

Well, kami memang baru mengontrak di 2 rumah, tapi hmmm...setidaknya pengalaman kami ini barangkali bisa bermanfaat. Terutama bagi para pasangan yg 'terpaksa' mesti mengontrak rumah.

1. Lokasi Rumah Kontrakan
Bagi kami, aku terutama, lokasi merupakan hal paling penting. Aku dan Wify sepakat bahwa rumah kontrakan HARUS SEDEKAT MUNGKIN dengan KANTOR WIFY. Penyebabnya jelas, agar istri tidak terlalu cape menempuh perjalanan yg sedemikian melelahkan. Sebagai gambaran, (2) rumah kontrakan kami jaraknya sangat dekat dg kantor Wify.

Hanya perlu jalan kaki 5-10 menit, sampai dah.

Bagiku sendiri, rumah kontrakan jauh dg kantor, it's ok. Namanya juga laki-laki, jauh mah bukan halangan ateuh.

2. Kondisi Rumah
Perhatikan saat mendapat kesempatan melihat-lihat isi rumah kontrakan. Kalo perlu cerewet, tanya ini itu pada induk semang. Gpp dibilang cerewet, tapi yg penting anda tidak kecewa dan penasaran dengan rumah kontrakan yg anda incar.

Beberapa pertanyaan yg perlu anda tanyakan:
- Berapa besar watt listrik rumah
- Kondisi air rumah, apakah pakai sumur pompa atau pam
- Tanya historical pengontrak sebelumnya

3. Suasana Sekitar
Lingkungan kontrakan sangat berpengaruh. Jika tetangga2 anda orangnya jutek2 dan bikin sebal, lebih baik batalkan ngontrak, daripada anda sakit hati, heheh. Apalagi seperti kami berdua ini, bisa2 jadi bahan omongan terus, maklum...seleb...*halah, hahaha..*

4. Psikologi Induk Semang
Saat anda sowan ke pemilik rumah, coba anda terawang aura si pemilik rumah. Apakah bertipe baik, menyenangkan, atau malah tipe yg bikin kesal?

Bisa jadi sikap menyebalkan itu dia lakukan agar anda cepat pindah, sehingga dia tetap dapat untung.

Nah, pastikan induk semang anda itu bukan orang yg suka lepas tanggung jawab, terutama kalo ada kerusakan di rumah kontrakan, terlebih jika kerusakannya memang bukan karena kesalahan anda. Jika penerimaan dan sikap si induk semang cukup baik (dan mungkin mayoritas para induk semang akan berlaku baik untuk menarik pelanggan, hehehe..) tidak ada salahnya anda mengambil rumah kontrakan itu.

Terlebih lagi, pastikan induk semang anda bukan psiko, yg malah akan menghantui anda, dengan mengintip atau malah masuk ke rumah anda saat anda tidak ada. Hiyyy...gigit2 jari

5. Harga
Nah, bagian terakhir, barulah harga. Ini sih sudah tergantung kemampuan anda negosiasi. Kami sendiri cukup beruntung, bisa mendapat rumah kontrakan cukup luas di daerah Kalibata dengan harga kontrak tidak sampai Rp 20 jeti/tahun. Hasil survei yg Wify lakukan sebelumnya, rata2 tipe rumah yg kami tinggali ini memasang harga minimal Rp 25 juta/tahun.

Selamat berburu rumah kontrakan!
*gambar diambil dari sini*